Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Alasan Matahari Pagi Lebih Sehat, Ini Manfaat dan Waktu Terbaiknya

4 min read
Alasan Matahari Pagi Lebih Sehat, Ini Manfaat dan Waktu Terbaiknya
Pexels/Erik, A van Dijk
  • Paparan matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian, memberi sinyal tubuh untuk siaga, meningkatkan energi dan fokus, serta mendukung kualitas tidur pada malam hari.

  • Sinar UVB membantu produksi vitamin D untuk penyerapan kalsium dan fosfor; paparan cahaya juga dikaitkan dengan suasana hati, imun, dan pengelolaan berat badan.

  • Durasi paparan disarankan 5–15 menit beberapa kali seminggu, dengan penyesuaian warna kulit; hindari paparan terik pukul 10.00–16.00 dan lindungi kulit dari risiko kerusakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pagi hari, ketika sinar keemasan mulai masuk lewat jendela, banyak dari kita malah menarik selimut atau langsung sibuk dengan ponsel. Padahal, ada kebiasaan sederhana yang tidak butuh biaya sepeser pun, yakni berdiri sebentar di bawah matahari pagi.

Sejumlah lembaga kesehatan menyebut paparan sinar matahari di awal hari punya banyak kelebihan bagi tubuh. Apalagi bagi kamu yang sedang menjalani gaya hidup sehat, berjemur di pagi hari memberikan banyak manfaat.

Nah, bagi kamu yang senang berjemur atau yang penasaran dengan manfaat matahari pagi, berikut Popmama.com mengulas alasan matahari pagi lebih sehat. Yuk, simak sampai habis!

  1. Kenapa Sinar Matahari Pagi Dianggap Lebih Sehat?

    Kenapa Sinar Matahari Pagi Dianggap Lebih Sehat
    Pexels/Kamil Szerlag

    Jawabannya ada pada jam biologis tubuh yang disebut ritme sirkadian. Menurut Healthy Monday, jam internal 24 jam ini merespons perubahan cahaya, sehingga terkena sinar matahari begitu bangun membantu tubuh mengatur ulang pola tidur.

    Efeknya, kamu bisa menjalani hari dengan lebih berenergi dan waspada. Mengutip Cleveland Clinic, sinar matahari di awal hari memberi sinyal ke otak bahwa sudah waktunya siaga.

    Soal intensitas, sinar matahari dalam jumlah kecil, terutama di awal hari sebelum matahari bersinar paling terik, bisa memberi manfaat bagi tubuh.

  2. Manfaat Sinar Matahari Pagi bagi Kesehatan

    Manfaat Sinar Matahari Pagi bagi Kesehatan
    Pexels/Freek Wolsink

    Begitu tubuh terbiasa disapa matahari, ada banyak hal baik yang bekerja di balik layar. Berikut lima manfaat yang paling sering dibahas para ahli.

    • Membantu tubuh memproduksi vitamin D
      Melansir Cleveland Clinic, lebih dari 90 persen vitamin D kita berasal dari paparan sinar matahari. Kulit menyerap sinar ultraviolet-B (UVB), lalu mengubah molekul kolesterol di kulit menjadi vitamin D3, bentuk aktif vitamin D.

    • Membuat suasana hati lebih cerah
      Sebaliknya, serotonin yang rendah diduga berperan dalam depresi dan kecemasan. Oleh karena itu, efek dari sinar matahari pagi tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.

    • Menambah energi dan fokus
      Melansir Healthy Monday, paparan sinar matahari begitu bangun membantu kamu melewati hari dengan lebih berenergi dan waspada.

    • Mendukung sistem imun
      Menurut GoodRx, vitamin D sangat penting bagi sistem imun yang sehat. Vitamin D dan paparan sinar UV sama-sama punya efek pelindung terhadap sebagian bakteri dan virus, termasuk penyebab flu dan tuberkulosis.

    • Membantu menjaga berat badan
      Mengutip WebMD, cahaya pagi tampaknya membantu orang menjaga berat badan, dengan paparan 20–30 menit antara pukul 08.00 dan siang hari, dan makin pagi makin baik. Meski begitu, studi tentang hal ini belum cukup.

  3. Apakah Matahari Pagi Bisa Membantu Tidur Lebih Nyenyak?

    Apakah Matahari Pagi Bisa Membantu Tidur Lebih Nyenyak?
    Pexels/Ron Lach

    Dari semua manfaat tadi, tidur nyenyak mungkin yang paling banyak dicari. Kabar baiknya, jawabannya iya, malam yang tenang justru dimulai sejak pagi.

    Melansir Cleveland Clinic, saat mata terpapar cahaya, otak menerima pesan untuk berhenti memproduksi melatonin, salah satu hormon utama penyebab kantuk. Cahaya matahari pagi memberi sinyal siaga, sedangkan gelap memberi sinyal untuk bersiap tidur.

    Mengutip WebMD, sinar matahari pagi tampaknya membantu orang lebih mudah tertidur pada malam hari. Hal ini bisa semakin penting seiring bertambahnya usia, karena mata semakin sulit menyerap cahaya dan masalah tidur lebih sering muncul.

  4. Berapa Lama Waktu yang Tepat untuk Terpapar Matahari Pagi?

    Berapa Lama Waktu yang Tepat untuk Terpapar Matahari Pagi?
    Pexels/Edmond Dantès

    Menurut Healthline, waktu yang cocok untuk berjemur di angka 5–15 menit pada lengan, tangan, dan wajah, 2 sampai 3 kali seminggu, biasanya sudah cukup untuk manfaat vitamin D. 

    Selain itu, warna kulit juga berpengaruh. Melansir GoodRx , sekitar 10–15 menit per hari untuk kulit lebih terang dan 25–40 menit untuk kulit lebih gelap.

  5. Apakah Berjemur Pagi Bisa Membahayakan Kulit?

    Apakah Berjemur Pagi Bisa Membahayakan Kulit?
    Pexels/Aleksandar Andreev

    Sayangnya, tetap bisa. Walau sinar pagi lebih bersahabat, menurut Cleveland Clinic, UVB bisa dengan cepat merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.

    Melansir WebMD, terdapat tiga jenis utama kanker kulit yang sebagian besar disebabkan oleh terlalu lama terpapar matahari, sehingga kulit perlu ditutup atau dilindungi jika kamu berada di luar lebih dari sekitar 15 menit. 

    Paparan berlebih juga bisa membuat kulit menua lebih cepat, ditandai dengan keriput, tekstur kasar, dan bercak gelap.

  6. Kapan Waktu yang Sebaiknya Dihindari untuk Paparan Matahari?

    Kapan Waktu yang Sebaiknya Dihindari untuk Paparan Matahari?
    Pexels/cami

    Jawabannya ialah saat matahari sedang terik-teriknya. Menurut Healthline, pukul 10.00–16.00 adalah waktu ketika sinar paling langsung dan paling kuat, sehingga kulit lebih mudah terbakar.

    Khusus bayi baru lahir, menurut WebMD, jangan pernah menaruhnya langsung di bawah sinar matahari di luar ruangan. Kalau bayi tampak kuning, tanyakan penanganannya kepada dokter anak.

    Nah, itulah pembahasan mengenai alasan matahari pagi lebih sehat. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More