Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Koleksi “ROMANTICIST” di Jakarta Fashion Week 2027, Hadirkan Feminitas Modern

4 min read
Koleksi “ROMANTICIST” di Jakarta Fashion Week 2027, Hadirkan Feminitas Modern
Dok. Jakarta Fashion Week 2027
  • ROMANTICIST menghadirkan 24 look yang mengeksplorasi feminitas, karakter, dan seni berpakaian sebagai bentuk ekspresi diri.

  • The Story Of menyeimbangkan detail lembut dan karakter tegas untuk membangun nuansa romantis yang modern.

  • Empat muse menerjemahkan gagasan bahwa feminitas memiliki interpretasi berbeda melalui karakter dan pengalaman pribadi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 kembali menjadi ruang bagi berbagai kolaborasi menarik di industri mode Indonesia. Salah satunya datang dari METRO Department Store dan The Story Of yang untuk pertama kalinya tampil bersama melalui koleksi “ROMANTICIST: A Modern Love Affair with the Art of Dressing.”

Koleksi ini menghadirkan 24 look yang mengeksplorasi feminitas, karakter, dan seni berpakaian sebagai bentuk ekspresi diri. Bukan sekadar menampilkan busana yang indah secara visual, The Story Of juga membawa pendekatan yang lebih personal lewat siluet ekspresif dan detail lembut.

Empat perempuan dengan karakter berbeda, yakni Nadila Ernesta, Jihane Almira, Adinia Wirasti, dan Naila Alatas, turut menjadi muse untuk menerjemahkan semangat koleksi ini di runway.

Berikut Popmama.com rangkum detail fashion koleksi ROMANTICIST di Jakarta Fashion Week 2027.

  1. 1. Siluet ekspresif jadi bahasa utama koleksi

    Siluet ekspresif jadi bahasa utama koleksi
    Dok. Jakarta Fashion Week 2027

    Koleksi ROMANTICIST dibangun melalui permainan siluet yang ekspresif. Pendekatan ini membuat setiap look tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga menjadi cara untuk menunjukkan karakter pemakainya.

    The Story Of menggabungkan kesan feminin dengan bentuk-bentuk yang tetap memiliki karakter kuat. Alih-alih mendefinisikan feminitas melalui satu bentuk tertentu, koleksi ini justru memberi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan dirinya secara lebih personal.

    Konsep tersebut sejalan dengan tema besar koleksi, yakni menjadikan seni berpakaian sebagai medium untuk menunjukkan identitas.

  2. 2. Detail lembut memberi kesan romantis tanpa terasa berlebihan

    Detail lembut memberi kesan romantis tanpa terasa berlebihan
    Popmama.com/Putri Syifa N

    Sesuai namanya, ROMANTICIST membawa nuansa romantis melalui detail-detail yang lembut. Namun, pendekatannya tidak berhenti pada kesan manis atau feminin secara konvensional.

    Koleksi ini mencoba menyeimbangkan kelembutan dengan karakter yang lebih tegas, sehingga hasil akhirnya terasa modern. Detail yang digunakan menjadi bagian dari cara The Story Of memperlihatkan bahwa sisi romantis seorang perempuan bisa hadir bersamaan dengan kekuatan dan individualitas.

    Pendekatan tersebut membuat koleksi terasa lebih fleksibel, tidak hanya romantis secara visual, tetapi juga memiliki narasi yang lebih dalam.

  3. 3. Sebanyak 24 look menggambarkan perjalanan menemukan gaya personal

    Sebanyak 24 look menggambarkan perjalanan menemukan gaya personal
    Dok. Jakarta Fashion Week 2027

    Melalui 24 look yang ditampilkan, The Story Of menghadirkan interpretasi berbeda tentang perempuan modern dan hubungannya dengan busana.

    Setiap tampilan dirancang untuk menggambarkan kebebasan dalam memilih gaya yang terasa autentik dan sesuai dengan karakter masing-masing. Karena itu, koleksi ini tidak mencoba membentuk satu gambaran perempuan ideal.

    Sebaliknya, ROMANTICIST menempatkan fashion sebagai bagian dari perjalanan menemukan diri. Busana menjadi sesuatu yang personal, tumbuh dari pengalaman, suasana hati, hingga cara seseorang ingin memperlihatkan dirinya kepada dunia.

  4. 4. Fashion dijadikan medium untuk bercerita tentang identitas

    Fashion dijadikan medium untuk bercerita tentang identitas
    Popmama.com/Putri Syifa N

    The Story Of sendiri menjadikan kisah, pengalaman, dan berbagai hal yang ditemukan dalam keseharian sebagai sumber inspirasi koleksi.

    Pendekatan ini kemudian diterjemahkan melalui busana yang berfungsi sebagai medium bercerita. Kukuh Zuttion, Creative Director dan CEO The Story Of, mengatakan ROMANTICIST ingin merayakan seni berpakaian sebagai sesuatu yang sangat personal.

    “Melalui ROMANTICIST, kami ingin merayakan seni berpakaian sebagai sesuatu yang personal, yang tumbuh dari karakter, pengalaman, dan cara setiap individu mengekspresikan dirinya,” ujar Kukuh.

    Karena itu, koleksi ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada hubungan emosional antara perempuan dan apa yang ia pilih untuk dikenakan.

  5. 5. Empat muse membawa interpretasi feminitas yang berbeda

    Empat muse membawa interpretasi feminitas yang berbeda
    Dok. Jakarta Fashion Week 2027

    ROMANTICIST diperagakan oleh empat muse, yaitu Nadila Ernesta, Jihane Almira, Adinia Wirasti, dan Naila Alatas.

    Pemilihan empat perempuan dengan karakter berbeda memperkuat pesan bahwa feminitas tidak memiliki satu definisi tunggal. Setiap muse membawa interpretasinya sendiri terhadap koleksi, mulai dari cara mereka membawakan siluet hingga karakter yang muncul ketika berjalan di runway.

    Kehadiran mereka juga membuat koleksi terasa semakin personal. Busana yang sama-sama lahir dari satu tema dapat menghasilkan kesan berbeda ketika dikenakan oleh perempuan dengan karakter yang berbeda pula.

    Lewat ROMANTICIST, The Story Of bersama METRO menunjukkan bahwa fashion bukan hanya tentang apa yang dikenakan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memberi makna pada busana tersebut melalui karakter dan pengalaman pribadinya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More