Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gingham Jadi Pola Khas Musim Panas yang Wajib Dicoba
lulus.com
  • Motif gingham memiliki sejarah panjang sejak abad ke-17 dan berevolusi dari kain fungsional menjadi simbol gaya klasik yang digemari ikon Hollywood.
  • Daya tarik abadi gingham terletak pada kesederhanaan dan nuansa romantisnya, kini kembali populer lewat sentuhan modern yang memadukan estetika retro dan gaya kontemporer.
  • Gingham tampil serbaguna di berbagai pakaian dan aksesori musim panas, menghadirkan kesan santai, segar, serta mudah dipadukan untuk tampilan stylish sepanjang musim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Beberapa tren fesyen datang dan pergi, tetapi motif gingham selalu kembali setiap musim panas tanpa pernah terasa ketinggalan zaman. Motif kotak-kotak yang menawan ini telah lama dikaitkan dengan pakaian musim panas, memberikan gambaran piknik santai, taman yang bermekaran, dan sore hari musim panas yang penuh nostalgia. Sama-sama ceria dan elegan, gingham mencapai keseimbangan langka antara daya tarik vintage dan keserbagunaan modern.

Meskipun motif ini selalu memiliki tempat dalam lemari pakaian musim panas, kali ini motif tersebut kembali mendapat perhatian di kalangan pecinta fesyen. Dari gaun yang simpel hingga pakaian terpisah yang trendi, generasi baru membayangkan kembali gingham dengan cara yang segar dan kontemporer. Akrab namun tak dapat disangkal kekinian, motif abadi ini sekali lagi membuktikan mengapa motif ini tetap menjadi favorit sepanjang masa ketika suhu meningkat.

Berikut, Popmama.com bagikan gingham jadi pola khas musim panas yang wajib dicoba.

1. Gingham telah berkembang sepanjang masa

Youtube.com/@warnerbrosentertainment

Jika motif gingham terasa timeless, itu karena akarnya membentang berabad-abad. Sejarawan mode menelusuri pola kotak-kotak ini ke Malaysia abad ke-17 sebelum menyebar ke Eropa, di mana motif ini dengan cepat mendapatkan popularitas. 

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Amerika Serikat, gingham telah menjadi bahan pokok untuk gaun sehari-hari berkat kepraktisan dan daya tahannya. Itu adalah kain pilihan bagi wanita yang menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari–sebuah asosiasi yang terkenal tercermin dalam gaun gingham biru-putih ikonik Dorothy di The Wizard of Oz.

Selama beberapa dekade, gingham berevolusi dari pakaian fungsional yang penting menjadi favorit mode yang digemari oleh para perempuan terkemuka Hollywood. Ikon gaya seperti Marilyn Monroe, Katharine Hepburn, dan Doris Day sering difoto mengenakan motif ini, sementara aktris Prancis Brigitte Bardot memperkuat daya tarik romantisnya dengan memilih gaun gingham untuk hari pernikahannya.

2. Daya tarik gingham

Instagram.com/samxnthaferreir

Sebagian dari pesona abadi gingham terletak pada kelembutan effortless yang ditunjukkannya. Motif ini telah lama identik dengan gaun musim panas, celana pendek, dan pakaian untuk cuaca hangat, menawarkan keseimbangan antara kesederhanaan dan feminitas. 

Popularitasnya kembali melonjak selama kebangkitan gerakan cottage core di awal tahun 2020-an, ketika konsumen tertarik pada estetika nostalgia dan nyaman. Label seperti Dôen dan Hill House Home menggunakan gingham dalam koleksi ultra-feminin mereka, memperkuat daya tariknya yang romantis namun sederhana.

Saat ini, gingham mengalami kebangkitan kembali, memberikan estetika genit modern yang dipadukan dengan sentuhan glamor tahun 1950-an. Bayangkan energi Lana Del Rey, berupa celana pendek gingham merah-putih menggantikan celana pendek denim, gaun babydoll yang ditata ulang dengan motif kotak-kotak yang berani, dan atasan crop top yang terasa penuh nostalgia sekaligus kontemporer. Meskipun motif ini memiliki daya tarik retro yang tak terbantahkan, tampilannya yang grafis dan terstruktur menawarkan alternatif yang lebih segar dan lebih modis daripada motif bunga musim panas klasik.

3. Pola gingham pada berbagai pakaian

shophenly.com, Pinterest.com/brittbratt215

Mengenakan motif gingham bukan berarti harus berdandan ala Dorothy. Meskipun motif kotak-kotak klasik ini membangkitkan tampilan nostalgia, gingham masa kini terasa modern dan versatile. Musim panas ini, motif tersebut muncul di mana-mana–dari gaun yang ringan hingga aksesori yang mencolok–menjadikannya salah satu tren termudah untuk dimasukkan ke dalam lemari pakaian musim panas Mama.

Gaun musim panas bermotif gingham tetap menjadi favorit sepanjang masa, tetapi motif ini juga terlihat sama modisnya pada rok mini yang ceria, celana pendek yang pas badan, atau pakaian terpisah yang serasi yang membangkitkan suasana santai ala French Riviera. Tampilkan pesona vintagenya dengan blus putih bersih dan celana panjang cropped, atau perkenalkan tren ini dengan cara yang lebih halus melalui syal, ikat kepala, atau pita rambut.

4. Padukan dengan siluet santai dan aksesori pendukung

Instagram.com/jazz_btq

Bagi kamu yang menyukai estetika yang lebih santai, gingham juga sangat cocok untuk siluet yang rileks seperti celana panjang berpotongan lebar atau celana kargo. Memilih kain katun atau linen yang bernapas tidak hanya tetap setia pada warisan motif tersebut tetapi juga menjaga pakaian Mama tetap sejuk dan nyaman selama hari-hari terpanas di musim ini.

Daya tarik motif gingham tidak hanya terbatas pada pakaian. Pola ini menambahkan sentuhan menawan pada alas kaki, mulai dari sepatu datar berbahan jala hingga sandal selop yang elegan, sementara bikini gingham tetap menjadi andalan musim panas yang tak pernah kehilangan daya tariknya. 

Baik dikenakan sebagai titik fokus suatu pakaian atau sebagai aksen yang ceria, gingham menghadirkan energi segar dan abadi yang kembali setiap tahun tanpa pernah terasa ketinggalan zaman.

Itulah, gingham jadi pola khas musim panas yang wajib dicoba. Apa pun warna dan siluet yang kamu pilih, pola klasik ini mampu memberikan sentuhan yang playful, fresh, dan effortlessly stylish pada penampilan.

Editorial Team

Related Article