Karena malam Nuzulul Quran merupakan malam diturunkannya Al-Quran, maka membacanya menjadi salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan.
Membaca Al-Quran pada malam ini menjadi bentuk rasa syukur seorang hamba atas turunnya pedoman hidup bagi umat Muslim. Selain itu, amalan ini juga memiliki keutamaan yang sangat besar.
Ibadah membaca Al-Quran didasarkan pada hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi yang menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Quran akan mendatangkan kebaikan, dan satu kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi sepuluh.
عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya : “Dari Abdullah Ibnu Mas‘ud, Rasulullah Saw bersabda, “barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Quran), maka dia akan memperoleh satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan dengan sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm (sebagai) satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf”. (HR. At-Tirmidzi : 2835).
Melansir dari laman Majelis Ulama Indonesia, anjuran membaca Al-Qur’an pada malam Nuzulul Qur’an juga didukung oleh hadits lain. Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Quran, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan beliau untuk membaca Al-Quran.
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya : “Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Al-quran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.”