Waspada Pneumonia dari Virus Corona, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Kenali gejala dan pencegahan dari pneumonia akibat virus corona

6 April 2020

Waspada Pneumonia dari Virus Corona, Ini Gejala Cara Mencegahnya
Freepik

Wabah virus corona masih terus berlanjut. Gejalanya ada kemiripan dengan pneumonia.

Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan akut yang menyerang jaringan paru-paru akibat mikrorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh.

Biasanya penyakit ini disebabkan oleh streptococcus, staphylococcus, dan lagionella.

Namun saat ini penyebab dari terjadinya wabah di negara Asia bukanlah virus biasa yang sering ditemukan pada seseorang yang terkena pneumonia. Melainkan novel Coronavirus (nCov) atau virus corona.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, virus ini juga penyebab munculnya penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menjangkiti ribuan orang di dunia.

Melalui siaran perss yang Popmama.com terima, dr. Feni Fitriani, Sp. P (K), M.Pd.Ked selaku dokter spesialis paru dan pernapasan konsultan paru kerja dan lingkungan yang berpraktik di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya menjelaskan mengenai infeksi dan gejala pneumonia akibat virus corona dan cara pencegahannya.

Editors' Picks

1. Gejala pneumonia

1. Gejala pneumonia
Freepik

Gejala yang disebabkan oleh virus corona dengan pneumonia biasa memiliki banyak kesamaan. Namun ada baiknya penanganan untuk penyakit ini segera dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan terhadap orang lain.

Beberapa gejala diantaranya adalah:

  • Demam yang disertai dengan gejala batuk kering dan pilek
  • Sesak dan sulitan bernapas serta lesu
  • Terjadi infeksi saluran pernapasan yang cukup parah

Hal-hal ini perlu perhatikan khusus jika seseorang pernah mengunjungi atau tinggal di negara-negara terjangkit dalam beberapa minggu terakhir, serta memiliki kontak fisik atau berkomunikasi dengan seseorang yang positif terinfeksi nCoV atau lebih khususnya pernah datang ke pasar hewan di negara terjangkit.

2. Pencegahan pneumonia

2. Pencegahan pneumonia
Freepik

Melalui Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan vitamin, menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, istirahat yang cukup, serta rajin mencuci tangan saat bepergian terutama ketika berkunjung dari negara terjangkit.

Meskipun sudah ada beberapa vaksin yang dapat mencegah pneumonia, seperti vaksin pneumokokus (PCV atau PPSV23), dan vaksin Hib, masih disayangkan belum ada vaksin khusus untuk mencegah virus corona yang mewabah saat ini. Hal ini karena pneumonia yang disebabkan terjadi oleh virus corona jenis baru.

Beberapa hal ini dapat dilakukan untuk menghindari penularan oleh virus corona, yaitu:

  • Menghindari area atau daerah yang terjangkit.
  • Tetap waspada bila mengalami gejala demam, batuk disertai sulitan bernapas, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat.
  • Perhatikan higienitas diri dengan rajin cuci tangan terutama sebelum memegang mulut, hidung, dan mata, atau setelah memegang instalasi publik.

Disarankan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun cair selama 20 detik kemudian keringkan dengan handuk atau tissue.

Selain itu, menggunakan handrub dengan kandungan alkohol 70 – 80 persen juga dapat dilakukan sebagai pengganti cuci tangan.

  • Ketika batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu atau baju agar tidak terjadi penularan.
  • Ketika gejala yang dirasakan semakin parah seperti kesulitan bernapas, gunakan masker dan segera ke tempat fasilitas kesehatan terdekat.

3. Bagaimana jika sudah terlanjur pergi ke negara terjangkit?

3. Bagaimana jika sudah terlanjur pergi ke negara terjangkit
Popmama.com/Onic Metheany

Apabila terpaksa atau sudah terlanjur mengunjungi negara yang terjangkit virus ini, berikut adalah hal-hal sebaiknya dilakukan:

  • Hindari menyentuh hewan atau burung.
  • Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan, atau pasar hewan hidup.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang memiliki gejala infeksi saluran napas.
  • Patuhi petunjuk keamanan dan kebersihan.
  • Jika merasa kesehatan kurang memungkinkan, seperti merasakan gejala demam atau batuk, segera gunakan masker dan cari layanan kesehatan segera.
  • Setelah kembali dari negara yang terjangkit, tetap gunakan masker dan konsultasi ke dokter jika masih meraskan demam atau gejala lain yang dirasakan serta beritahu dokter riwayat perjalanan sebelumnya.

Virus ini memang belum ada obatnya. Namun, dengan menjaga daya tahan tubuh dan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat, kita dapat mencegah penyebaran penyakit ini agar tidak meluas.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.