Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Kulit Laki-Laki Gampang Berminyak & Berjerawat?

Mengapa Kulit Laki-Laki Gampang Berminyak & Berjerawat?
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih

  • Kulit laki-laki lebih berminyak karena pengaruh hormon testosteron dan jumlah kelenjar sebasea yang lebih banyak, membuatnya rentan terhadap jerawat terutama saat kadar hormon meningkat.
  • Faktor genetik, pola makan tinggi lemak dan gula, serta penggunaan produk perawatan yang tidak sesuai dapat memperparah produksi minyak berlebih di wajah.
  • Stres, kurang tidur, kebiasaan menyentuh wajah tanpa mencuci tangan, dan jarangnya eksfoliasi turut memicu penyumbatan pori-pori serta munculnya jerawat pada kulit laki-laki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Wajah yang tampak kusam dan mengilap menjelang siang hari sering kali menjadi tantangan bagi laki-laki dalam menjaga penampilan. Kondisi wajah berminyak ini memang cukup mengganggu, terutama karena dapat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat yang membuat rasa percaya diri menurun.

Secara struktur, kulit laki-laki cenderung lebih tebal 20-25% dibandingkan wanita karena kadar kolagen yang lebih tinggi. Selain itu, laki-laki memiliki jumlah kelenjar sebasea penghasil minyak yang lebih banyak dan aktif akibat pengaruh hormon testosteron, yang berfungsi melindungi kulit namun bisa menimbulkan masalah jika produksinya berlebihan.

Memahami penyebab utama dan langkah perawatan yang tepat sangat krusial untuk mengontrol produksi sebum agar tidak membanjir. Agar kulit wajah tetap sehat, segar, dan bebas dari masalah jerawat, berikut Popmama.com bagikan fakta Mengapa Kulit laki-laki Gampang Berminyak & Berjerawat?

Table of Content

1. Peran hormon testosteron

1. Peran hormon testosteron

Peran hormon testosteron
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kadar hormon testosteron yang tinggi pada laki-laki secara langsung merangsang kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak sebum. Fluktuasi hormon, terutama saat masa pubertas, sering kali memperparah kondisi ini sehingga produksi minyak di wajah meningkat drastis.

Laki-laki dengan kadar testosteron yang lebih tinggi cenderung memiliki kulit yang lebih berminyak. Hal ini juga membuat kulit laki-laki menjadi lebih rentan terhadap masalah seperti jerawat dibandingkan mereka yang memiliki kadar hormon lebih rendah.

Selain itu, hormon ini juga memengaruhi cara tubuh merespons stres, yang dapat memicu aktivitas kelenjar minyak menjadi lebih agresif. Oleh karena itu, kestabilan hormon memegang peranan penting dalam menentukan kondisi kulit.

2. Faktor genetik yang diwariskan

Faktor genetik yang diwariskan
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kondisi kulit wajah yang berminyak sering kali dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan dari keluarga. Jika orang tua atau saudara kandung memiliki kulit berminyak, kemungkinan besar kamu juga akan mengalami hal yang sama.

Kelenjar sebasea yang berukuran lebih besar dan aktif adalah salah satu ciri fisik yang diwariskan dalam keluarga. Hal ini membuat beberapa orang secara alami memproduksi minyak lebih banyak daripada yang lain sejak lahir.

Susunan genetik seseorang berperan besar dalam menentukan tingkat aktivitas kelenjar minyak mereka. Karena hal tersebut ditentukan oleh faktor keturunan, kondisi kulit berminyak sering kali menjadi sifat bawaan yang sulit untuk dihindari sepenuhnya.

3. Pengaruh asupan makanan

Pengaruh asupan makanan
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Pola makan yang tinggi lemak, gula, dan produk olahan dapat merangsang produksi sebum secara berlebihan di kulit. Makanan seperti gorengan dan cokelat sering kali menjadi pemicu yang memperburuk kondisi kulit berminyak.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan kadar insulin di dalam tubuh. Lonjakan insulin inilah yang kemudian merangsang kelenjar minyak untuk bekerja lebih keras memproduksi sebum.

Untuk mengontrol kondisi ini, sangat disarankan untuk menjaga pola makan seimbang. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan kaya serat untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam.

4. Penggunaan produk perawatan yang salah

Penggunaan produk perawatan yang salah
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Memilih produk perawatan yang tidak sesuai, seperti pelembap dengan tekstur terlalu berat, dapat menyebabkan pori-pori tersumbat. Pori-pori yang tersumbat akan membuat produksi minyak semakin meningkat dan terperangkap di bawah kulit.

Pembersih wajah yang mengandung alkohol berlebihan justru bisa membuat kulit menjadi kering. Akibatnya, kelenjar minyak akan bekerja lebih aktif untuk memproduksi minyak alami sebagai respons untuk melembapkan kulit kembali.

Penting untuk memilih produk khusus kulit berminyak yang berlabel non-komedogenik. Produk jenis ini dirancang untuk tidak menyumbat pori-pori sehingga lebih aman bagi pemilik kulit berminyak.

5. Dampak stres dan kurang tidur

Dampak stres dan kurang tidur
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Ketika tubuh mengalami stres, kadar hormon kortisol akan meningkat. Kortisol dikenal dapat memicu kelenjar sebasea untuk memproduksi sebum dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya.

Kurang tidur juga memengaruhi proses regenerasi kulit yang sehat. Saat siklus tidur terganggu, tubuh tidak dapat melakukan perbaikan kulit dengan optimal, yang berdampak pada produksi minyak yang bertambah.

Manajemen stres yang baik melalui olahraga atau meditasi sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan hormon. Dengan pikiran yang tenang dan istirahat cukup, kesehatan kulit akan lebih terjaga.

6. Kebiasaan menyentuh wajah

Kebiasaan menyentuh wajah
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Sering menyentuh wajah tanpa mencuci tangan dapat memindahkan bakteri dan kotoran dari tangan ke kulit wajah. Kotoran yang berpindah ini dapat menyumbat pori-pori dan memicu peradangan atau jerawat.

Banyak laki-laki tidak menyadari bahwa kebiasaan sepele ini menjadi penyebab utama jerawat yang membandel. Mengurangi frekuensi menyentuh wajah akan membantu menjaga kebersihan pori-pori.

Selalu ingat untuk mencuci tangan sebelum menyentuh area wajah agar bakteri tidak berpindah. Kebiasaan ini terlihat sederhana namun sangat efektif dalam meminimalisir risiko jerawat.

7. Pentingnya eksfoliasi rutin

Pentingnya eksfoliasi rutin
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Eksfoliasi berfungsi untuk mencegah penumpukan minyak, sel kulit mati, dan kotoran yang menumpuk di pori-pori. Bagi pemilik kulit berminyak, langkah ini sangat penting untuk menjaga tekstur kulit tetap bersih.

Pilihlah eksfoliator berbahan lembut, seperti BHA (Beta Hydroxy Acid), yang mampu menembus pori-pori secara mendalam. Bahan ini sangat efektif dalam membersihkan sisa minyak yang menyumbat.

Lakukan eksfoliasi cukup 1-2 kali dalam seminggu agar tidak menyebabkan iritasi. Hasilnya, kulit akan terlihat lebih cerah dan terbebas dari kilap minyak yang mengganggu.

Menjaga kesehatan kulit memang memerlukan disiplin dan pemilihan produk yang tepat agar masalah minyak dan jerawat tidak terus berulang. Mulailah perhatikan pola makan serta kebiasaan sehari-hari sekarang juga agar penampilanmu tetap segar dan percaya diri setiap saat!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More