Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Makna Rompi yang Dikenakan El saat Siraman, Unsur Kerajaan Inggris

Makna Rompi yang Dikenakan El saat Siraman, Unsur Kerajaan Inggris
instagram.com/elelrumi
Intinya Sih
  • Rompi rancangan Didiet Maulana untuk El Rumi memadukan gaya Regency Inggris dengan adat Jawa, menciptakan tampilan elegan yang tetap menghormati tradisi lokal dalam prosesi siraman.
  • Penggunaan rompi sebelum dan sesudah siraman melambangkan kesiapan mental serta kedewasaan El Rumi dalam menyambut peran baru sebagai suami, menjadi simbol transformasi spiritual dan tanggung jawab.
  • Detail bordir tumbuhan pada rompi bermakna doa akan kehidupan baru yang tumbuh subur, sementara perpaduan warna biru langit dan teknik jumputan menegaskan harmoni antara modernitas dan budaya Nusantara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Momen siraman El Rumi yang berlangsung penuh haru baru-baru ini sukses mencuri perhatian publik, bukan hanya karena kesakralan acaranya, melainkan juga karena pilihan busana yang dikenakan. Desainer kenamaan Didiet Maulana melalui label Svarna by IKAT Indonesia secara khusus merancang sebuah rompi unik yang dikenakan El sebelum dan sesudah prosesi siraman. Menariknya, rompi ini tidak hanya membawa unsur tradisional, tapi juga menyisipkan nuansa kemewahan ala Kerajaan Inggris.

Sentuhan internasional yang dibawa ke dalam ritual adat Jawa ini terinspirasi dari era Regency di Inggris Raya, sebuah periode pada awal tahun 1800-an yang saat ini kembali populer berkat serial Bridgerton. Dengan perpaduan gaya ala pangeran Inggris dan pakem adat Nusantara, penampilan El Rumi memberikan napas baru dalam tren busana pernikahan pria. Mama pasti setuju kalau gaya ini membuat calon mempelai pria terlihat sangat berkelas tanpa meninggalkan akar budaya.

Pilihan desain ini tentu bukan tanpa alasan, Ma. Didiet Maulana ingin menciptakan sesuatu yang personal bagi El, yang memang dikenal memiliki karisma tersendiri. Melalui rompi tersebut, ada pesan tentang kedewasaan dan kesiapan seorang pria dalam menyongsong babak baru kehidupannya. Mari kita bedah lebih dalam mengenai detail dan filosofi "East meets West" ini, hasil kolaborasi apik sang desainer dengan fashion stylist Ivan Teguh Santoso. Berikut Popmama.com bagikan ulasan mendalam mengenai filosofi di balik penampilan sang calon pengantin yang memukau tersebut.

1. Adaptasi gaya klasik era regency inggris

Desain tanpa judul - 5.png
instagram.com/elelrumi

Gaya rompi atau waistcoat berwarna krem cerah yang dikenakan El Rumi ini mengambil referensi kuat dari era Regency, sebuah masa di Inggris abad ke-19 di mana busana pria sangat menonjolkan struktur tubuh yang gagah namun tetap terlihat elegan melalui detail kerah yang khas.

Didiet Maulana dengan cerdik mengadopsi potongan rompi tanpa lengan tersebut agar tetap selaras dengan kain bawahan yang dikenakan El, menciptakan siluet seorang gentleman yang sedang menjalankan tradisi lokal Indonesia dengan penuh wibawa.

Inspirasi ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam busana adat tidak memiliki batasan selama esensi prosesinya tetap terjaga. Mama bisa melihat bagaimana perpaduan elemen sejarah dunia dari Svarna by IKAT Indonesia ini memberikan napas baru pada ritual Siraman yang tradisional, membuatnya terlihat lebih modern dan fresh. Gaya ini sangat cocok bagi calon pengantin pria yang ingin tampil beda namun tetap menghormati akar budaya leluhurnya.

2. Waistcoat sebagai simbol kesiapan diri

Desain tanpa judul - 2.png
instagram.com/elelrumi

Dalam sejarah busana Inggris, waistcoat pada awalnya berfungsi sebagai undergarment atau pakaian dalam yang dikenakan sebelum memakai lapisan luar yang lebih tebal. Namun dalam prosesi siraman El, rompi ini menjadi bintang utama. Rompi ini digunakan sebelum El dimandikan, dilepas saat prosesi inti, dan dipakaikan kembali setelah tubuhnya bersih dan segar.

Secara filosofis, penggunaan rompi ini melambangkan lapisan kesiapan mental seorang calon pengantin pria. Sebelum ia benar-benar "bersih" secara spiritual melalui air siraman, rompi tersebut menjadi pelindung sekaligus penanda identitasnya.

Penggunaan kembali rompi setelah siraman menandakan bahwa El telah siap untuk memikul tanggung jawab baru sebagai seorang suami. Wah, ternyata sebuah rompi punya makna sedalam itu ya, Ma?

3. Simbol kehidupan baru lewat bordir tumbuhan

Desain tanpa judul - 3.png
instagram/elelrumi

Jika Mama perhatikan lebih dekat pada foto saat El duduk, terdapat detail bordir tumbuhan yang menjalar dengan indah di permukaan rompi tersebut. Motif ini bukan sekadar hiasan estetika semata, melainkan memiliki makna simbolis yang sengaja disisipkan. Motif tumbuhan yang merambat melambangkan harapan akan kehidupan baru yang terus tumbuh dan berkembang mencari cahaya.

Didiet Maulana menyebutkan bahwa motif ini adalah doa untuk kehidupan masa depan El Rumi bersama Syifa Hadju. Diharapkan hubungan mereka selalu diliputi keberuntungan, ketangguhan, dan kebahagiaan yang terus bertunas setiap harinya. Rompi ini seolah menjadi "doa yang bisa dipakai" oleh El di hari bahagianya. Memilih motif alam memang pilihan bijak karena menyampaikan pesan kesuburan dan kesejahteraan.

4. Perpaduan warna biru langit dan teknik jumputan

Desain tanpa judul - 6.png
instagram/elelrumi

Kekuatan penampilan El Rumi tidak hanya terletak pada rompinya, tapi juga pada padu padan warna yang dipilih oleh sang fashion stylist, Ivan Teguh Santoso. El mengenakan bawahan kain berwarna biru langit yang memberikan kesan tenang namun ceria. Warna biru langit ini sering kali diartikan sebagai simbol kesetiaan dan ketulusan, sebuah modal utama dalam menjalin sebuah pernikahan.

Kain tersebut juga memiliki sentuhan motif jumputan dan penggunaan obi atau ikat pinggang yang mempertegas penampilan El. Teknik jumputan yang merupakan salah satu kekayaan wastra Indonesia ini memberikan tekstur yang kontras dengan rompi bergaya Inggris di atasnya. Perpaduan ini menciptakan harmoni yang sangat cantik dipandang mata, memberikan inspirasi bagi Mama yang ingin memadukan warna pastel modern dengan motif tradisional.

5. Keselarasan selop bergaya regency

Desain tanpa judul - 4.png
instagram/elelrumi

Untuk melengkapi penampilannya dari ujung kepala hingga ujung kaki, El Rumi mengenakan alas kaki berupa selop yang juga terinspirasi dari era Regency. Selop ini didesain sedemikian rupa agar tetap memberikan kenyamanan selama prosesi adat namun tetap sejalan dengan tema besar "Bangsawan Inggris" yang diusung oleh tim kreatif di balik penampilan El.

Pemilihan alas kaki yang selaras sangat penting untuk menjaga keutuhan konsep busana, Ma. Meskipun terlihat sederhana, selop yang tepat bisa mengangkat keseluruhan penampilan. Dalam momen sakral seperti ini, langkah kaki calon mempelai pria harus terlihat mantap, dan selop khusus ini membantu El melangkah dengan penuh percaya diri menuju tempat siraman. Penampilan El benar-benar sempurna dari ujung rambut hingga ujung kaki!

Melihat makna mendalam di balik busana El Rumi, kita belajar bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan dengan sangat indah. Mama juga bisa menerapkan prinsip ini dalam berbagai acara spesial keluarga, yaitu dengan menyisipkan detail-detail yang bermakna personal ke dalam busana yang dikenakan.

Yuk, jangan takut untuk berkreasi dan memberikan sentuhan unik pada setiap momen berharga Mama dan keluarga! Semoga kisah di balik rompi El Rumi ini bisa menjadi inspirasi bagi Mama untuk selalu menghargai setiap proses dan makna dalam hidup. Semangat terus dalam menciptakan kenangan indah bersama keluarga ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More