Kalau ngomongin alat cek gula darah, BGM alias blood glucose meter biasanya yang pertama kali kepikiran. Alat kecil dengan strip tes ini memang sudah lama jadi andalan banyak orang, terutama karena cara pakainya yang sederhana dan hasilnya bisa langsung diketahui.
Cara kerja BGM dimulai dari jarum lancet yang menusuk kulit untuk mengambil sedikit sampel darah. Sampel itu kemudian diteteskan ke strip tes, lalu strip tersebut bereaksi dengan kadar gula dalam darah. Setelah itu, alat akan memproses hasilnya dan menampilkan angka kadar gula darah kamu di layar.
Soal akurasi, BGM tergolong cukup bisa diandalkan asal dipakai dengan benar. Tingkat akurasinya bahkan diatur oleh badan kesehatan seperti FDA, dengan hasil yang biasanya akurat dalam rentang 15-20 persen dari kadar gula darah sebenarnya.
Meski begitu, hasilnya bisa meleset jika ada kesalahan pemakaian, misalnya tidak mengikuti instruksi dengan benar, menggunakan strip tes yang sudah kedaluwarsa, atau cara pengambilan sampel yang kurang tepat.
Satu hal yang perlu diingat, BGM cuma memberi gambaran kadar gula darah di satu waktu tertentu, jadi tidak bisa memantau tren atau naik-turunnya gula darah sepanjang hari kecuali kamu tes berkali-kali.