Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sphere Tampilkan Karya Hand Made di Paris Fashion Week 2026
instagram.com/matthieu_ruiz_/lad__lad
  • Showroom Sphere di Paris Fashion Week 2026 menampilkan karya desainer yang menonjolkan keahlian tangan, transparansi proses produksi, serta nilai orisinalitas dalam setiap koleksi mereka.
  • Desainer seperti Matthieu Ruiz, La Cage, dan LAD menghadirkan inovasi melalui teknik pewarnaan alami, eksplorasi sejarah, hingga perpaduan budaya Kongo-Jepang dengan fokus pada craftsmanship tinggi.
  • Minat besar pasar Asia terhadap produk artisan menunjukkan pergeseran tren menuju mode berkesadaran dan berkualitas, memperkuat posisi Sphere sebagai wadah penting bagi masa depan slow fashion global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Paris Fashion Week selalu menjadi pusat perhatian bagi para pecinta mode yang ingin melihat tren terbaru. Namun, ada satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang ingin menyelami sisi orisinal dunia mode tahun ini, yaitu showroom Sphere. Berlokasi di lantai bawah Palais de Tokyo, arrondissement ke-16, Paris, tempat ini menjadi ajang bagi para desainer berbakat untuk memamerkan konsep karya yang benar-benar segar dan autentik.

Di Sphere, pengunjung bisa merasakan pengalaman melihat langsung bagaimana kreativitas bertemu dengan keterampilan tangan tingkat tinggi. Berbagai desainer yang hadir di sini tidak hanya membawa pakaian, tetapi juga cerita di balik setiap jahitan dan pemilihan materialnya. Fokus pada keahlian artisan dan proses produksi yang transparan menjadi daya tarik utama yang membuat ajang ini terasa begitu spesial.

Tentu saja, kehadiran Sphere di panggung internasional ini membuka mata kita bahwa mode bukan sekadar tentang tren yang berganti cepat, melainkan tentang kualitas dan cerita yang abadi. Bagi kamu yang ingin tahu lebih dalam mengenai kejutan apa saja yang dibawa oleh para kreator mode berbakat di musim ini, berikut Popmama.com bagikan keunikan dari beberapa desainer yang mencuri perhatian di Sphere!

1. Matthieu ruiz dan keahlian pewarnaan alami

instagram.com/matthieu_ruiz_

Matthieu Ruiz membawa nuansa unik ke showroom dengan teknik pewarnaan berbahan tumbuhan yang ia tekuni sejak masa pandemi. Dalam koleksi bertajuk “Le flou du village” (Kabut Desa), ia terinspirasi dari kenangan musim panas di desa masa kecilnya di Prancis. Koleksi ini menampilkan jaket abu-abu tebal hingga kaus yang diwarnai menggunakan bunga asli, menghasilkan semburat warna yang alami pada kain katun.

Proses kreatif Ruiz bukan sekadar membuat pakaian, melainkan menciptakan tekstil dengan nilai artisan yang tinggi. Ia bahkan memiliki visi agar namanya selalu dicantumkan pada label tekstil karyanya, layaknya standar label fungsional ternama. Menurutnya, meski biaya produksi pewarnaan alami lebih tinggi, kualitas dan transparansi proses inilah yang memberikan nilai tambah bagi produk ready-to-wear miliknya.

Tidak hanya untuk koleksi pribadi, Ruiz juga dikenal sebagai pemasok kain khusus bagi berbagai merek besar dan set desain milik LVMH. Dedikasinya terhadap teknik pewarnaan alami yang masih tergolong niche ini sukses menarik perhatian para buyer dari Asia. Ia membuktikan bahwa dengan ketekunan, metode tradisional bisa tampil relevan dan diminati di kancah mode global.

2. La cage menghidupkan kembali sejarah

instagram.com/_la_cage

Label La Cage, yang didirikan oleh Victoria Baia dan Victor Koehler, menghadirkan konsep yang sangat menarik dengan mengangkat kisah pengembara dari abad ke-19 bernama Albert Dadas. Koleksi Spring/Summer 2027 mereka membayangkan isi lemari pakaian tokoh misterius tersebut, yang digambarkan melalui deretan busana yang tampak semakin usang seiring dengan berjalannya koleksi.

Dalam proses produksinya, mereka sangat mengandalkan metode pengurangan tanpa menggunakan komponen kimia apa pun untuk menciptakan efek visual yang diinginkan. Contohnya, ada celana yang sengaja dikubur di tanah serta topi jerami yang dibentuk ulang setelah direndam air. Teknik ini menciptakan ketegangan artistik yang apik antara sentuhan produksi pabrik dan pengerjaan tangan manual di atelier mereka di Paris.

Sebagai pelengkap koleksi, La Cage juga memproduksi film pendek berjudul Le fou voyageur untuk memperkuat narasi sejarah yang mereka bawa. Kini, karya mereka sudah merambah pasar global, termasuk Paris, Taiwan, dan Mexico City, serta mulai dilirik oleh pasar China dan Makau. Ketertarikan pasar Asia yang tinggi menjadi bukti bahwa pendekatan artisan mereka sangat diapresiasi oleh audiens luas.

3. LAD perpaduan inspirasi kongo dan keahlian jepang

instagram.com/lad__lad

LAD, merek yang didirikan oleh Ladislas Mande pada tahun 2024, tampil memukau dengan penggabungan budaya Kongo dan keahlian pengerjaan Jepang. Mande, yang membangun merek ini setelah kepergian sang ayah, berupaya menciptakan pakaian berkualitas tinggi dengan memanfaatkan sisa kain pilihan dari Jepang dan Italia. Hasilnya adalah perpaduan unik antara jas yang diproduksi di Jepang dan sepatu buatan Italia.

Koleksi komersial pertama LAD sangat menonjol dengan item klasik yang diberikan sentuhan modern dan unik. Mulai dari blazer motif Prince of Wales dengan tepi berjumbai dan bordir emas, hingga kemeja bergaris berhoodie yang dipadukan dengan jaket denim. Penggunaan warna-warna berani seperti oranye, kuning, dan hijau di berbagai detail semakin memperkuat karakter koleksi yang santai namun tetap terlihat elegan.

Keberhasilan LAD dalam menarik perhatian para buyer Asia tidak lepas dari komitmen mereka terhadap craftsmanship yang sangat teliti. Dukungan dari kreator di Art Comes First juga memberikan dorongan besar bagi eksposur media mereka. Bagi mereka yang menyukai gaya internasional dengan sentuhan kultural yang kental, LAD menjadi salah satu nama yang sangat menjanjikan untuk diikuti ke depannya.

4. Sentuhan warna dan detail pada koleksi musim panas

instagram.com/lad__lad/matthieu_ruiz_

Selama pameran di Sphere, salah satu tren yang paling menonjol adalah keberanian para desainer dalam bereksperimen dengan palet warna dan detail tekstur. Misalnya, penggunaan warna-warna cerah seperti oranye, fuchsia, dan kuning yang muncul di berbagai aksesori hingga kemeja, memberikan kesan musim panas yang lebih hidup dan bersemangat. Detil seperti tepi berjumbai pada blazer atau motif unik pada dasi menjadi pemanis yang membuat tampilan tetap menarik.

Selain warna, pemilihan material kain yang diproses secara khusus seperti denim hasil kolaborasi LAD atau kain katun yang diwarnai bunga oleh Ruiz menunjukkan betapa pentingnya eksplorasi bahan. Hal ini menciptakan kesan bahwa pakaian bukan hanya barang konsumsi, melainkan sebuah karya seni yang diproduksi dengan penuh perhatian. Tekstur yang beragam ini memberikan kedalaman visual pada setiap koleksi yang dipamerkan.

Para desainer di Sphere seolah ingin menegaskan bahwa slow fashion atau produksi yang lebih berkesadaran memiliki tempat tersendiri di hati konsumen modern. Dengan memadukan unsur sejarah, alam, dan teknik artisan, mereka berhasil menawarkan sesuatu yang berbeda di tengah gempuran tren fast fashion. Kualitas material dan proses manual yang jujur menjadi standar baru bagi koleksi-koleksi yang dipresentasikan.

5. Pasar asia dan masa depan mode artisan

instagram.com/lad___lad/_la_cage

Salah satu temuan menarik dari perhelatan di Paris Fashion Week kali ini adalah besarnya minat pasar Asia terhadap produk-produk dengan nilai kerajinan tinggi. Baik La Cage maupun LAD, keduanya merasakan antusiasme dari buyer dan pelaku pasar di Asia yang sangat mengapresiasi konsep pengerjaan artisan. Kehadiran desainer ini di showroom Sphere menjadi jembatan penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas di benua tersebut.

Minat ini menunjukkan pergeseran pola pikir konsumen muda di Asia yang kini lebih selektif dalam memilih pakaian. Mereka tidak lagi hanya mencari merek yang populer, tetapi juga mencari produk yang memiliki craftsmanship nyata dan proses yang transparan. Keunikan dari setiap desain yang dipamerkan di Sphere menjawab kebutuhan akan gaya yang eksklusif namun tetap memiliki narasi yang kuat.

Melihat antusiasme ini, masa depan mode yang mengedepankan keahlian tangan terlihat sangat cerah. Dengan semakin banyaknya desainer yang berani mengangkat nilai tradisional ke kancah global, kita bisa menantikan lebih banyak lagi kolaborasi lintas budaya yang inspiratif. Ini adalah kabar baik bagi industri mode, karena membuktikan bahwa kreativitas dan pengerjaan tangan yang jujur akan selalu mendapatkan tempat istimewa.

Dunia mode memang tidak pernah berhenti memberikan kejutan, dan dedikasi para artisan di Sphere mengingatkan kita bahwa setiap detail kecil pada pakaian memiliki cerita yang luar biasa. Jadi, jangan ragu untuk terus eksplorasi gaya unikmu dan dukung selalu karya-karya kreatif yang mengedepankan kualitas serta keberlanjutan!

Editorial Team

Related Article