Penampilan Baila di pemotretan kali ini, terasa seperti perpaduan apik antara mode kelas atas dan warisan Indonesia–sangat selaras dengan citranya sebagai bagian dari no na, yang memadukan siluet modern dengan elemen budaya. Busananya dilengkapi dengan atasan korset yang pas di badan, berwarna terakota hangat, dengan detail manik-manik rumit dan hiasan bintang laut.
Korset karya BIJA tersebut berhasil memberikan nuansa nuansa romantis, apalagi dipadukan dengan sheer skirt berwarna cokelat terang, dari Bepe Atelier. Perpaduan busana tersebut menampilkan keberanian dan keanggunan, lewat permainan tekstur dan detail-detail kecil.
Namun, pernyataan sebenarnya terletak pada anting-antingnya dari Manjusha Nusantara. Potongan-potongan berwarna emas ini sangat artistik, menampilkan bentuk seperti sinar matahari dan motif simbolis yang menggemakan ornamen tradisional Indonesia.
Sebagai merek, Manjusha Nusantara dikenal karena menafsirkan kembali perhiasan Nusantara kuno menjadi karya modern yang dapat dikenakan, dan seringkali terinspirasi oleh artefak sejarah dan kerajinan regional. Warisan itu terlihat jelas lewat penampilan Baila. Seorang penggemar pun menuliskan pendapatnya di medsos, mengatakan “no na Baila aku tahu kosmologi anting-antingmu, itu perhiasan jimat sitepal dari Batak Toba abad ke-19–Aku terkejut.”
Penampilan Baila disempurnakan dengan tatanan rambut yang disisir rapi ke belakang dan riasan wajah yang bercahaya. Baila membiarkan aksesori menjadi pusat perhatian. Hasilnya adalah tampilan yang tidak hanya menghasilkan tren–tetapi juga menceritakan sebuah kisah, menempatkan perhiasan etnik sebagai titik fokus utama dari keseluruhan penampilan.