Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

In This Economy, Ini 9 Skincare yang Bisa Di-Downgrade untuk Berhemat

5 min read
In This Economy, Ini 9 Skincare yang Bisa Di-Downgrade untuk Berhemat
Pexels/Ron Lach
  • Skincare dapat disederhanakan saat berhemat dengan memilih produk berdasarkan fungsi, kandungan, dan kecocokan kulit.

  • Beberapa produk seperti toner pad, eye cream, face mist, dan sheet mask bersifat opsional bagi rutinitas tertentu.

  • Produk berharga lebih terjangkau tetap dapat dipertimbangkan selama memenuhi kebutuhan kulit dan terasa nyaman digunakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat dan semua harga naik, skincare bisa ikut disederhanakan. Konsep “downgrade in this economy” bukan berarti berhenti merawat kulit, melainkan lebih selektif memilih produk yang benar-benar dibutuhkan.

Beberapa skincare ternyata bisa diganti dengan opsi yang lebih sederhana atau lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan kebutuhan dasar kulit. Misalnya, toner pad bisa diganti toner biasa, eye cream dapat digantikan moisturizer yang gentle, hingga serum mahal bisa dialihkan ke produk lokal dengan kandungan aktif serupa.

Fokus utamanya bukan pada banyaknya produk atau harga yang tinggi, tetapi pada fungsi, kandungan, dan kecocokan dengan kondisi kulit.

Berikut Popmama.com rangkum skincare yang bisa di-downgrade saat harus berhemat.

  1. 1. Face wash mahal bisa diganti gentle cleanser yang lebih terjangkau

    Face wash mahal bisa diganti gentle cleanser yang lebih terjangkau
    Freepik/jcomp

    Face wash menjadi salah satu produk yang paling mudah di-downgrade karena fungsinya sederhana, yakni membersihkan kotoran, minyak, dan sisa produk dari kulit. Jadi, tidak harus selalu memakai cleanser dari brand premium selama produk yang lebih terjangkau tetap terasa lembut dan tidak membuat kulit terasa kering atau tertarik setelah mencuci wajah.

    Untuk kulit yang sedang sensitif atau ingin menjaga skin barrier, cari cleanser dengan formula gentle dan hindari memilih hanya berdasarkan sensasi kesat setelah mencuci wajah. Fokus pada kecocokan formula dengan jenis kulit karena harga tinggi tidak otomatis menentukan kualitas pembersih yang lebih baik.

  2. 2. Toner pad bisa di-skip, cukup pakai toner biasa

    Toner pad bisa di-skip, cukup pakai toner biasa
    Pexels/sora shimazaki

    Toner pad memang praktis karena toner dan kapas sudah tersedia dalam satu produk. Sayangnya ‘in this economy’ kategori ini bisa di-skip. Kamu bisa kembali menggunakan toner cair biasa, lalu mengaplikasikannya langsung dengan tangan atau menuangkannya ke kapas jika memang diperlukan.

    Selain lebih ekonomis, satu botol toner juga biasanya bisa digunakan lebih fleksibel. Bahkan, toner sendiri bukan langkah skincare yang wajib untuk semua orang. Jadi, jika kulit sudah terasa cukup nyaman setelah cleanser dan moisturizer, langkah ini bisa disederhanakan lagi.

  3. 3. Eye cream bisa diganti dengan moisturizer yang gentle

    Eye cream bisa diganti dengan moisturizer yang gentle
    Pexels/Misolo Cosmetic

    Eye cream sering dipasarkan khusus untuk area bawah mata, tetapi bukan berarti semua orang harus memiliki produk terpisah. Cleveland Clinic menyebut eye cream bersifat opsional, dan moisturizer yang lembut juga dapat digunakan untuk membantu menjaga kelembapan kulit di sekitar mata.

    Kalau tujuan utamanya hanya untuk hidrasi, memakai moisturizer wajah yang gentle bisa menjadi pilihan lebih hemat. Namun, aplikasikan tipis-tipis dan hindari produk dengan kandungan yang berpotensi mengiritasi area mata, terutama jika kulit di bagian tersebut cukup sensitif.

  4. 4. Eye makeup remover bisa diganti cleansing oil

    Eye makeup remover bisa diganti cleansing oil
    Pexels/SHVETS production

    Bagi yang rutin memakai makeup, memiliki produk khusus untuk menghapus riasan mata mungkin terasa praktis. Namun, jika cleansing oil yang digunakan sudah mampu meluruhkan makeup dan sunscreen dengan baik, membeli eye makeup remover secara terpisah bisa jadi tidak terlalu diperlukan.

    Cleansing oil dapat digunakan sebagai tahap pertama dalam double cleansing, kemudian dilanjutkan dengan face wash. Namun, untuk maskara waterproof yang sangat sulit dibersihkan atau mata yang mudah mengalami iritasi, remover khusus mata mungkin tetap lebih nyaman digunakan.

  5. 5. Serum mahal bisa diganti serum lokal dengan kandungan serupa

    Serum mahal bisa diganti serum lokal dengan kandungan serupa
    Magnific

    Serum sering menjadi salah satu bagian skincare dengan harga paling tinggi, terutama jika berasal dari brand premium. Saat ingin menghemat, coba lihat kembali alasan kamu menggunakan serum tersebut dan kandungan aktif apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kulit.

    Jika tujuannya mendapatkan niacinamide, hyaluronic acid, vitamin C, atau kandungan tertentu lainnya, serum dari brand lokal dengan formulasi serupa bisa menjadi alternatif. Harga yang lebih mahal tidak selalu berarti hasilnya lebih baik, sehingga lebih penting melihat kandungan, formulasi, serta kecocokannya dengan kulit.

  6. 6. Face mist bisa di-skip kalau moisturizer sudah cukup

    Face mist bisa di-skip kalau moisturizer sudah cukup
    Pexels/Yan Krukau

    Face mist memang menyenangkan digunakan ketika kulit terasa kering atau ingin mendapatkan sensasi segar di tengah hari. Namun, produk ini lebih tepat dikategorikan sebagai nice to have daripada kebutuhan utama untuk skincare.

    Jika moisturizer yang digunakan sudah mampu menjaga kelembapan kulit dengan baik, face mist bisa menjadi salah satu produk pertama yang di-skip saat harus berhemat. Uang yang biasanya dialokasikan untuk face mist pun dapat dialihkan ke produk yang lebih esensial, seperti sunscreen atau moisturizer.

  7. 7. Face oil bisa di-skip jika moisturizer sudah cukup melembapkan

    Face oil bisa di-skip jika moisturizer sudah cukup melembapkan
    Freepik

    Face oil biasanya digunakan sebagai tambahan untuk membantu mengunci kelembapan, terutama pada kulit yang cenderung kering. Namun, jika moisturizer yang digunakan sudah cukup memberikan efek lembap dan nyaman hingga beberapa jam, langkah tambahan ini belum tentu diperlukan.

    Pada sebagian orang, penggunaan oil yang terlalu berat juga bisa terasa terlalu oklusif, khususnya jika kulit cenderung berminyak atau mudah berjerawat. Jadi, daripada menumpuk banyak produk, lebih baik mengevaluasi apakah kulit benar-benar membutuhkan face oil atau cukup dengan satu moisturizer yang sesuai.

  8. 8. Sheet mask tidak perlu jadi stok wajib setiap minggu

    Sheet mask tidak perlu jadi stok wajib setiap minggu
    Pexels/Sora Shimazaki

    Memakai sheet mask memang bisa menjadi ritual skincare yang menyenangkan, terutama ketika ingin bersantai atau memberikan hidrasi ekstra pada kulit. Namun, efeknya umumnya bersifat sementara sehingga produk ini tidak harus menjadi bagian wajib dari rutinitas mingguan.

    Saat sedang menerapkan downgrade in this economy, sheet mask bisa dibeli hanya sesekali sebagai self-care treat. Untuk kebutuhan hidrasi sehari-hari, penggunaan moisturizer secara konsisten jauh lebih penting dibanding menambah banyak langkah skincare yang sebenarnya bersifat opsional.

  9. 9. Sunscreen spray bisa di-skip kalau sudah punya sunscreen utama

    Sunscreen spray bisa di-skip kalau sudah punya sunscreen utama
    Pexels/cottonbro

    Sunscreen spray memang praktis untuk re-apply, terutama saat sedang beraktivitas di luar ruangan. Namun, produk ini bukan kebutuhan wajib jika kamu sudah memiliki sunscreen lotion, cream, atau gel yang nyaman dipakai dan mudah diaplikasikan ulang.

    Lebih baik prioritaskan sunscreen utama dengan SPF memadai dan pemakaian yang cukup. Sunscreen spray bisa dianggap produk tambahan karena aplikasi semprot sering kali membuat jumlah yang digunakan tidak merata atau kurang dari yang dibutuhkan untuk mendapatkan perlindungan sesuai label.

    Itulah tadi informasi mengenai deretan skincare yang bisa di-downgrade in this economy karena berhemat. Bisa jadi hack nih!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More