Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Popmama.com/Onic Metheany
  • Andrew Smith meluncurkan Wastra Collection 2027 dengan menerjemahkan kekayaan tekstil Indonesia ke dalam busana pria bergaya modern, sporty, dan santai.

  • Koleksi ini dibuat dalam satu bulan melalui riset, teknik batik tulis, serta kolaborasi dengan pengrajin UMKM dari berbagai daerah.

  • Wastra dirancang fleksibel untuk mix and match, dapat dikenakan pria maupun perempuan, dan rencananya diproduksi terbatas untuk dipresentasikan ke Sarinah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2014

Andrew Smith berdiri sebagai brand menswear asal Bandung.

seminggu

Tim Andrew Smith melakukan riset untuk mewujudkan motif-motif koleksi.

satu bulan

Wastra Collection 2027 diselesaikan. Dalam waktu tersebut, tim menyiapkan 27 stelan pakaian pria.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Andrew Smith meluncurkan Wastra Collection 2027, koleksi busana pria yang menerjemahkan wastra Indonesia dalam gaya modern, sporty, dan santai.
  • Who?
    Andrew Smith bersama pengrajin UMKM lokal dari berbagai daerah mengerjakan koleksi tersebut.
  • Where?
    Andrew Smith merupakan brand menswear asal Bandung, sedangkan pengrajin yang digandeng berasal dari berbagai daerah.
  • When?
    Brand Andrew Smith berdiri sejak 2014. Wastra Collection 2027 diselesaikan dalam waktu satu bulan.
  • Why?
    Koleksi ini dibuat untuk mengenalkan kembali kekayaan tekstil Indonesia dan menunjukkan bahwa identitas lokal relevan dengan fashion kontemporer.
  • How?
    Tim melakukan riset selama seminggu, menggunakan teknik batik tulis, serta mengembangkan motif Parang, Mega Mendung, NTT, Kalimantan, dan Papua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Andrew Smith membuat baju baru bernama Wastra Collection 2027. Baju ini memakai kain dan motif dari Indonesia, seperti Parang, Mega Mendung, NTT, Kalimantan, dan Papua. Pembuatannya dibantu pengrajin UMKM dan selesai dalam satu bulan. Bajunya dibuat untuk pria, tetapi perempuan juga bisa memakainya. Koleksi ini rencananya dipresentasikan ke Sarinah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Wastra Collection 2027 memperlihatkan bahwa tekstil tradisional dapat diterjemahkan menjadi busana yang nyaman, santai, dan fleksibel. Kolaborasi dengan pengrajin UMKM dari berbagai daerah juga memberi ruang bagi motif serta teknik lokal untuk hadir dalam rancangan yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari dan gaya generasi muda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi Mama yang sedang mencari inspirasi gaya fashion untuk Papa atau si Kecil yang beranjak remaja, ada kabar menarik dari dunia fashion lokal!

Brand menswear asal Bandung yang berdiri sejak 2014, Andrew Smith, baru saja meluncurkan koleksi terbarunya yang bertajuk Wastra Collection 2027.

Tidak hanya sekadar pakaian biasa, koleksi ini membawa misi indah untuk mengenalkan kembali kekayaan tekstil Indonesia dalam balutan gaya berpakaian pria yang modern, sporty dan santai.

Popmama.com mengobrol langsung dengan Achmad Sabarta, desainer di balik koleksi terbaru brand lokal ini dan ia pun mengungkap cerita di balik pembuatan koleksi unik ini!

Wastra Indonesia dalam Bahasa Menswear Kontemporer

Dok. Popmama.com

Melalui rilis resminya, Andrew Smith mengusung semangat "Tradition in a Modern Language". Koleksi ini menghadirkan interpretasi baru terhadap wastra melalui siluet yang lebih santai dan karakter urban yang relevan bagi pria masa kini.

Bagi Andrew Smith, wastra bukan hanya sekadar elemen dekoratif atau simbol tradisi, melainkan sumber inspirasi yang menyimpan nilai budaya dan kekayaan proses kreatif. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam busana yang nyaman untuk kebutuhan sehari-hari tanpa kehilangan karakter asalnya.

"Koleksi ini menceritakan tentang kondisi negara saat ini. Di sekuens pertama warna-warnanya cenderung earth tone yang melambangkan gersang. Lalu ke arah merah memegang daun sebagai simbol hutan kering dan kebakaran, hingga terakhir warna biru dan hitam dengan topi bertasel yang melambangkan hujan. Ini semacam manifestasi harapan agar semuanya akan reda," ujar perwakilan dari Andrew Smith, Achmad Sabarta.

Proses Kilat dan Kolaborasi Bersama Pengrajin UMKM

Pembuatan koleksi Wastra Collection 2027 ini terbilang luar biasa karena diselesaikan hanya dalam waktu satu bulan. Dalam kurun waktu yang singkat tersebut, tim Andrew Smith menyiapkan sebanyak 27 stelan pakaian pria.

Achmad sebagai desainer menceritakan bahwa untuk mewujudkan motif-motif cantik ini, mereka melakukan riset selama seminggu lalu langsung berkunjung dan berdiskusi dengan para pengrajin UMKM lokal.

Mereka menggunakan teknik batik tulis dan menggandeng pengrajin dari berbagai daerah. Motif yang diangkat pun sangat kaya, mulai dari motif Parang dan Mega Mendung khas Jawa, hingga motif etnik dari NTT, Kalimantan, dan Papua.

Trik Mix and Match Wastra Bermotif Tanpa Kesan "Tua"

Popmama.com/Onic Metheany

Sering kali laki-laki ragu menggunakan batik atau kain tradisional karena takut terlihat terlalu formal atau tua. Menjawab kekhawatiran ini, Andrew Smith memberikan solusi lewat pemilihan warna dan siluet busana.

"Batik atau kain tradisional itu biasanya ujung-ujungnya cuma jadi kemeja. Padahal itu bisa digali lagi jadi semi-jas, semi-blazer, atau jaket-jaket yang siluetnya sporty. Untuk mempermudah mix and match, usahakan tone warnanya disederhanakan, tidak lebih dari 4 atau 5 warna," ungkap Achmad.

Achmad juga menjelaskan bahwa mereka mengambil warna solid dari dalam motif batik tersebut agar mudah dipadupadankan. Menariknya lagi, meski dirancang sebagai koleksi pria (menswear), potongan dan gayanya yang fleksibel membuat koleksi ini juga sangat cocok dan ciamik jika dikenakan oleh perempuan (unisex).

Membawa Warisan Lokal menuju Ritel dan Pasar Global

Popmama.com/Onic Metheany

Melalui Wastra Collection 2027, Andrew Smith ingin membuktikan bahwa identitas lokal memiliki ruang yang sangat luas di panggung fashion kontemporer. Budaya tradisional tidak harus berhenti sebagai sesuatu yang hanya dikenang di masa lalu, melainkan bisa terus hidup dan relevan dengan gaya hidup generasi muda.

Rencananya, koleksi spesial ini juga akan dipresentasikan ke Sarinah dan diproduksi secara terbatas (limited edition) karena proses pembuatannya yang membutuhkan effort khusus bersama pengrajin UMKM.

"Kita tuh punya kebudayaan yang kaya banget. Siapa lagi yang menjaga kalau bukan kita? Daripada diklaim negeri orang, mendingan kita sendiri yang pakai," tutur Achmad menutup perbincangan dengan penuh semangat.

Bagaimana Mama? Tertarik memberikan sentuhan Wastra Indonesia bernuansa modern ini untuk menyempurnakan penampilan Papa?

Curated For You

Editorial Team

Related Article