Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
no na Pamerkan Budaya Indonesia Lewat Gaya Fashion
Instagram.com/allyshanila
  • Girl group Indonesia no na tampil di majalah Singapura dengan konsep fashion yang memadukan elemen modern dan budaya Nusantara, menonjolkan identitas lokal di panggung internasional.
  • Setiap anggota—Baila, Christy, Esther, dan Shaz—memakai busana serta perhiasan karya desainer Indonesia seperti BIJA, Manjusha Nusantara, dan Bepe Atelier yang menampilkan motif serta kerajinan tradisional.
  • Pemotretan ini digarap oleh tim penata gaya asal Indonesia dipimpin Allysha Nila, memastikan setiap tampilan no na tetap merepresentasikan keindahan dan keunikan budaya Indonesia secara autentik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama no na semakin dikenal di indistri musik, terutama di Asia Tenggara. Girl group asal Indonesia ini beranggotakan Christy, Esther, Baila, dan Shaz, dan dibentuk di bawah 88rising–label berpengaruh yang terkenal karena menemukan talenta Asia seperti NIKI, Rich Brian, sampai MILLI ke panggung global.

no na memang dikenal selalu memperkenalkan budaya Indonesia, selain dari musik mereka pun menonjolkan budaya Indonesia lewat penampilan fesyen mereka.

Baru-baru ini, keempatnya melakukan pemotretan dan interview bersama majalah ternama, yang berbasis di Singapura. Berikut, Popmama.com ajak kamu intip no na pamerkan budaya Indonesia lewat gaya fashion.

1. Baila

Instagram.com/bailafauri

Penampilan Baila di pemotretan kali ini, terasa seperti perpaduan apik antara mode kelas atas dan warisan Indonesia–sangat selaras dengan citranya sebagai bagian dari no na, yang memadukan siluet modern dengan elemen budaya. Busananya dilengkapi dengan atasan korset yang pas di badan, berwarna terakota hangat, dengan detail manik-manik rumit dan hiasan bintang laut. 

Korset karya BIJA tersebut berhasil memberikan nuansa nuansa romantis, apalagi dipadukan dengan sheer skirt berwarna cokelat terang, dari Bepe Atelier. Perpaduan busana tersebut menampilkan keberanian dan keanggunan, lewat permainan tekstur dan detail-detail kecil.

Namun, pernyataan sebenarnya terletak pada anting-antingnya dari Manjusha Nusantara. Potongan-potongan berwarna emas ini sangat artistik, menampilkan bentuk seperti sinar matahari dan motif simbolis yang menggemakan ornamen tradisional Indonesia. 

Sebagai merek, Manjusha Nusantara dikenal karena menafsirkan kembali perhiasan Nusantara kuno menjadi karya modern yang dapat dikenakan, dan seringkali terinspirasi oleh artefak sejarah dan kerajinan regional. Warisan itu terlihat jelas lewat penampilan Baila. Seorang penggemar pun menuliskan pendapatnya di medsos, mengatakan “no na Baila aku tahu kosmologi anting-antingmu, itu perhiasan jimat sitepal dari Batak Toba abad ke-19–Aku terkejut.”

Penampilan Baila disempurnakan dengan tatanan rambut yang disisir rapi ke belakang dan riasan wajah yang bercahaya. Baila membiarkan aksesori menjadi pusat perhatian. Hasilnya adalah tampilan yang tidak hanya menghasilkan tren–tetapi juga menceritakan sebuah kisah, menempatkan perhiasan etnik sebagai titik fokus utama dari keseluruhan penampilan.

2. Christy

Instagram.com/christygardenaa

Penampilan Christy memancarkan keanggunan yang ceria namun tetap tenang, di mana warna-warna cerah bertemu dengan kedalaman kerajinan tangan Indonesia. Dengan santai, ia mengenakan korset oranye cerah dari BIJA, siluetnya yang terstruktur diperhalus oleh detail tekstur yang lembut. 

Korset terlihat dipadukan dengan kain merah muda yang mengalir dari ANW X SETIA CAP CILI, dengan motif tradisional terbentang dalam lipatan yang mengalir–memberikan gerakan dan perpaduan budaya pada keseluruhan penampilan. Pilihan sepatu hak tingginya dari CHRISTIN WU menambahkan sentuhan feminin yang halus tanpa bersaing dengan palet warna yang berani.

Namun, aksesori lah yang benar-benar membuat penampilannya menarik. Anting-anting dari MANJUSHA NUSANTARA menghadirkan sentuhan pahatan yang terinspirasi dari warisan budaya, halus namun berdampak. Anting-anting ini membingkai wajahnya dengan nuansa sejarah yang tenang. 

Di lehernya, sebuah perhiasan pernyataan dari GELAP RUANG JIWA menambahkan sentuhan artistik. Melengkapi penampilan tersebut adalah gelang dari JEWEL BY BEPE ATELIER, yang menghadirkan kilau halus melalui pengerjaan yang rumit.

Makeupnya menyatukan semuanya dengan sempurna–kulit yang bercahaya dan berseri, mata yang terdefinisi dengan lembut, dan bibir berwarna koral hangat yang senada dengan korsetnya. Dengan rambutnya yang ditata dalam gelombang alami yang longgar, Christy menunjukkan keanggunan yang tak memiliki batas waktu.

3. Esther

elle.com.sg

Penampilan Esther tak kalah meneriakan warisan teksti budaya Indonesia dengan gaya modern. Ia terlihat mengenakan atasan halter dari SPACE&, yang dipercantik dengan korset berpotongan rapi dari ONE OFF ONES, menciptakan siluet yang terasa anggun. Palet warna yang terdiri dari oker bakar berpadu dengan plum gelap menambah kedalaman, sementara kain panjang dari ANW X SETIA CAP CILI memperkenalkan motif tradisional dalam gerakan yang mengalir Sebagai pelengkap di garis leher, bros pernyataan dari JEWEL BY BEPE ATELIER memberikan sentuhan kemewahan artistik.

Sama menariknya adalah gelang dari MANJUSHA NUSANTARA, yang berfungsi sebagai ekspresi dari keahlian warisan Indonesia. Dengan kehadirannya yang bertumpuk serta penggunaan detail rumit, gelang-gelang tersebut membangkitkan perhiasan tradisional yang terasa modern. 

Alih-alih mendominasi keseluruhan penampilan, elemen-elemen tersebut melengkapi–menggemakan budaya. Dengan gaya rambut yang digerai rapi dan sepatu hak minimalis, Esther membiarkan elemen-elemen etnik ini berpadu, memposisikannya bukan sebagai aksen, tetapi sebagai pernyataan dari penampilannya.

4. Shaz

elle.com.sg

Penampilan Shaza adalah contoh sempurna dalam berbusana dengan warna senada, memadukan siluet busana kelas atas dengan tekstur artistik. Ia mengenakan atasan dari Kallarona berwarna magenta yang ringan dan bertekstur lembut, memberikan kontras yang lembut dengan rok mini dari Mote Mote yang terstruktur dan berkilau. Rok berwarna merah muda tersebut dipercantik dengan pita manik-manik putih yang menambahkan sentuhan detail unik. Busana ini dilengkapi dengan sepatu bot setinggi lutut berwarna merah anggur tua, yang menyeimbangkan palet warna merah muda yang ceria dengan sentuhan yang canggih dan berani.

Pilihan riasan dan perhiasan berfungsi sebagai jembatan budaya yang sempurna untuk ansambel kontemporer ini. Riasannya tampak bersinar dari dalam, dengan penonjolan pada riasan mata cat-eye yang lembut dan bibir nude yang berkilau alami. Sentuhan keanggunan alami ditambahkan oleh hiasan rambut bunga merah muda yang cerah, yang mencerminkan warna busananya. 

Bagian yang paling menonjol dari tampilan ini dipertegas oleh Jewel by Bepe Atelier, yang menampilkan perhiasan bernuansa etnik yang menghadirkan nuansa penuh jiwa dan buatan tangan pada pemotretan. Sebuah rantai emas panjang dan halus menarik perhatian ke bawah, sementara gelang tebal berwarna tanah di lengan atasnya menghadirkan elemen pahatan yang berani yang merayakan keahlian pengrajin dalam konteks mode kelas atas.

5. Tim penata gaya dari Indonesia

Instagram.com/ellesingapore

Walaupun, pemotretan dan interview ini dilakukan untuk majalah yang berbasis di Singapura, namun ternyata tim penata gaya no na tetap berasal dari Indonesia. Tak heran, kalau looks yang disajikan berhasil membuat banyak penggermar semakin jatuh cinta dengan kecantikan dan keunikan budaya Indonesia.

Tim penata gaya untuk tampilan no na kali ini, dikepalai Allysha Nila, dengan para asisten yang terdiri dari Tiara Ale, Ranti Kusuma dan Silvana Floria. Tim ini jelas tahu cara menciptakan tampilan bagi setiap anggota no na, yang ingin menonjolkan budaya Indonesia ke pada dunia.

Itu dia, no na pamerkan budaya Indonesia lewat gaya fashion. Penampilan girl group ini, memang selalu bisa membuat semua perhatian tertuju kepada mereka, ya!

Editorial Team