5 Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran, Lebih Baik yang Mana?

Aktivitas yang dilakukan sehari-hari tak terlepas membuat tubuh kita berkeringat. Salah satu cara untuk tetap nyaman dan percaya diri adalah dengan menggunakan deodoran atau antiperspirans.
Namun, apakah kamu tahu perbedaan keduanya? Meski sering dianggap sama, deodoran dan antiperspiran sebenarnya memiliki fungsi dan bahan aktif yang berbeda.
Nah, kali ini Popmama.com siap membahas perbedaan deodoran dan antiperspiran, kira-kira lebih baik yang mana?
1. Antiperspiran efektif menghambat keringat, tetapi tidak dirancang untuk menghentikan bau

Antiperspiran mengandung bahan yang dapat menyumbat atau memperlambat kerja kelenjar keringat, sehingga mengurangi produksi keringat. Antiperspiran sangat efektif dalam mencegah keringat berlebih dari dalam tubuh.
Namun, antiperspiran tidak dapat menghilangkan atau membunuh bakteri penyebab bau pada ketiak. Pada dasarnya, keringat tidak berbau. Bau tidak sedap pada ketiak muncul ketika keringat bertemu dengan bakteri di kulit.
Oleh karena itu, menjaga ketiak tetap bersih dan bebas bulu sangat penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau.
2. Deodoran dapat membunuh bakteri penyebab bau ketiak

Jika tujuan utama kamu untuk menghilangkan bau selama beraktivitas, menggunakan deodoran merupakan jawabannya. Pasalnya, deodoran berfungsi membunuh bakteri penyebab bau ketiak, sehingga melindungi ketiakmu beberapa jam dari bau tak sedap.
Selain itu, bau badan bisa teratasi dengan memakai deodoran yang memiliki aroma harum dan lembut. Jadi, ada baiknya kamu memilih wangi deodoran yang sesuai dengan selera.
3. Deodoran masuk golongan kosmetik, antiperspiran adalah obat

Perbedaan paling mencolok antara deodoran dan antiperspiran terletak pada klasifikasi produknya. Deodoran dikategorikan sebagai produk kosmetik, sedangkan antiperspiran termasuk bagian obat.
Ini berarti produksi dan penggunaan antiperspiran harus mematuhi peraturan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga pengawasan obat di suatu negara. Contohnya, antiperspiran wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada label kemasannya
4. Deodoran tidak menyumbat pori-pori, antiperspiran menyumbat pori-pori

Deodoran merupakan produk yang bekerja dengan cara tidak menyumbat pori-pori, sehingga tak mengurangi produksi keringat. Hal ini menyebabkan sebagian orang merasa ketiaknya tetap basah saat menggunakan produk deodoran.
Sebaliknya, antiperspiran bekerja dengan menutup pori-pori, sehingga bertujuan membatasi produksi keringat.
5. Menggunakan deodoran antiperspiran bisa menjadi cara menghindari bau badan dan ketiak berkeringat

Intinya adalah jika kamu bermasalah dengan ketiak cepat berbau, maka pilihlah deodoran. Sedangkan, untuk ketiak yang sering basah dan lebih sering beraktivitas di luar ruangan, maka antiperspiran bisa menjadi pilihan tepat.
Namun, jika kamu memang menyukai cara yang lebih praktis, maka pilihlah produk kombinasi deodoran antiperspiran dalam satu produk. Di pasaran Indonesia telah menjual sejumlah produk yang mencakup dua fungsi tersebut.
Salah satu produk yang memberikan perlindungan efektif dari keringat dan bau badan adalah Perspirex. Produk perawatan kulit asal Denmark ini dibuat khusus untuk mengontrol keringat dan memberikan proteksi dari bau hingga 5 hari dalam sekali pemakaian. Produknya terbukti secara klinis memberikan proteksi jangka panjang yang superior.
Nah, jadi itu dia perbedaan deodoran dan antiperspiran. Jadi, kamu lebih cocok pakai yang mana?



















