Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Muscle Is the New Beauty, Mengapa Otot Wajah Penting dalam Perawatan Anti-Aging?

4 min read
Muscle Is the New Beauty, Mengapa Otot Wajah Penting dalam Perawatan Anti-Aging?
Dok. Regenesis
  • Penuaan wajah melibatkan kulit, jaringan lemak, otot, dan struktur penunjang lain yang memengaruhi bentuk serta kontur wajah.

  • WonderFace menghadirkan NMS dan RF dengan program yang dapat disesuaikan berdasarkan kondisi serta kebutuhan pasien.

  • Penelitian menunjukkan potensi stimulasi otot wajah, tetapi hasilnya tidak dapat langsung menjadi bukti efektivitas WonderFace secara spesifik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seiring bertambahnya usia, perubahan pada wajah tidak hanya terlihat dari munculnya kerutan atau kulit yang mulai kehilangan elastisitas. Wajah juga bisa terlihat kurang kencang, kontur yang berubah, hingga area pipi dan rahang yang tampak menurun.

Kondisi ini membuat perawatan anti-aging kini semakin berkembang. Tak hanya berfokus pada permukaan kulit, perhatian juga mulai beralih pada struktur di bawahnya, termasuk otot wajah yang berperan dalam menopang dan menggerakkan wajah.

Melihat perkembangan tersebut, Regenesis Indonesia menghadirkan WonderFace di Indonesia dengan pendekatan perawatan yang turut memperhatikan otot wajah. Lantas, apa yang membuat otot wajah menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai kecantikan dan penuaan?

Berikut Popmama.com merangkum informasinya.

  1. 1. Penuaan wajah tidak hanya terjadi pada kulit

    muche face.jpg
    Dok. Regenesis

    Saat membicarakan penuaan, banyak orang langsung teringat pada kerutan, kulit kendur, dan berkurangnya elastisitas. Padahal, proses penuaan wajah melibatkan berbagai lapisan, mulai dari kulit, jaringan lemak, otot, hingga struktur penunjang lainnya.

    Perubahan pada lapisan-lapisan tersebut dapat memengaruhi bentuk dan kontur wajah. Karena itu, seseorang mungkin merasa wajahnya masih terlihat kurang kencang meskipun sudah menjalani berbagai perawatan yang berfokus pada kulit.

    Penelitian mengenai facial aging yang dipublikasikan melalui PubMed juga menjelaskan bahwa penuaan wajah merupakan proses kompleks yang melibatkan perubahan pada berbagai struktur wajah, bukan hanya kulit.

    President Director PT Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati, melihat bahwa pemahaman mengenai struktur wajah menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia estetika modern.

    "Kami melihat adanya perubahan cara pandang dalam facial aesthetics. Wajah tidak hanya terdiri dari kulit yang terlihat, tetapi juga struktur di bawahnya yang ikut membentuk, menopang, dan menggerakkan wajah. Karena itu, perhatian terhadap otot wajah menjadi bagian menarik dari perkembangan treatment estetika modern," ujarnya.

  2. 2. WonderFace hadir dengan pendekatan perawatan yang memperhatikan otot wajah

    DSC02526.jpg
    Dok. Regenesis

    Dalam perkembangan perawatan estetika, perhatian terhadap otot wajah mulai menjadi salah satu pendekatan yang diperhitungkan. Salah satunya melalui teknologi stimulasi neuromuskular atau Neuromuscular Stimulation (NMS), yang memberikan stimulasi pada otot.

    WonderFace hadir di Indonesia dengan menawarkan pendekatan tersebut. Perangkat ini memiliki dua platform teknologi independen yang dapat digunakan secara terpisah, yakni NMS untuk stimulasi otot wajah dan radiofrequency (RF) untuk perawatan jaringan kulit.

    Penggunaan kedua modalitas tersebut dapat disesuaikan oleh dokter berdasarkan kondisi, kebutuhan, dan tujuan perawatan setiap pasien. Dengan demikian, pilihan perawatan tidak harus selalu berfokus pada satu aspek saja, melainkan dapat mempertimbangkan kebutuhan kulit maupun otot wajah.

    WonderFace juga menyediakan 10 pilihan program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari lifting dan tonifikasi hingga program untuk kebutuhan seperti facial contouring, bruxism, dan lymphatic drainage.

    Meski demikian, setiap program memiliki tujuan dan pertimbangan tersendiri. Konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk menentukan apakah suatu perawatan sesuai dengan kondisi wajah dan kebutuhan masing-masing individu.

  3. 3. Penelitian stimulasi otot wajah menunjukkan hasil yang menjanjikan

    DSC02507.jpg
    Dok. Regenesis

    Ketertarikan terhadap stimulasi otot wajah juga didukung oleh sejumlah penelitian yang mengeksplorasi potensinya dalam perawatan estetika.

    Salah satu studi terkontrol terhadap 108 perempuan yang dipublikasikan di PubMed melaporkan bahwa stimulasi otot wajah selama 12 minggu dikaitkan dengan peningkatan ketebalan otot zygomaticus major sebesar 18,6 persen. Otot ini berada di area pipi dan berperan dalam gerakan tersenyum. Studi tersebut juga melaporkan perbaikan pada aspek kekencangan, tonus, dan pengangkatan wajah yang dinilai dalam penelitian.

    Penelitian lain yang melibatkan perempuan Asia turut melaporkan perubahan pada sejumlah parameter, termasuk elastisitas kulit, kerutan, kulit kendur, garis senyum, dan kontur rahang setelah delapan minggu stimulasi otot wajah.

    Meski hasil penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai potensi stimulasi otot wajah, penting untuk memahami bahwa studi-studi itu menggunakan protokol dan perangkat tertentu. Hasilnya tidak dapat langsung dijadikan bukti efektivitas WonderFace secara spesifik.

    Pada akhirnya, perawatan anti-aging perlu dipahami sebagai pendekatan yang menyeluruh. Kondisi kulit, struktur wajah, kebiasaan sehari-hari, serta kebutuhan setiap individu dapat berbeda sehingga hasil perawatan pun tidak selalu sama.

    Melalui pendekatan muscle care, WonderFace mengajak masyarakat melihat kecantikan dari perspektif yang lebih luas, tidak hanya dari tekstur kulit, tetapi juga struktur yang berperan dalam membentuk wajah.

    Sebelum memilih perawatan estetika, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat memahami pilihan yang tersedia, manfaat yang diharapkan, serta risiko dan keterbatasannya.

    Muscle is the new beauty.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More