Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Burger Disebut sebagai Junk Food, Ini Penjelasannya
Pexels/ramon rangel
  • Burger kerap disebut junk food karena tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan natrium, tetapi rendah serat, vitamin, serta mineral akibat bahan olahan dan pelengkapnya.

  • Paket burger, kentang goreng, dan minuman bersoda dapat mencapai 1.000–1.500 kalori; konsumsi rutin berisiko menaikkan tekanan darah, kolesterol, berat badan, dan gangguan pencernaan.

  • Tidak semua burger tergolong junk food: pilihan patty tanpa lemak, roti gandum, banyak sayur, serta saus rendah kalori dapat membuatnya lebih bernutrisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Burger sering digolongkan sebagai junk food karena dapat tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan natrium, sementara kandungan serat, vitamin, dan mineralnya relatif rendah.
  • Who?
    Konsumen burger, terutama yang menjadikan burger dan kentang goreng sebagai menu utama, dapat menghadapi risiko kesehatan dari asupan kalori, natrium, gula, dan lemak jenuh berlebih.
  • Where?
    Burger banyak dijual di gerai makanan cepat saji, restoran, serta warung pinggir jalan. Burger juga dapat dibuat di rumah dengan pilihan bahan dan porsi yang berbeda.
  • When?
    Risiko dapat meningkat ketika burger, kentang goreng, dan minuman manis dikonsumsi berulang sebagai menu utama. Konsumsi makanan cepat saji sesekali disebut tidak menjadi masalah.
  • Why?
    Roti putih, patty berlemak, keju, saus bergula, kentang goreng, dan minuman bersoda dapat membuat satu paket burger mengandung sekitar 1.000 hingga 1.500 kalori.
  • How?
    Burger dapat dibuat lebih sehat dengan memilih daging rendah lemak atau patty nabati, roti gandum utuh, lebih banyak sayur, serta mengganti mayones dengan mustard, salsa, atau saus yogurt.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Burger sering disebut junk food karena banyak kalori, lemak, garam, dan gula, tapi sedikit serat dan vitamin. Paket burger dengan kentang goreng dan minuman manis bisa sangat banyak kalorinya. Tapi tidak semua burger begitu. Burger rumah dengan daging lebih sehat, roti gandum, sayur, dan sedikit saus bisa lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Burger merupakan makanan yang enak, praktis, dan mudah ditemukan di mana-mana, dari gerai cepat saji sampai warung pinggir jalan. Tapi, kenapa ya makanan favorit banyak orang ini sering dicap sebagai junk food?

Alasan burger disebut sebagai junk food ternyata tidak melulu soal daging atau rotinya, melainkan juga soal kalori, lemak, dan garam yang menumpuk dalam satu porsi. 

Supaya kamu lebih tahu tentang mengapa makanan ini disebut junk food, berikut Popmama.com mengulas alasan burger disebut sebagai junk food. Yuk, simak sampai habis!

Kenapa Burger Sering Disebut sebagai Junk Food?

Pexels/ramon rangel

Menurut Fallego, junk food adalah makanan yang tinggi kalori, lemak, gula, dan garam, tetapi rendah nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral. 

Burger ala restoran cepat saji sering masuk golongan ini karena kebanyakan variannya mengandung kalori besar, lemak tidak sehat, natrium, dan bahan olahan.

Mengutip Cleveland Clinic, makanan cepat saji umumnya diproduksi massal dan diolah dengan cepat, biasanya lewat alat panggang, penggorengan, atau microwave. 

Demi bisa disajikan cepat, murah, dan konsisten, banyak restoran lebih mementingkan proses dan efisiensi ketimbang kualitas gizi.

Burger terdiri atas roti putih dari tepung olahan, patty tinggi lemak jenuh, keju, dan saus dengan gula tambahan. Belum lagi pendampingnya, yaitu kentang goreng dan minuman manis.

Apa yang Membuat Burger Tinggi Kalori?

Pexels/Juan Santos

Menurut Fallego, satu paket burger lengkap dengan kentang goreng dan minuman bersoda bisa mengandung 1.000 sampai 1.500 kalori. Angka itu jauh melebihi kebutuhan satu kali makan yang seimbang.

Melansir The Jerusalem Post, patty dari daging yang lebih berlemak punya kalori lebih tinggi, dan satu patty seberat 150 gram dengan kadar lemak sedang berkisar 200 sampai 250 kalori. Rotinya pun menyumbang sekitar 250 kalori.

Belum lagi sausnya, satu porsi mayones atau saus barbekyu saja bisa menambah sekitar 200 kalori, sehingga burger restoran yang lengkap dengan pendamping dapat tembus lebih dari 1.000 kalori.

Apakah Semua Burger Termasuk Junk Food?

Pexels/Natan Machado Fotografia Gastronômica

Ternyata tidak selalu. Mengutip Canadian Food Focus, selain sayuran, patty justru bagian paling padat nutrisi dalam menu cepat saji, dengan 18 gram protein berkualitas plus vitamin B12, zinc, dan niasin pada patty daging sapi giling ekstra tanpa lemak seberat 60 gram.

Menurut Canadian Food Focus, makanan cepat saji tidak harus berarti junk food, karena topping dan pendampinglah yang paling menentukan. Kamu tidak harus selalu memilih paket komplet dengan kentang goreng dan minuman bersoda.

Selain itu, burger buatan rumah bisa memangkas kalori hingga separuhnya, dengan kadar lemak dan karbohidrat yang lebih rendah. Dalam resep yang dibagikan, satu porsi burger berisi sekitar 460 kalori dan 30 gram protein.

Risiko Kesehatan akibat Makan Burger

Pexels/Andres Ayrton

Mengutip Cleveland Clinic, santapan cepat saji sesekali bukan masalah, tetapi kalau burger dan kentang goreng jadi menu utama, kesehatan bisa terdampak serius. Berikut risiko yang perlu kamu waspadai.

  • Tekanan darah naik.
    Menurut Cleveland Clinic, satu burger keju dengan bacon saja bisa mendekati batas natrium 1.500 miligram per hari. Asupan natrium tinggi diketahui meningkatkan tekanan darah dan membebani sistem kardiovaskular.

  • Kolesterol dan penyakit jantung
    Mengutip Cleveland Clinic, terlalu banyak lemak jenuh bisa menaikkan kolesterol LDL atau kolesterol "jahat" yang berisiko bagi jantung.

  • Berat badan naik
    Menurut Cleveland Clinic, paket makanan cepat saji biasanya berporsi lebih besar dan lebih tinggi kalori daripada masakan rumah, sehingga kalori berlebih lama-lama menumpuk. 

  • Gula darah naik-turun
    Karbohidrat olahan dan gula memicu lonjakan gula darah, lalu tubuh melepas insulin untuk menurunkannya dengan cepat. Menurut Cleveland Clinic, siklus ini bisa membuat badan lemas dan gampang kesal.

  • Gangguan pencernaan
    Mengutip Fallego, burger makanan yang rendah serat sehingga bisa memicu sembelit dan perut kembung.

Bagaimana Cara Membuat Burger yang Lebih Sehat?

Pexels/Denis Liendo

Bagi kamu yang ingin mencoba membuat burger yang sehat dan tidak tinggi lemak, berikut caranya.

  • Pilih daging dan cara masak yang tepat.
    Menurut Fallego, kamu bisa mengganti patty berlemak dengan daging ayam atau kalkun giling, ikan panggang, atau patty nabati dari kacang-kacangan, lentil, dan jamur. 

  • Cek label burger nabati
    Melansir Canadian Food Focus, sebagian burger nabati ternyata diproses tinggi dan natriumnya bisa 220 sampai 620 persen lebih tinggi daripada daging sapi asli.

  • Ganti rotinya
    Melansir Fallego, gunakan roti gandum utuh yang kaya serat. Kamu juga bisa menyantap burger tanpa roti bagian atas, atau memakai roti yang lebih kecil.

  • Banyakkan sayur
    Menurut Fallego, selada, tomat, bawang, mentimun, dan alpukat menyumbang vitamin, mineral, dan serat. 

  • Kurangi saus berkalori tinggi
    Melansir Fallego, disarankan untuk mengganti mayones dengan saus berbahan yogurt Yunani, mustard, atau salsa buatan sendiri. 

Nah, itulah pembahasan mengenai alasan burger disebut sebagai junk food. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article