Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ini Alasan Larangan Menceritakan Mimpi Buruk dalam Agama Islam

3 min read
Ini Alasan Larangan Menceritakan Mimpi Buruk dalam Agama Islam
Pexels.com/Oskar Smethurst
  • Dalam Islam, mimpi baik diyakini berasal dari Allah dan boleh diceritakan hanya kepada orang yang turut menyukainya.

  • Mimpi buruk dianjurkan tidak diceritakan kepada siapa pun karena disebut sebagai gangguan setan; Muslim diminta memohon perlindungan kepada Allah.

  • Setelah mimpi buruk, anjurannya meludah ke kiri tiga kali, berlindung kepada Allah dari setan, mengubah posisi tidur, atau bangkit untuk salat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mimpi menjadi bagian dari pengalaman tidur yang terkadang terasa begitu nyata. Ada mimpi yang membuat hati senang ketika terbangun, tetapi ada pula mimpi yang justru meninggalkan rasa takut dan tidak nyaman.

Ketika mengalami mimpi buruk, sebagian orang mungkin ingin segera menceritakannya kepada orang terdekat. Terlebih jika mimpi tersebut terasa begitu nyata hingga terbawa pikiran setelah bangun tidur.

Namun, bagaimana sebenarnya Islam memandang mimpi, khususnya mimpi yang tidak disukai? Apakah mimpi buruk perlu diceritakan kepada orang lain atau justru ada anjuran tertentu yang perlu dilakukan setelah mengalaminya?

Berikut Popmama.com telah merangkum alasan mimpi buruk tidak dianjurkan untuk diceritakan dalam Islam berdasarkan hadis.

  1. 1. Mimpi baik berasal dari Allah

    Mimpi baik berasal dari Allah
    Pexels.com/Hairul Faidz

    Dalam ajaran Islam, mimpi baik disebut berasal dari Allah SWT. Jika seseorang mengalami mimpi yang disukai, Rasulullah SAW menganjurkan agar mimpi tersebut hanya diceritakan kepada orang yang juga turut menyukainya.

    Sebaliknya, ketika mengalami mimpi yang tidak disukai, umat Muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan mimpi dan setan, meludah tiga kali, serta tidak menceritakannya kepada siapa pun.

    Dengan melakukan anjuran tersebut, mimpi buruk tidak akan membahayakan orang yang mengalaminya, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut.

    “Mimpi baik itu dari Allah. Jika kalian mimpi sesuatu yang kalian sukai, maka jangan kalian ceritakan kecuali pada orang yang juga ikut menyukai mimpi tersebut. Jika kalian mimpi sesuatu yang tak kalian suka, maka memohonlah perlindungan pada Allah atas keburukan mimpi tersebut dan dari keburukan setan. Meludahlah tiga kali dan jangan kalian ceritakan pada siapa pun, maka mimpi buruk itu tidak akan membahayakan kalian.” (HR al-Bukhari)

  2. 2. Mimpi buruk tidak perlu diceritakan kepada siapa pun

    Mimpi buruk tidak perlu diceritakan kepada siapa pun
    Pexels.com/hayriyenur.

    Mimpi buruk dapat menjadi salah satu cara setan mengganggu seseorang ketika sedang tidur. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar mimpi buruk tidak diceritakan kepada siapa pun.

    Hal ini dijelaskan dalam hadis dari Jabir RA. Suatu ketika, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan bahwa ia bermimpi seolah-olah lehernya dipenggal. Rasulullah SAW kemudian bersabda:

    “Apabila setan mempermainkan salah seorang di antara kalian dalam tidurnya maka janganlah dia menceritakannya kepada siapapun juga.” (HR Muslim)

    Hadis tersebut menjadi anjuran agar mimpi buruk tidak perlu dipikirkan atau diceritakan kepada orang lain dan lebih meminta perlindungan dari Allah SWT.

  3. 3. Ada anjuran yang bisa dilakukan setelah mengalami mimpi buruk

    Ada anjuran yang bisa dilakukan setelah mengalami mimpi buruk
    Pexels.com/Jihan N

    Selain tidak menceritakannya, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa tindakan yang dapat dilakukan ketika seorang Muslim mengalami mimpi buruk.

    Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Bila salah seorang kamu bermimpi buruk maka meludahlah ke kiri 3x dan ucapkan: ‘Aku berlindung kepada Allah dari syaitan’ 3x, lalu ubahlah posisi tidurmu semula.”

    Dalam riwayat lain disebutkan:

    “Bila salah seorang kamu bermimpi buruk maka bangkitlah dan shalat.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim.

    Saat terbangun karena mimpi buruk, seorang Muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT, meludah ke kiri tiga kali, mengubah posisi tidur, dan salat jika masih terganggu.

    Itu dia penjelasan alasan larangan menceritakan mimpi buruk dalam agama Islam. Jika bermimpi buruk, tidak usah menceritakannya dan sebaiknya lakukan anjuran di atas.

Related Articles

See More