7 Cara Mengatasi Rambut Bercabang Tanpa Mengguntingnya

Perbanyak kondisioner dan hindari menggunakan kunciran karet

9 September 2020

7 Cara Mengatasi Rambut Bercabang Tanpa Mengguntingnya
Freepik

Beragam masalah rambut salah satu yang mengganggu adalah rambut yang bercabang. Popmama.com punya cara mengatasinya tanpa harus mengguntingnya. 

Penggunaan sisir yang sembarangan, terlalu sering menggunakan pengeriting atau pelurus rambut, atau terlalu sering mengepang bisa jadi masalah awal rambut bercabang. 

Penggunaan kimia seperti cat rambut, perming, atau treatment keratin pun bisa jadi pemicunya. 

Lalu, bagaimana caranya mengatasi rambut bercabang? Yuk cari tahu!

1. Hindari menyisir rambut saat basah

1. Hindari menyisir rambut saat basah
pamper.my

Saat basah, rambut lebih rentan daripada waktu kering. Menyisirnya saat masih basah membuat rambut lebih mudah terbelah, apalagi jika dalam keadaan kusut. 

Jika ingin menghindari rambut kusut setelah keramas, kamu bisa menyisir dahulu sebelum keramas. Setelah keramas, keringkan dengan handuk sampai cukup lembab dan sisir dengan yang bergigi jarang.

2. Turunkan panas jika menggunakan alat untuk rambut

2. Turunkan panas jika menggunakan alat rambut
Freepik

Saat mengeringkan rambut, hindari menggunakan tingkat blower yang maksimal. Jika dibiarkan, maka panas dari mesin pengering bisa merusak rambut dan memudahkan jadi terbelah. 

Sedangkan jika ingin menggunakan pengeriting atau pelurus rambut, pastikan semua rambut sudah dalam keadaan kering sempurna. Jika ada yang masih basah atau lembab, maka akan jadi lebih panas dan berujung pada rusaknya rambut. 

Editors' Picks

3. Hindari mewarnai rambut untuk sementara waktu

3. Hindari mewarnai rambut sementara waktu
Freepik/cookie_studio

Seringnya, kerusakan rambut berasal dari kimia saat bleaching atau mewarnai rambut. Jika sedang banyak rambut yang bercabang, hindari mewarnai untuk sementara waktu. 

Jika rambut sudah terlanjur diwarnai dan kamu ingin touch up warna, usahakan hanya mewarnai bagian atas saja. Sehingga bahan kimia tidak sampai ke ujung rambut yang sedang bercabang. 

4. Rutin gunakan kondisioner

4. Rutin gunakan kondisioner
thespruce.com

Perbanyak penggunaan kondisioner karena pada kondisi seperti ini, rambutmu butuh kelembaban yang lebih dari biasanya. 

Menggunakan kondisioner saat rambut basah atau lembab sangatlah penting. Dengan begitu, rambut jadi mudah diatur dan tidak gampang kusut. Sehingga, rambut tidak makin bercabang. 

5. Jangan memaksa menyisir ujung rambut

5. Jangan memaksa menyisir ujung rambut
Freepik/seamindyie

Bagian ujung rambut adalah yang paling sering kusut sehingga banyak yang tak peduli dan langsung menarik sisir dengan paksa. Alhasil, ujung rambut jadi banyak yang patah dan bercabang. 

Jika ujung rambut terasa kusut, kamu bisa menyisirnya dengan yang bergigi jarang. Setelahnya, barulah menyisir dengan gigi rapat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

6. Gunakan kunciran rambut yang tepat

6. Gunakan kunciran rambut tepat
thelatestfashiontrends.com

Salah satu penyebab rambut bercabang adalah penggunaan kuncir rambut yang salah. Kuncir rambut dari karet dan metal membuat rambut lebih mudah patah di ujungnya. 

Dari sanalah, muncul masalah rambut bercabang. 

Lebih baik gunakan kunciran yang dibalut dengan bahan katun seperti scrunchie. Itu jauh lebih aman untuk kesehatan rambut. 

7. Gunakan sarung bantal dari sutera

7. Gunakan sarung bantal dari sutera
Freepik/vectorpouch

Mungkin terasa berlebihan, namun sutera mampu mengurangi kekusutan rambut dengan lebih baik dibanding sarung bantal biasa. 

Kamu bisa menggunakan sarung bantal sutera untuk pagi hari dengan rambut bebas kusut. 

Jika tidak, kamu bisa juga menggunakan penutup kepala dari sutera untuk menjaga rambut dari kusut di pagi hari. 

Sutera tak hanya membuat rambut bebas kusut, tapi juga mampu membuat rambut lebih sehat, bersinar, dan bebas masalah. 

Itulah 7 cara mengatasi rambut bercabang tanpa harus mengguntingnya. Selamat mencoba!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.