Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Rina Nose Curhat Alami Post-Op Blues, Sempat Kaget dan Cemas!

Rina Nose Curhat Alami Post-Op Blues, Sempat Kaget dan Cemas!
instagram.com/rinanose16
Intinya Sih
  • Rina Nose mengungkapkan pengalaman post-op blues setelah operasi hidung, di mana rasa cemas dan kaget muncul justru saat masa pemulihan, bukan sebelum tindakan medis dilakukan.
  • Ia sempat merasa menyesal dan khawatir melihat pembengkakan di wajahnya pada minggu pertama pascaoperasi, hingga berpikir hasil akhirnya tidak akan berubah.
  • Dukungan dokter Tompi membantu Rina memahami proses penyembuhan dan pentingnya aktivitas ringan serta komunikasi dengan tenaga medis untuk menjaga kesehatan mental selama pemulihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Melakukan prosedur kecantikan untuk meningkatkan rasa percaya diri memang menjadi pilihan banyak orang, termasuk bagi selebriti serba bisa, Rina Nose. Namun, siapa sangka di balik keputusannya melakukan operasi hidung, ada cerita yang jarang dibagikan ke publik. Dalam perbincangannya di program Rumpi No Secret, Rina mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kondisi psikologis yang cukup mengejutkan pascaoperasi.

Menariknya, Rina mengaku sama sekali tidak merasa takut saat akan menjalani proses operasi karena ia sudah memahami prosedur pembiusan yang membuatnya tidak ingat apa-apa. Tantangan sebenarnya justru muncul saat masa pemulihan dimulai. Ia merasakan adanya kekhawatiran, rasa kaget, hingga kecemasan yang datang justru setelah tindakan medis tersebut selesai dilakukan.

Kondisi yang dialami Rina ini ternyata dikenal dengan istilah post-op blues. Sayangnya, Rina merasa informasi mengenai pemulihan secara psikologis ini masih sangat jarang dibagikan di mana pun, sehingga ia harus mencari tahu sendiri melalui pengalaman orang lain di luar negeri yang merasakan hal serupa. Rina bahkan sempat merasa menyesal sesaat dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapa ia melakukan prosedur tersebut di awal masa penyembuhannya.

Berikut ini Popmama.com bagikan rangkuman perjalanan Rina Nose saat menghadapi post-op blues

1. Munculnya kecemasan setelah operasi selesai

14fd4ca8-afcb-4d00-8bc5-3c04b4b87960.jpeg
instagram.com/rinanose16

Banyak orang mungkin merasa tegang sebelum masuk ruang operasi, tapi bagi Rina Nose, ketakutan itu justru tidak ada sama sekali di awal. Ia merasa sangat tenang karena sudah tahu pasti akan dibius dan tidak akan mengingat proses pengerjaannya. Namun, begitu operasi selesai dan memasuki masa pemulihan, perasaan cemas dan kaget itu mulai muncul secara tiba-tiba.

Rina menyadari bahwa tidak banyak orang yang berbagi tentang bagaimana kondisi psikologis seseorang selama masa penyembuhan pascatindakan medis. Hal ini membuatnya sempat merasa bingung dengan perasaan tidak nyaman yang menghampirinya.

"nggak ada yang sharing tentang kondisi pemulihan itu gimana secara psikologis" ungkapnya.

Kecemasan ini menjadi pengalaman baru bagi Rina, mengingat ia merasa sudah memikirkan segala jenis komentar netizen yang akan menyerangnya sebelum operasi dilakukan. Ia baru menyadari bahwa pemulihan bukan hanya soal fisik, tapi juga soal fase emosional yang disebut post-op blues. Inilah yang kemudian membuatnya mencari tahu lebih dalam tentang kondisi depresi ringan yang bisa terjadi selama masa pemulihan.

2. Sempat merasa menyesal akibat melihat pembengkakan

da067870-5978-4206-b72c-3f30b0996781.jpeg
instagram.com/rinanose16

Pada minggu pertama pascaoperasi, tepatnya sekitar hari kelima, Rina sempat berada di titik terendah secara mental. Ia melihat wajahnya di cermin dan merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi hidungnya yang masih bengkak. Rasa menyesal pun sempat terlintas di pikirannya.

"Aku sempat juga mikir, ah ngapain sih? Kenapa sih kemarin?" ungkapnya mengenang momen galau tersebut.

Karena tidak ada memar yang terlihat di wajahnya, Rina sempat mengira bahwa bentuk hidungnya saat bengkak tersebut adalah hasil akhirnya. Pikiran bahwa mukanya akan tetap seperti itu membuatnya merasa sangat cemas karena ia mengira prosesnya sudah selesai. Ia sempat membandingkan kondisinya dengan orang di luar negeri yang bahkan sampai mengalami depresi selama dua bulan karena mengira wajahnya akan tetap terlihat seperti saat masa bengkak.

Perasaan menyesal ini sebenarnya adalah bagian dari reaksi psikologis terhadap perubahan drastis yang sedang diproses oleh pikiran. Rina sempat merasa terjebak dalam kekhawatiran karena belum terbiasa dengan tampilan barunya yang masih dalam tahap pemulihan awal. Beruntung, ia segera menyadari bahwa itu hanyalah fase sementara yang memang menjadi bagian dari perjalanan operasinya.

3. Pentingnya berkonsultasi dengan dokter yang tepat

5f25c766-90c7-4e4f-b9a2-9997b2633549.jpeg
instagram.com/rinanose16

Dalam menghadapi kegalauannya, Rina merasa sangat terbantu karena memiliki dokter yang bisa diajak berdiskusi, yaitu Dokter Tompi. Saat rasa cemas melanda, ia langsung bertanya apakah bentuk hidungnya akan terus seperti itu. Dokter Tompi menjelaskan bahwa masih dalam proses pembengkakan.

Selain memberikan penjelasan medis yang menenangkan, dokter juga memberikan saran agar Rina lebih aktif bergerak untuk membantu pemulihan. Dokter Tompi menyarankannya untuk perbanyak jalan-jalan. Ternyata, aktivitas fisik ringan seperti jalan-jalan memang diperlukan untuk membantu mengurangi bengkak dan memperbaiki suasana hati selama masa post-op blues.

Mama, komunikasi dengan tenaga ahli sangatlah penting untuk menjaga kesehatan mental kita saat menjalani prosedur medis apa pun. Dengan mendapatkan penjelasan yang benar dari ahlinya, Rina bisa meredam rasa kaget dan cemas yang ia alami selama minggu-minggu pertama pemulihan. Hal ini membuktikan bahwa dukungan medis yang komunikatif sangat berperan penting dalam membantu pasien melewati masa-masa sulit secara psikologis.


Kisah Rina Nose ini menjadi pelajaran berharga bahwa setiap keputusan besar, termasuk operasi kecantikan, membutuhkan kesiapan mental yang luar biasa selain kesiapan fisik. Jangan ragu untuk mencari tahu informasi sebanyak mungkin dan pastikan Mama memiliki sistem pendukung atau dokter yang komunikatif jika ingin menjalani prosedur medis serupa.

Yuk, Ma, kita belajar untuk lebih peduli pada kesehatan mental sendiri dan jangan pernah merasa sendirian saat menghadapi fase sulit setelah menjalani tindakan medis. Ingat, setiap proses perubahan membutuhkan waktu dan kesabaran untuk melihat hasil akhirnya. Tetap cintai diri sendiri dan semangat selalu, ya Mama!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More