Badan bungkuk memang lebih identik dengan proses penuaan. Namun, belum banyak yang tahu kalau kondisi ini tidak mengenal usia, termasuk anak muda sekalipun.
6 Penyebab Badan Bungkuk dan Cara Mengatasinya

- Kifosis atau postur bungkuk bisa dialami siapa saja, bukan hanya lansia, dan dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk, kelainan bawaan, cedera, hingga penyakit tertentu yang memengaruhi tulang belakang.
- Penyebab umum meliputi postur tubuh yang salah saat beraktivitas, penyakit Scheuermann, osteoporosis akibat penuaan, serta gangguan saraf atau otot seperti cerebral palsy dan sindrom genetik tertentu.
- Penanganan dilakukan sesuai penyebabnya melalui latihan penguatan otot, perbaikan kebiasaan harian, penggunaan brace bila perlu, terapi profesional, hingga operasi untuk kasus kifosis berat.
Dalam dunia medis, postur bungkuk dikenal sebagai kifosis, yaitu kondisi ketika tulang belakang bagian atas melengkung terlalu jauh ke depan.
Selain memengaruhi penampilan dan rasa percaya diri, postur yang membungkuk juga bisa menimbulkan nyeri, mengganggu pergerakan, hingga memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
Kifosis pada lansia memang sering kali dipengaruhi oleh faktor usia. Namun, bagi usia remaja dan dewasa, kifosis umumnya muncul karena kebiasaan yang kelihatannya sepele atau bahkan kelainan bawaan sedari lahir.
Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Popmama.com telah merangkum 6 penyebab badan bungkuk dan cara mengatasinya berikut ini.
Table of Content
1. Kebiasaan postur tubuh yang buruk

Sering duduk membungkuk di depan laptop, menunduk terlalu lama saat bermain ponsel, atau jarang menggerakkan tubuh, bisa menjadi awal munculnya postur bungkuk. Itu karena otot dan ligamen penyangga tulang belakang meregang secara berlebihan.
Menurut Functional Patterns Brisbane, kondisi ini biasanya diperparah oleh gaya hidup yang kurang aktif. Lama-kelamaan, otot punggung atas menjadi lemah, sementara otot dada justru semakin kaku dan memendek.
Kondisi ini kemudian mengakibatkan bahu cenderung tertarik ke depan dan tubuh semakin sulit berdiri tegak secara alami.
Namun jangan khawatir, jenis bungkuk seperti ini biasanya masih bisa diperbaiki melalui latihan postur, olahraga penguatan otot, dan perubahan kebiasaan sehari-hari.
2. Penyakit Scheuermann

Tidak semua kasus badan bungkuk disebabkan oleh kebiasaan buruk. Pada sebagian orang, kondisi ini muncul karena gangguan pertumbuhan tulang belakang yang dikenal sebagai penyakit Scheuermann.
University of Maryland Medical Center menjelaskan, kondisi ini terjadi ketika beberapa ruas tulang belakang tumbuh tidak seimbang selama masa remaja. Bagian depan tulang tumbuh lebih lambat dibanding bagian belakang.
Akibat perubahan bentuk tersebut, punggung membentuk lengkungan yang lebih kaku dibanding bungkuk biasa. Bahkan saat penderita berusaha berdiri tegak, lengkungan tersebut sering kali tetap terlihat.
Kondisi ini juga dapat menimbulkan nyeri, terutama setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama.
3. Penuaan dan osteoporosis

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami banyak perubahan, termasuk pada tulang belakang. Bantalan di antara ruas-ruas tulang belakang akan kehilangan cairan dan menyusut secara bertahap sehingga postur tubuh cenderung condong ke depan.
Masalah ini bisa menjadi lebih serius jika seseorang mengalami osteoporosis. Berdasarkan publikasi PubMed Central, osteoporosis membuat tulang menjadi rapuh dan lebih mudah mengalami fraktur kompresi atau keretakan kecil akibat tekanan sehari-hari.
Ketika beberapa ruas tulang belakang mulai mengempis atau retak, punggung dapat terlihat semakin membungkuk dan bahkan membentuk punuk yang cukup jelas, terutama pada lansia.
4. Kelainan bawaan sejak lahir

Pada beberapa orang, badan bungkuk sudah mulai terbentuk bahkan sejak seseorang masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini dikenal sebagai kifosis kongenital.
Kondisi tersebut terjadi ketika tulang belakang janin tidak berkembang secara sempurna atau ada beberapa ruas tulang yang menyatu secara tidak normal sebelum lahir. Akibatnya, lengkungan pada punggung sudah mulai terbentuk sejak usia dini.
Berbeda dengan bungkuk akibat kebiasaan sehari-hari, kelainan bawaan biasanya akan semakin terlihat seiring pertumbuhan anak.
Karena itu, kondisi ini perlu dipantau secara rutin oleh dokter agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius pada saraf maupun fungsi gerak tubuh di kemudian hari.
5. Cedera, tumor, atau penyakit lain yang merusak tulang belakang

Dikutip dari Cleveland Clinic, kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau benturan keras saat berolahraga dapat menyebabkan patah tulang belakang atau kerusakan pada jaringan penyangganya.
Jika proses penyembuhan tidak berjalan sempurna, bentuk tulang belakang bisa berubah dan membuat tubuh cenderung membungkuk ke depan.
Selain cedera, keberadaan tumor atau kanker yang menyerang tulang belakang juga dapat menjadi penyebabnya. Hal itu terjadi karena sel kanker dapat melemahkan struktur tulang sehingga lebih mudah retak atau mengalami kerusakan.
Dalam beberapa kasus, pengobatan kanker seperti radioterapi juga dapat memengaruhi kekuatan tulang sehingga meningkatkan risiko terjadinya kifosis.
6. Gangguan saraf, otot, dan kondisi genetik tertentu

Postur tubuh yang tegap sebenarnya bergantung pada kerja sama yang baik antara tulang, otot, dan sistem saraf. Jika salah satu di antaranya mengalami gangguan, bentuk tulang belakang juga bisa ikut berubah.
Beberapa kondisi neuromuskular seperti cerebral palsy, distrofi otot, atau dampak jangka panjang polio dapat menyebabkan otot-otot penyangga punggung melemah. Saat otot tidak lagi mampu menahan tubuh tetap tegak, tulang belakang perlahan akan melengkung ke depan.
Selain itu, ada juga beberapa sindrom genetik yang berkaitan dengan munculnya postur bungkuk. Misalnya, Sindrom Marfan atau Sindrom Prader-Willi yang kemudian dapat memengaruhi kekuatan jaringan ikat yang berfungsi menopang tulang belakang.
Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan mengalami perubahan postur sejak usia muda.
Cara Mengatasi dan Memperbaiki Badan Bungkuk

Cara mengatasi badan bungkuk tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya. Bagi kondisi yang masih ringan dan disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, perubahan gaya hidup sering kali sudah memberikan hasil yang cukup baik.
Rutin Melakukan Latihan Penguatan Otot
Kalau bungkuk disebabkan oleh postur tubuh yang buruk, latihan fisik menjadi salah satu langkah yang paling dianjurkan.
Dilansir dari Back in Motion Physical Therapy & Performance, latihan yang berfokus pada otot inti (core), punggung atas, dan area belikat dapat membantu tubuh kembali mempertahankan posisi yang lebih tegak.
Di saat yang sama, peregangan otot dada juga penting dilakukan karena area ini sering kali menjadi terlalu kaku akibat kebiasaan membungkuk.
Memperbaiki Pola Gerak Sehari-hari
Olahraga saja tidak cukup jika kebiasaan sehari-hari masih sama. Cara duduk, berdiri, berjalan, hingga posisi saat menggunakan ponsel pun juga perlu diperhatikan.
Semakin sering tubuh berada dalam posisi yang benar, semakin mudah pula otot dan tulang belakang beradaptasi kembali ke postur yang sehat.
Karena itu, cobalah sesekali mengecek posisi bahu, leher, dan punggung saat bekerja atau belajar. Kebiasaan kecil seperti ini dapat memberikan perubahan besar dalam jangka panjang.
Menggunakan Penyangga (Brace) Bila Diperlukan
Pada remaja yang mengalami penyakit Scheuermann atau kelainan struktur tulang belakang tertentu, dokter terkadang menyarankan penggunaan brace atau penyangga khusus.
Alat ini membantu menahan perkembangan lengkungan tulang belakang agar tidak semakin parah selama masa pertumbuhan. Penggunaan brace biasanya disesuaikan dengan usia, tingkat kelengkungan, dan rekomendasi dokter spesialis.
Menjalani Terapi atau Perawatan Profesional
Pada beberapa kasus, bantuan tenaga profesional juga sangat diperlukan.
The Balanced Chiropractic Centre menjelaskan bahwa terapi fisik maupun perawatan kiropraktik dapat membantu meningkatkan mobilitas sendi, mengurangi kekakuan otot, serta mendukung perbaikan postur tubuh.
Namun, jenis terapi yang dipilih sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan dilakukan oleh tenaga yang kompeten.
Operasi untuk Kondisi yang Berat
Kalau kelengkungan tulang belakang sudah sangat parah, menimbulkan nyeri berkepanjangan, atau mulai mengganggu fungsi saraf dan pernapasan, tindakan operasi mungkin menjadi pilihan terakhir.
Operasi biasanya dipertimbangkan ketika sudut kelengkungan sudah cukup besar atau ketika berbagai terapi lain tidak lagi memberikan hasil yang memadai.
Tujuannya adalah meluruskan sekaligus menstabilkan tulang belakang agar kualitas hidup pasien dapat meningkat.
Itu tadi 6 penyebab badan bungkuk dan cara mengatasinya. Yuk, kita lebih perhatikan postur tubuh dan kesehatan tulang untuk mencegah kondisi ini terjadi!


















