Rasa nyeri tajam atau seperti tertusuk di perut bagian bawah, panggul, bahu, atau leher
Nyeri ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan terasa menusuk. Pada kehamilan ektopik, rasa sakit bisa menjalar hingga ke bahu atau leher akibat iritasi saraf karena perdarahan di dalam tubuh.Nyeri yang semakin memburuk seiring waktu, terutama di salah satu sisi perut
Rasa nyeri tidak kunjung hilang, bahkan semakin terasa saat bergerak atau beraktivitas. Biasanya hanya terjadi di satu sisi perut bagian bawah, sesuai dengan lokasi sel telur menempel.Sensasi sakit di anus saat buang air besar
Tekanan dari perdarahan di rongga perut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri di area anus, terutama saat mengejan.Perdarahan dari vagina, mulai dari ringan hingga banyak, dengan warna darah lebih gelap dari menstruasi biasa
Perdarahan ini sering disalahartikan sebagai haid. Namun, warna darah cenderung lebih gelap, kecokelatan, dan bisa berlangsung tidak seperti siklus menstruasi normal.Pusing, lemas, atau merasa hampir pingsan
Gejala ini dapat muncul akibat penurunan tekanan darah karena perdarahan di dalam tubuh. Pada kondisi berat, pusing bisa disertai keringat dingin dan jantung berdebar.Diare yang berat dan tidak membaik
Gangguan pada saluran pencernaan dapat terjadi karena iritasi di area perut. Jika diare berlangsung terus-menerus dan disertai nyeri hebat, kondisi ini tidak boleh diabaikan.
Apakah Hamil di Luar Kandungan Bisa Terdeteksi di Test Pack?

Kehamilan di luar kandungan dalam istilah medis disebut kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di luar rahim.
Kehamilan ektopik paling sering terjadi di tuba falopi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa terjadi di indung telur, leher rahim (serviks), hingga rongga perut.
Tanda kehamilan ektopik pada awalnya mirip dengan kehamilan biasa. Namun, seiring berjalannya waktu, gejala tambahan seperti nyeri perut dan perdarahan pada vagina akan muncul.
Lantas, apakah hamil di luar kandungan bisa di-test pack. Yuk, simak penjelasan yang telah Popmama.com siapkan.
Table of Content
1. Apakah hamil di luar kandungan bisa di-test pack?

Kehamilan ektopik tetap menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) sehingga hasil test pack tetap bisa positif. Namun, test pack dengan urine tidak bisa mendeteksi atau membedakan kehamilan ektopik dengan kehamilan normal.
Untuk mengukur kadar hCG, dokter biasanya akan menyarankan melakukan tes hCG kuantitatif untuk mengukur tingkat pasti hCG dalam darah.
Pada kehamilan normal, kadar hCG biasanya meningkat sekitar 40–100 persen setiap 48 jam. Jika peningkatan ini tidak terjadi, hal ini bisa menjadi indikasi kehamilan ektopik.
Agar mendapatkan hasil yang lebih akurat, perlu melakukan pengukuran kadar hCG beberapa kali selama beberapa hari.
2. Lakukan pemeriksaan USG untuk memastikan lokasi sel telur

Jika hasil tes menunjukkan positif hamil, Mama dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan USG, baik USG perut maupun USG transvaginal.
Pemeriksaan USG bertujuan memastikan apakah sel telur yang telah dibuahi menempel di dalam rahim atau di luar rahim. Namun, pada beberapa kasus, terutama jika kehamilan menempel di tuba falopi, hasil USG awal terkadang kurang meyakinkan.
Pada kondisi tersebut, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan diagnosis secara pasti. Dengan deteksi yang tepat dan cepat, peluang untuk penanganan yang efektif pun semakin besar.
3. Hamil di luar kandungan, kapan harus ke dokter?

Kehamilan di luar rahim dapat berbahaya jika tidak ditangani sejak dini. Segera periksa ke dokter jika Mama merasakan kondisi seperti berikut:
Nah, itu dia penjelasan tentang apakah hamil di luar kandungan bisa di-test pack. Semoga membantu, ya, Ma!


















