Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

4 Bahaya Minum Obat dengan Pisang, dari Masalah Jantung hingga Ginjal

3 min read
4 Bahaya Minum Obat dengan Pisang, dari Masalah Jantung hingga Ginjal
Pexels/Matheus Bertelli
  • Pisang kaya kalium dapat meningkatkan risiko aritmia saat dikonsumsi bersama ACE inhibitor, ARB, ibuprofen, atau naproxen yang juga berpotensi menaikkan kadar kalium.

  • Kelebihan kalium atau hiperkalemia perlu diwaspadai, terutama pada pengguna ACE inhibitor dan diuretik hemat kalium; porsi pisang serta pengganti garam berkandungan kalium perlu diperhatikan.

  • Pisang dan seratnya dapat menghambat penyerapan obat tertentu seperti statin serta metformin; lansia dengan fungsi ginjal menurun dan banyak obat menghadapi risiko lebih tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu mengalami kesulitan saat menelan pil? Lalu, mencoba dengan trik andalan, yakni obat diselipkan ke dalam pisang yang lembut dan manis, lalu diisap bersamaan agar mudah masuk ke dalam tubuh.

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru menyelipkan pil ke dalam pisang lagi. Menurut laman IDN Times, pisang memang aman dikonsumsi bersama kebanyakan obat, tetapi ada golongan obat tertentu yang bisa bereaksi dengan kandungan di dalamnya.

Supaya kamu tidak salah langkah, berikut Popmama.com mengulas 4 bahaya minum obat dengan pisang. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Gangguan irama detak jantung

    Gangguan irama detak jantung
    Pexels/Doriane__ photographe

    Dilansir dari IDN Times, pisang adalah buah yang kaya kalium, mineral yang membantu sel otot jantung bekerja dan menjaga detak tetap teratur, sekaligus mendukung fungsi saraf dan otot.

    Masalahnya, sebagian obat penurun tekanan darah, yaitu golongan ACE inhibitor dan ARB, ikut menaikkan kadar kalium dalam tubuh. Ibuprofen dan naproxen yang banyak dikenal sebagai pereda nyeri pun disebut punya efek serupa.

    Kalau kalium makin menumpuk karena ditambah pisang, detak jantung bisa menjadi tidak beraturan atau disebut aritmia, bahkan kemampuan jantung untuk berdetak pun bisa menurun, seperti dikutip dari SingleCare.

  2. 2. Kelebihan kalium dalam tubuh

    Kelebihan kalium dalam tubuh
    Pexels/Vanessa Loring

    Kondisi kalium berlebih ini disebut hiperkalemia, yang tingkatnya bisa ringan, sedang, hingga berat. Melansir Saga, hiperkalemia bisa berbahaya, terutama bagi pengguna ACE inhibitor dan diuretik hemat kalium.

    Mengutip GoodRx, akan tetapi, belum ada bukti kuat bahwa pisang harus dihindari sepenuhnya saat minum obat tertentu. Namun, porsi besar tetap perlu diwaspadai dan dokter bisa membantu menentukan batas jumlah pisang yang aman per hari.

    Pisang sesekali mungkin tidak bermasalah bagi sebagian orang, tetapi pilihan teraman bagi pengguna obat tersebut adalah menghindarinya. Pengganti garam yang mengandung kalium klorida pun ikut menaikkan kadar kalium, jadi jangan sampai lengah.

  3. 3. Penyerapan obat jadi terhambat

    Penyerapan obat jadi terhambat
    Pexels/Anna Shvets

    Selain urusan kalium, ada hal lain yang sering luput, yaitu cara tubuh menyerap obat. Menurut IDN Times, obat sebaiknya tetap diminum dengan air putih agar penyerapannya berjalan efektif, bukan dengan pisang sebagai pendorong.

    Air putih membantu obat larut dan masuk ke saluran pencernaan secara optimal, sehingga kerja obat pun lebih maksimal. Pisang lebih pas dinikmati setelahnya, selama tidak ada larangan dari tenaga medis.

    Pisang juga kaya serat. Makanan tinggi serat bisa menurunkan efektivitas sebagian obat, misalnya statin dan metformin, sehingga kamu perlu lebih berhati-hati.

    Untuk menghindari penyerapan yang tertunda, menurut SingleCare, disarankan untuk minum obat 1 jam sebelum atau 2 hingga 4 jam setelah mengonsumsi serat.

  4. 4. Penurunan fungsi ginjal pada lansia

    Penurunan fungsi ginjal pada lansia
    Pexels/Wheeleo Walker

    Bayangkan seorang lansia yang minum beberapa obat sekaligus setiap hari, lalu menutupnya dengan pisang. Menurut Aging Care, risiko hiperkalemia dan jantung berdebar akibat makanan kaya kalium meningkat pada lansia yang fungsi ginjalnya sudah menurun.

    Obat seperti ACE inhibitor dan ARB juga menekan pembuangan kalium lewat urine. Dengan ginjal yang sudah kurang prima, kalium dari pisang tentu makin sulit dibuang dari tubuh.

    Melansir Saga, kelompok paling berisiko adalah pasien dengan banyak obat dan penyakit kronis. Data yang dikutip Saga bahkan menunjukkan hampir separuh orang berusia 65 tahun ke atas mengonsumsi banyak obat sekaligus.

    Karena itu, disarankan untuk membaca leaflet informasi pasien yang ada di kemasan obat, termasuk soal makanan yang perlu dihindari. Dokter juga biasanya akan memantau kadar kalium melalui tes darah pada pasien berisiko.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 4 bahaya minum obat dengan pisang yang harus kamu ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More