8 Makanan dan Minuman yang Dihindari Jika Memiliki Penyakit Jantung

Memiliki riwayat penyakit jantung? Hindari mengonsumsi makanan dan minuman ini

6 Februari 2020

8 Makanan Minuman Dihindari Jika Memiliki Penyakit Jantung
Freepik

Jantung menjadi organ di dalam tubuh yang memiliki peran krusial. Jika jantung bermasalah, kesehatan seseorang tentu akan sangat terganggu bahkan meningkatkan risiko kematian.

Hal ini tentu membuat kesehatan jantung harus dijaga dengan cara berolahraga teratur dan memulai gaya hidup sehat. Penyakit jantung ini disebabkan oleh penyempitan pembulu darah sehingga terjadi penumpukan kolesterol di dinding arteri.

Seseorang dengan riwayat penyakit jantung memiliki banyak pantangan terutama perihal makanan. Ahli gizi menyarankan seseorang dengan sakit jantung sebaiknya hanya mengonsumsi makanan sehat bahkan diet khusus agar meringankan kerja jantung.

Jika salah satu anggota keluarga memiliki riwayat penyakit jantung, sebaiknya mulai hindari makanan-makanan yang mengandung garam atau gula yang terlalu banyak agar kesehatan jantung tetap terjaga serta menurunkan risiko terjadinya serangan jantung mendadak.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari oleh seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

1. Daging merah

1. Daging merah
Freepik

Daging merah seperti daging sapi, kambing, atau babi memproduksi lemak jenuh dan kolesterol tinggi. Jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan ini, tentu akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Selain daging merah, olahan dari daging juga sebaiknya dihindari. Makanan-makanan tersebut seperti sosis, bacon, atau daging burger. Hal itu karena olahan daging memiliki kandungan lemak dan garam yang cukup tinggi.

Jika ingin mengonsumsinya pun perlu diperhatikan. Menurut asosiasi kesehatan jantung di Amerika, enam potong daging olahan sudah bisa memenuhi kebutuhan garam harian dalam tubuh. Kandungan garam yang tinggi ini juga dapat meningkatkan seseorang terkena hipertensi.

2. Makanan cepat saji

2. Makanan cepat saji
Freepik

Makanan cepat saji memang memiliki rasa yang nikmat serta mudah ditemukan. Makanan itu seperti burger atau hot dog. Makanan seperti ini sebaiknya mulai dihindari bagi penderita jantung.

Seorang ahli kardiologi dari Universitas Hofstra, mengatakan mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh yang berasal dari hewan berisiko tinggi memiliki dampak buruk bagi kesehatan jantung.

Makanan ini mengandung banyak lemak dan garam yang dapat meningkatkan kolesterol dan menurunkan lemak baik di tubuh.

Baca juga:

3. Makanan yang digoreng

3. Makanan digoreng
Freepik

Banyak studi yang telah menunjukkan, mengonsumsi makanan yang digoreng seperti kentang dan ayam dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Makanan seperti ini mengandung lemak trans karena metode memasak dengan cara deep fry dapat meningkatkan produksi lemak berlebih.

Sebuah studi menyebut orang yang makan kentang atau ayam goreng dua hingga tiga kali seminggu berpeluang besar terkena serangan jantung.

Editors' Picks

4. Mentega

4. Mentega
Freepik

Mentega atau margarin menjadi makanan yang perlu dihindari selanjutnya. Mengonsumsi mentega atau margarin dapat meningkatkan lemak jahat dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Selain itu mengonsumsi mentega yang mengandung lemak jenuh tinggi, dapat meningkatkan kolesterol dalam darah.

Namun ini dapat diganti dengan mentega yang tidak mengandung minyak terhidrogenasi atau sebagai gantinya dapat menggunakan minyak dari tumbuhan seperti zaitun.

5. Mie instan

5. Mie instan
Freepik

Mie instan merupakan makanan yang paling sering dikonsumsi oleh siapapun. Cara penyajiannya yang mudah dan praktis membuat banyak orang menggemarinya.

Namun, sering mengonsumsi mie instan dapat meningkatkan risiko perubahan metabolisme karena kandungan lemak jenuhnya serta natrium yang tinggi.

Orang yang mengidap sindrom metabolik cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan berisiko terserang penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

6. Pizza

6. Pizza
Freepik

Makanan khas Italy yang satu ini juga memiliki risiko membuat seseorang terkena serangan jantung. Hal ini karena cara pengolahannya yang kurang tepat seperti memperbanyak topping daging dan keju sehingga membuat makanan ini memiliki jumlah sodium, lemak, serta kalori yang tinggi.

Ini membuat pizza menempati urutan kedua dalam daftar makanan ‘gurih’ versi Asosiasi Kesehatan Jantung Amerika. Sebagian pizza bisa menjadi makanan yang menyehatkan jika diolah dengan benar. Seperti memilih topping sayuran sebagai gantinya.

7. Alkohol

7. Alkohol
Freepik

Selain makanan, terdapat minuman yang perlu dihindari oleh seseorang yang memiliki penyakit jantung. Salah satunya adalah alkohol. Minuman ini dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, gagal fungsi jantung, stroke hingga obesitas.

Meski dengan kondisi tubuh yang sehat dan memiliki kadar trigliserida tidak tinggi, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat memperburuk kondisi kesehatan.

8. Soda

8. Soda
Freepik

Sejumlah penelitian menunjukkan, orang sering mengonsumsi soda cenderung memiliki lebih banyak kalori daripada mereka yang tidak minum soda.

Selain itu, bahan kimia dalam minuman soda sebenarnya dapat mengubah bakteri pencernaan dan membuat orang lebih mudah mengalami kenaikan berat badan. Berat badan berlebihan atau obesitas merupakan salah satu faktor munculnya risiko penyakit jantung.

Bukan hanya itu, mengonsumsi soda juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Hal ini karena soda mengandung banyak pemanis buatan yang kurang baik untuk tubuh.

Itu dia makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari oleh seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Ahli gizi biasanya akan menyarankan seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung untuk sering mengonsumsi ikan karena ikan memiliki kandungan omega 3 dan sumber protein yang baik bagi tubuh. Kandungan omega 3 dikenal dapat mengurangi risiko seseorang terkena serangan jantung dan stroke.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.