Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Tak Sekadar Estetika, Klinik Kecantikan Ini Bangun Fasilitas Sanitasi

Tak Sekadar Estetika, Klinik Kecantikan Ini Bangun Fasilitas Sanitasi
Dok. ZAP
Sisi Positif

Inisiatif kolaboratif ZAP Clinic bersama Plan Indonesia dan para publik figur menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan secara konkret melalui pembangunan fasilitas pendidikan dan sanitasi di NTT.

Dengan fokus pada kenyamanan siswi dan keamanan belajar, aksi ini menegaskan bahwa industri kecantikan pun mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih setara dan manusiawi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Sisi Positif" helpful?

Bulan Ramadan selalu menjadi momen refleksi yang mengingatkan kita bahwa kepedulian sejati harus diwujudkan melalui aksi nyata. Semangat inilah yang menyatukan para publik figur ternama seperti Joe Taslim, Wulan Guritno, Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shalom Razade, Gerin Nathanael, hingga Ida Rhijnsberger dalam sebuah misi kemanusiaan yang menyentuh hati.

Berangkat dari semangat tersebut, ZAP Clinic bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan LEE Management menggelar aksi kolaborasi lintas industri bertajuk “Ramadan for A Brighter Change: Aksi Kebaikan untuk Indonesia Timur”. Bersama Joe Taslim, Wulan Guritno, Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shalom Razade, Gerin Nathanael, serta Ida Rhijnsberger melakukan Voluntrip di Kabupaten Manggarai, NTT pada 3–4 Februari 2026. Mereka melakukan voluntrip langsung ke Kabupaten Manggarai, NTT, pada Februari lalu untuk melihat tantangan serius infrastruktur pendidikan di sana.

Berikut Popmama.com ulas 5 alasan mengapa aksi kolaborasi di Indonesia Timur ini menjadi pengingat penting bagi kita semua.

1. Kondisi sekolah yang memperhatinkan

zap (1).jpg
Popmama.com/Onic Metheany

Di lapangan, tim menemukan realitas yang cukup menyesakkan. Data Kemendikdasmen mencatat NTT memiliki persentase sekolah rusak tertinggi (29,93%). Masih banyak ruang belajar dengan dinding kayu seadanya, atap bocor, hingga lantai tanah. ZAP Clinic bersama para figur publik ini turun tangan merenovasi ruang kelas agar proses belajar menjadi aman dan layak.

Masih banyak ruang belajar dengan dinding kayu seadanya, atap bocor, hingga lantai tanah. Kondisi ini jauh dari standar minimal untuk menjamin proses belajar yang aman. "Ketika kita memastikan mereka memiliki akses belajar yang aman dan layak, kita sebenarnya sedang membangun masa depan yang lebih setara," ungkap Wulan Guritno pada Jumat, 6 Maret 2026 di Atrium Mall Senayan City.

2. Tantangan berat mendapatkan air bersih

_SMR0366.jpeg
Dok. ZAP

Akses air di pelosok bukan sekadar memutar keran, Ma. Wulan Guritno menceritakan pemandangan haru di mana warga dan anak-anak harus memikul beban berat setiap hari.

"Tidak ada yang tidak memikul beban di punggung mereka. Mereka harus jalan kaki, naik-turun bukit demi air minum sebelum berangkat dan sesudah pulang sekolah. Sedih banget, kan?" kenang Wulan mengenai perjuangan fisik anak-anak di sana.

3. Pesan mendalam Joe Taslim, partisipasi lebih penting dari sekadar nominal

zap.png
Popmama.com/Onic Metheany

Selain fokus pada fasilitas fisik, aktor internasional Joe Taslim juga membagikan refleksi pribadinya yang sangat menyentuh. Baginya, melihat ketimpangan fasilitas di pelosok adalah sebuah pelajaran besar tentang rasa syukur dan tanggung jawab sosial.

"Saya merasa prihatin sekaligus belajar banyak. Harapan saya ke depannya, pembangunan di Indonesia bisa lebih merata. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi kita yang merasa lebih beruntung harus mau membuka mata bahwa masih banyak saudara kita di tempat lain yang butuh bantuan," ungkap Joe.

Bagi Joe, partisipasi tidak selalu harus diukur dari seberapa besar nominal yang diberikan. Yang paling membekas adalah kemauan untuk terlibat dan peduli.

"Tidak masalah banyak atau sedikit secara nominal, tapi keterlibatan dan partisipasi itu yang paling penting. Kita bisa mulai melakukan sesuatu yang nyata untuk pembangunan bangsa kita," tambahnya.

4. Dilema siswi, absen sekolah saat datang bulan

_SMR0155.jpeg
Dok. ZAP

Salah satu poin krusial dari aksi ini adalah pembangunan sanitasi yang ramah anak perempuan. Tanpa fasilitas air dan toilet yang privat, banyak siswi yang terpaksa bolos sekolah saat menstruasi karena malu dan merasa tidak aman. Bayangkan, berapa banyak hari sekolah yang hilang hanya karena ketiadaan toilet yang layak? Hal ini sangat berdampak pada ketertinggalan pelajaran mereka.

5. Membangun fasilitas yang "Fitted" dan aman

zap.jpg
Popmama.com/Onic Metheany

Aksi kolaborasi ZAP Clinic dan Plan Indonesia ini fokus membangun fasilitas yang fitted atau tepat guna. Artinya, toilet dan sarana air bersih dibangun dengan memikirkan kebutuhan spesifik perempuan agar mereka merasa nyaman dan percaya diri untuk tetap bersekolah dalam kondisi apa pun. "Kita sebenarnya sedang membangun masa depan yang lebih setara," ungkap Wulan.

6. Mengambil peran untuk kontribusi berkelanjutan

_SMR0245.jpeg
Dok. ZAP

Kepedulian ini tidak berhenti di kunjungan singkat. Winky Wiryawan, sebagai Brand Ambassador ZAP, bahkan memutuskan untuk berkomitmen lebih jauh sebagai sponsor anak di Plan Indonesia. Ia berpesan, “Kalau kita punya kesempatan untuk membantu, kenapa tidak kita ambil peran itu?” Pesan ini menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap peran yang kita ambil bisa membawa perubahan besar bagi orang lain.

Melalui renovasi ruang kelas dan pembangunan fasilitas sanitasi di dua sekolah di NTT, ZAP Clinic membuktikan bahwa standar baru di industri kecantikan medis bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kontribusi sosial yang nyata.

Semoga aksi nyata ini menginspirasi Mama di rumah untuk terus menyebarkan kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi di setiap langkah kecil kita untuk sesama.

Mama, yuk kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk lebih peduli pada pendidikan dan kesehatan anak-anak di pelosok Indonesia!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Life

See More