“Melalui pesan ‘Transform to Transcend’ di JFW 2027, kami mengajak perempuan melakukan transformasi yang nyata dan bermakna, salah satunya dengan konsisten berinvestasi pada cadangan kolagen kulit atau ‘collagen bank’ mulai dari sekarang,” jelas Shakina pada press conference JFW 2027 di City Hall Pondok Indah Mall, Senin (26/10/2026).
Apa Itu Collagen Banking? Tren Skincare Jaga Kulit Awet Muda

Collagen banking merupakan pendekatan preventif untuk menjaga cadangan kolagen dan mendukung produksinya melalui kebiasaan merawat kulit sejak dini.
Kandungan kolagen kulit mulai berkurang sekitar 1 persen setiap tahun sejak usia 20-an, sementara rutinitas perawatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit.
POND’S membawa pesan perawatan diri, kepercayaan diri, dan keberanian berkembang melalui Miracle Models serta runway JFW 2027.
Istilah collagen banking belakangan semakin sering muncul dalam pembahasan skincare. Konsep ini mengarah pada upaya menjaga cadangan kolagen kulit sejak dini, sebelum produksinya semakin menurun seiring bertambahnya usia.
Pesan tersebut juga dibawa POND’S Age Miracle melalui kampanye “Transform to Transcend” di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. POND’S mengajak perempuan memandang perawatan kulit sebagai investasi jangka panjang, termasuk dengan mulai memperhatikan kondisi kolagen sejak usia muda.
Kolagen sendiri merupakan protein penting yang membantu menjaga struktur, kekencangan, dan elastisitas kulit. Namun, jumlahnya secara alami akan berkurang seiring bertambahnya usia.
Lantas, apa sebenarnya collagen banking dan bagaimana konsep ini diterapkan dalam rutinitas perawatan kulit?
Berikut Popmama.com rangkum penjelasan mengenai collagen banking ini.
Table of Content
1. Collagen banking menjadi bentuk investasi kulit sejak dini

Dok. Unilever Indonesia Istilah collagen banking digunakan untuk menggambarkan pendekatan perawatan kulit secara preventif.
Bukan berarti seseorang benar-benar dapat menyimpan kolagen seperti menabung uang, tetapi lebih kepada menjaga cadangan kolagen yang dimiliki kulit sekaligus mendukung produksinya sejak dini.
Konsep tersebut menjadi salah satu pesan utama POND’S Age Miracle melalui “Transform to Transcend”. POND’S mengajak perempuan untuk tidak menunggu tanda-tanda penuaan terlihat jelas sebelum mulai memikirkan perawatan kulit jangka panjang.
Shakina Dharma, Beauty & Wellbeing Marketing Demand Creation Skin Care Lead Unilever Indonesia, mengatakan setiap fase kehidupan dapat menjadi kesempatan bagi perempuan untuk terus berkembang.
Dengan begitu, collagen banking lebih tepat dipahami sebagai kebiasaan merawat kulit secara konsisten daripada sekadar mengejar hasil instan ketika tanda penuaan sudah muncul.
2. Kolagen mulai berkurang sejak usia 20-an
Dok. Unilever Indonesia Perubahan kolagen ternyata tidak baru terjadi ketika seseorang memasuki usia 40 atau 50 tahun. Riset yang dilakukan POND’S, kandungan kolagen dalam kulit mulai berkurang sekitar 1 persen setiap tahunnya sejak usia 20-an.
Penurunan tersebut dapat memengaruhi kekencangan dan elastisitas kulit hingga akhirnya membuat tanda-tanda penuaan semakin terlihat. Namun, proses penuaan kulit juga dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk paparan sinar matahari, gaya hidup, hingga kondisi masing-masing kulit.
Jennifer Bachdim yang kini mendekati usia 40 tahun juga melihat perawatan kulit sebagai bagian dari investasi pada dirinya sendiri.
“Menjelang usia 40 tahun, saya justru semakin excited untuk mengejar passion dan mencoba hal-hal baru. Pastinya excitement ini harus diiringi dengan konsistensi merawat diri, termasuk kulit wajah, sebagai bentuk investasi agar kita terus percaya diri menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Jennifer pada kesempatan yang sama.
Karena itu, mulai merawat kulit sejak usia 20-an bukan berarti harus langsung menggunakan banyak produk anti-aging. Fokus utamanya tetap membangun rutinitas yang konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit.
3. Hexyl-Retinol dibawa untuk mendukung produksi kolagen
Dok. Unilever Indonesia Salah satu bahan yang sering digunakan dalam skincare untuk membantu mengatasi tanda penuaan adalah retinol. Kandungan ini dikenal dapat membantu mendukung produksi kolagen sekaligus memperbaiki tampilan garis halus serta tekstur kulit.
POND’S Age Miracle sendiri membawa kandungan Hexyl-Retinol yang telah dipatenkan dalam formulanya. Menurut klaim POND’S, kandungan tersebut dapat membantu menstimulasi produksi kolagen hingga 800 persen, membuat kulit terasa lebih lifted dan plumpy, serta membantu mempertahankan youthful bounce.
Meski demikian, angka 800 persen tersebut merupakan klaim spesifik dari POND’S terhadap formula produknya dan tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh produk retinol.
Shakina menegaskan bahwa investasi pada perawatan kulit perlu dilakukan secara konsisten.
“Dengan investasi perawatan kulit yang konsisten dan keyakinan pada potensi diri, setiap perempuan dapat menjalani transformasi yang bermakna di setiap fase kehidupannya,” tuturnya.
Artinya, penggunaan kandungan aktif seperti retinol tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari rutinitas jangka panjang, bukan sekadar solusi instan untuk mendapatkan kulit yang terlihat lebih muda.
4. Perawatan kulit bukan hanya soal terlihat lebih muda

Popmama.com/Putri Syifa N Konsep “Transform to Transcend” juga membawa sudut pandang bahwa perawatan kulit tidak hanya bertujuan mempertahankan penampilan muda. Bagi POND’S, merawat diri juga berkaitan dengan kepercayaan diri untuk terus mengejar aspirasi pada berbagai fase usia.
Pesan ini kemudian diwujudkan melalui pencarian Miracle Models 2026. Lebih dari 500 perempuan berusia 30-70 tahun dari berbagai wilayah Indonesia mendaftarkan diri dengan membagikan kisah transformasi mereka melalui media sosial.
Dari jumlah tersebut, 25 semifinalis mengikuti proses offline curation berupa talkshow, wawancara, pemotretan, dan penjurian catwalk. Tujuh perempuan akhirnya terpilih sebagai Miracle Models 2026.
Mereka adalah Sandra Gunawan (70), Yocta Pratrista (36), Loemongga (35), Sheila Kanti Perucha Tejena (30), Tanisa Rizki (44), Niken Paramita Kusuma Wardani (39), dan Yosi Twentiarani (35).
Keberagaman usia para finalis tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa perawatan diri dan kepercayaan diri tidak berhenti pada usia tertentu.
5. Pesan transformasi dibawa sampai ke runway JFW 2027

Dok. Jakarta Fashion Week 2027 Ketujuh Miracle Models kemudian tampil dalam “POND’S Age Miracle Runway” di Jakarta Fashion Week 2027 bersama Jennifer Bachdim dan Patricia Gouw.
Untuk menerjemahkan tema “Transform to Transcend” melalui fashion, mereka mengenakan koleksi “Memento” dari Hian Tjen for Josephine Anni. Koleksi tersebut terinspirasi dari bunga Calla Lily yang lembut, kemudian diterjemahkan ke dalam siluet yang lebih tegas dan penuh kekuatan.
Hian Tjen dan Josephine Anni menjelaskan bahwa koleksi tersebut menggambarkan transformasi sebagai proses untuk terus tumbuh dan berkembang. Keindahan bunga Calla Lily yang lembut dapat ditransformasikan menjadi siluet yang tegas dan penuh kekuatan, sehingga mampu memancarkan kepercayaan diri bagi setiap perempuan yang mengenakannya.
Kedua desainer ini juga memberikan perhatian pada siluet, fit, volume, dan detail agar setiap busana dapat disimpan serta dikenakan kembali dalam jangka panjang.
Lewat runway tersebut, konsep collagen banking akhirnya tidak hanya dibicarakan sebagai tren skincare. POND’S menghubungkannya dengan pesan yang lebih luas mengenai konsistensi merawat diri, kepercayaan diri, serta keberanian perempuan untuk terus berkembang tanpa menjadikan usia sebagai batasan.






















-erd9kGCZV695Ebun7DrTlllcSf8fgmBF.png)