“Tidak ada dalil yang kuat untuk menyokong pendapat yang menyatakan kenajisan sesuatu yang memabukkan. Adapun ayat “Sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”(Al-Maidah : 90). Kata "rijsun" di sini bukan bermakna najis melainkan bermakna haram.”
Hukum Menggunakan Parfum untuk Salat Jumat

- Memakai parfum bagi laki-laki muslim termasuk sunnah, terutama saat sholat Jumat, sebagai bentuk menjaga kesucian, penampilan, dan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu beraroma harum.
- Islam menganjurkan penggunaan wewangian halal dan bersih karena dapat menambah kenyamanan serta mencerminkan adab dalam beribadah maupun kehidupan sehari-hari.
- Parfum beralkohol diperbolehkan digunakan saat sholat menurut pandangan ulama, karena alkohol dianggap suci dan tidak membatalkan ibadah selama tidak dikonsumsi.
Parfum tidak hanya membuat tubuh terasa lebih harum, tetapi juga bisa membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menenangkan. Aroma yang lembut sering kali membuat seseorang merasa lebih segar, sekaligus membantu menghadirkan rasa tenang saat menjalankan ibadah.
Karena itu, parfum kini menjadi salah satu hal yang sering digunakan sebelum beraktivitas atau saat hendak bepergian. Tak hanya itu, juga dianggap sebagai bagian penting bagi laki-laki muslim sebelum berpergian atau menunaikan ibadah.
Dalam ajaran Islam sendiri, penggunaan parfum juga memiliki adab tertentu, terutama ketika digunakan pada momen ibadah seperti saat akan menunaikan sholat Jumat.
Untuk lebih memahami penjelasannya, Popmama.com sudah merangkum informasi seputar hukum menggunakan parfum untuk sholat jumat.
Table of Content
1. Sunnah memakai parfum bagi laki-laki muslim

Memakai parfum bagi laki-laki muslim termasuk sunnah dan dianjurkan dalam berbagai kesempatan. Penggunaan parfum menjadi lebih utama saat hendak menunaikan salat Jumat atau pada hari-hari penting seperti Idul Fitri dan Idul Adha, sebagai bagian dari adab menjaga kesucian dan penampilan.
Rasulullah SAW sendiri sering mengenakan parfum dalam kesehariannya, meskipun beliau dianugerahi aroma tubuh yang harum secara alami. Hal ini menunjukkan bahwa menggunakan parfum bukan sekadar wewangian, tetapi juga bagian dari adab berpakaian dan menjaga kesopanan dalam Islam.
2. Definisi wewangian dalam Islam

Menurut Syaikh Abdul Wahab Abdussalam Thawilah dalam Adab Berpakaian dan Berhias (Fikih Berhias), istilah ”ath-thib ath-thayyib” dalam Bahasa Indonesia memiliki arti lebih baik atau utama dari segala sesuatu. Wewangian yang dimaksud adalah segala sesuatu yang memiliki aroma harum dan menyenangkan bagi pencium.
Dengan kata lain, parfum yang baik dan wangi termasuk dalam sesuatu yang dianjurkan untuk digunakan, karena dapat menambah rasa nyaman dan adab dalam pergaulan.
Penggunaan parfum yang halal dan bersih menekankan pentingnya menjaga kesucian diri saat beribadah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
3. Hadis mengenai aroma wangi Rasulullah

Diriwayatkan dari Tsabit, Anas berkata: “Aku tidak pernah mencium aroma parfum ambar, misik, atau wewangian lain yang lebih harum daripada keringat Nabi, dan aku tidak pernah menyentuh sutra yang lebih lembut daripada menyentuh Rasulullah” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa mulianya aroma tubuh dan parfum dalam kehidupan Nabi SAW.
Dengan hadis ini, umat muslim dianjurkan untuk meneladani kebiasaan Nabi dalam menggunakan parfum. Wewangian bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian dari sunnah yang menekankan kesopanan, keindahan, dan ketenangan dalam beribadah.
4. Manfaat menggunakan parfum saat beribadah

Penggunaan parfum saat sholat dapat membantu menciptakan suasana yang lebih khusyuk dan nyaman. Aroma wangi yang lembut dapat menenangkan indera pencium dan mendukung kualitas ibadah seorang laki-laki.
Selain itu, parfum yang halal dan bebas alkohol menjaga kesucian ibadah, sehingga tidak mengganggu diri sendiri maupun jamaah di sekitarnya. Memilih parfum yang sesuai sunnah menjadi bagian dari adab dan etika seorang muslim dalam menjaga penampilan dan kesucian diri.
5. Bolekah memakai parfum beralkohol saat sholat?

Melansir dari laman Kemenag, bagi sebagian laki-laki muslim, muncul pertanyaan apakah parfum yang mengandung alkohol aman digunakan saat sholat. Menurut ulama dari mazhab Syafi’i, penggunaan parfum beralkohol tidak membatalkan shalat dan tidak memengaruhi kesucian ibadah.
Imam As-Syaukani menjelaskan bahwa alkohol dianggap suci. Sementara itu, istilah “rijsun” dalam Q.S. al-Maidah [5]:90 bermakna haram untuk dikonsumsi, bukan najis, sebagaimana dijelaskan dalam kitab As-Sailul Jarar.
Syekh Wahbah Az-Zuhayli menambahkan bahwa alkohol tetap dianggap benda suci, baik murni maupun dalam campuran, sehingga parfum beralkohol diperbolehkan untuk digunakan di luar konsumsi.
"Zat alkohol tidak najis menurut hukum Islam, berdasarkan kaedah fikih yang telah dinyatakan sebelumnya, bahwa prinsip dasar dalam sesuatu adalah suci; baik itu alkohol itu murni atau diencerkan atau dikurangi kadar alkoholnya dengan campuran air, dengan menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa najisnya khamr dan segala zat yang bisa memabukkan, sejatinya bersifat maknawi, bukan harfiah, dengan pertimbangan utamanya bahwa itu adalah benda kotor sebagai perbuatan setan."
Dengan memahami aturan dan sunnah penggunaan parfum, laki-laki muslim bisa tetap tampil wangi tanpa mengganggu kesucian sholat Jumat.


















