“Kita nyoba (putau) sekali, dua kali, seminggu, dua minggu, tiga minggu… (sampai) akhirnya kita sadar bahwa yang namanya Putau itu ternyata heroin,” cerita Ivan mengenang awal mula ia mengenal zat adiktif tersebut.
Cerita Ivanka Slank Lepas dari Kecanduan Narkoba, Penuh Perjuangan

- Ivanka Slank mengungkap perjalanan kelamnya terjerumus narkoba sejak 1994 hingga akhirnya memutuskan rehabilitasi setelah mendapat ultimatum dari Bunda Iffet pada awal tahun 2000.
- Proses rehabilitasi dilakukan dengan metode herbal asal Tiongkok yang mahal, namun berhasil dijalani berkat dukungan keluarga dan tekad kuat untuk sembuh total.
- Setelah pulih, Ivanka menekankan pentingnya lingkungan positif, peran keluarga, serta motivasi spiritual dan tanggung jawab sebagai ayah untuk tetap menjauhi narkoba.
Di balik panggung gemerlap dan lagu-lagu hits yang dinyanyikan jutaan orang, Ivan, bassist grup band legendaris Slank, ternyata pernah berada di titik paling gelap dalam hidupnya.
Dalam sebuah sesi talkshow dari Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) yang bertajuk “Sinergi Kebijakan Hukum dan Rehabilitasi sebagai Strategi Nasional Melawan Narkoba menuju Indonesia Emas 2045” di Bogor pada Selasa (30/6/2026). Ia membuka cerita tentang perjalanannya lepas dari jerat narkoba yang sempat menguasai hidupnya bertahun-tahun lamanya.
Ivan bercerita blak-blakan, mulai dari bagaimana awalnya ia terjerumus, sampai proses panjang yang harus dilalui untuk benar-benar bersih. Berikut Popmama.com merangkum cerita Ivanka Slank lepas dari kecanduan narkoba. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Awal Mula Kenal Putau, Tak Sadar Itu Ternyata Heroin

Semua bermula dari pergaulan biasa bersama teman-teman sekitar tahun 1994-1995. Waktu itu, Ivan dan kawan-kawannya mencoba sesuatu yang disebut “Putau” tanpa tahu betul apa sebenarnya zat tersebut.
Dari ketidaktahuan itulah, akhirnya Ivanka mulai terjerumus ke dalam adiksi yang membuatnya merasa hidupnya menjadi tidak benar.
Kecanduan Bikin Jadwal Manggung Berantakan

Begitu kecanduan mulai menguasai, dampaknya langsung terasa pada kegiatan bermusik Ivan bersama Slank. Jadwal manggung yang seharusnya berjalan tepat waktu jadi berantakan.
“Kita pernah manggung yang mestinya jam delapan (mulai), itu bisa molor sampai jam sepuluh baru naik panggung, karena kita masih asyik di dalam kamar. Itu enggak sekali dua kali (kejadiannya),” ujar Ivanka.
Bahkan sang manajer sampai harus menggedor kamar demi mengingatkan bahwa penonton sudah menunggu di depan panggung karena Slank harusnya sudah mulai.
Bunda Iffet, Sosok yang Jadi Titik Balik

Kekhawatiran sang manajer sekaligus sosok ibu bagi personel Slank, Bunda Iffet, akhirnya membuahkan hasil. Sejak tahun 1996, Bunda Iffet memutuskan untuk terjun langsung mengurus manajemen Slank karena melihat kondisi anak-anaknya yang makin mengkhawatirkan.
Puncaknya terjadi awal tahun 2000, ketika Bunda Iffet memberi ultimatum tegas kepada Ivan.
“Pan, kamu mulai tahun 2000 bulan Januari, kamu harus rehab,” begitu kata Bunda Iffet, yang akhirnya benar-benar dijalankan meski sempat ada penolakan di awal.
Akhirnya,beberapa personel Slank yang mengalami adiksi narkoba mengikuti arahan Bunda Iffet untuk segera menjalani rehabilitasi guna terbebas dari rasa candu.
Jalani Rehabilitasi dengan Obat Herbal Seharga Puluhan Juta

Proses rehabilitasi yang dijalani Ivan dan personel Slank lainnya bukan perkara murah. Waktu itu, mereka menjalani pengobatan menggunakan metode herbal dari Tiongkok.
“Kita pakai obat herbal. Obat herbal itu dari Cina. Memang mahal. Untuk satu orang pada saat itu, harganya 20 juta,” ungkap Ivan mengenang biaya rehabilitasi di tahun 2000 tersebut.
Namun, akhirnya selama proses rehabilitasi berjalan dan berkat dukungan keluarga, proses itu akhirnya bisa dijalani hingga tuntas.
Sadar Pentingnya Menjaga Lingkungan yang Sehat

Selepas rehabilitasi, Ivan sadar bahwa menjaga diri saja tidak cukup tanpa membenahi lingkungan pergaulan. Menurutnya, faktor lingkungan punya pengaruh besar terhadap perilaku seseorang.
“Faktor lingkungan ini emang sangat besar pengaruhnya kepada perilaku seseorang. Jadi pada saat kita sudah keluar dari lingkungan yang negatif, insyaallah kita bisa sustain untuk berubah,” jelas Ivanka.
Sampai sekarang, meski sudah aktif di bisnis lain sebagai komisaris di sebuah perusahaan energi, Ivan mengaku tetap memastikan dirinya berada di lingkungan yang positif supaya bisa terhindar dari barang haram tersebut.
Menikah dan Jadi Ayah Mengubah Cara Pandang

Titik balik lain datang saat Ivan menikah pada 2004. Menurutnya, pernikahan membawa perubahan besar dalam cara berpikirnya yang tadinya cuma mementingkan diri sendiri.
“Setelah tahun 2004 saya menikah. Menikah ini ternyata sangat membantu untuk mengubah mindset yang tadinya kita cuma mikirin diri sendiri, jadi mikirin nasib anak orang lain,” ujar Ivanka.
Tanggung jawab sebagai suami dan ayah membuatnya makin terpacu untuk konsisten menjaga diri dari narkotika.
Alasan Spiritual jadi Motivasi Utama untuk Tetap Bersih

Awalnya, niat Ivan lepas dari narkoba semata supaya tidak dicontoh teman-teman dan fans yang mengikuti gaya hidupnya. Namun, setelah punya anak, alasannya berubah menjadi lebih dalam lagi.
“Waktu itu niatnya lepas dari drugs supaya enggak diikuti sama teman-teman, sama fans. Tapi begitu punya anak, saya merasa saya lepas dari drugs ini karena apa? Karena Allah,” tutur Ivanka.
Baginya, kekuatan spiritual inilah yang akhirnya jadi pegangan paling kuat untuk terus bertahan hingga sekarang.
Nah, itulah pembahasan mengenai cerita Ivanka Slank lepas dari kecanduan narkoba. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan pelajaran!


















