Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Hukumnya Tidak Mandi Wajib saat Puasa?
Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI
  • Puasa tetap sah meski seseorang belum mandi wajib saat fajar, karena kesucian dari hadas besar bukan syarat sah puasa melainkan syarat sah salat.
  • Hadis Nabi SAW menegaskan bahwa beliau pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub lalu mandi dan tetap berpuasa, menunjukkan kebolehan kondisi tersebut.
  • Meskipun boleh menunda mandi hingga setelah Subuh, disarankan menyegerakannya agar tidak melewatkan salat dan menjaga kesucian selama ibadah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak Mama dan Papa masih ragu mengenai hukum tidak mandi wajib saat puasa, terutama jika bangun kesiangan setelah waktu Subuh dalam keadaan junub. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran, apakah puasa yang dijalankan tetap sah atau justru batal.

Padahal, dalam beberapa situasi seseorang memang bisa saja belum sempat mandi wajib saat waktu Subuh tiba. Hal inilah yang membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai aturan sebenarnya dalam Islam terkait kondisi tersebut.

Lalu, bagaimana sebenarnya hukum tidak mandi wajib saat puasa dan apa yang sebaiknya dilakukan dalam kondisi seperti ini? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya

Puasa Tetap Sah Meski Belum Mandi Wajib

Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Kabar baik untuk Mama dan Papa, menurut para ulama dan berdasarkan hadis Nabi SAW, puasa seseorang tetap dianggap sah meski ia masih dalam keadaan junub (setelah berhubungan suami istri atau mimpi basah) saat fajar menyingsing.

Hal ini dikarenakan syarat sah puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Nah, suci dari hadas besar ternyata bukanlah syarat sah puasa, melainkan syarat sah salat. Jadi, Mama jangan panik dulu ya!

Meski begitu, mandi wajib tetap harus segera dilakukan agar bisa menjalankan ibadah lain, seperti salat Subuh, yang mensyaratkan kesucian dari hadas besar. Dengan memahami ketentuan ini, Mama dan Papa bisa menjalankan puasa dengan lebih tenang tanpa rasa ragu.

Dalil Hadits tentang Puasa dalam Keadaan Junub

Freepik

Hal ini sesuai dengan yang tercantum pada hadis berikut.

يَصِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ

Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki subuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu 'anhuma berkata :" Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima' dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadits Riwayat Bukhari 4/153).

Namun perlu dicatat, walaupun puasa tetap sah dalam keadaan mandi wajib, bukan berarti puasa menjadi ibadah yang tidak mengutamakan kesucian. 

Melansir NU Online, Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki menjelaskan, bahwa orang yang berhadas besar boleh menunda mandi junub hingga pagi hari. 

Meski begitu, yang lebih utama adalah menyegerakan mandi sebelum waktu subuh tiba.

“Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit, Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh.” (Lihat Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz II, halaman 313).

Dahulukan Sahur Jika Waktu Mepet

Freepik/rawpixel.com

Pernah nggak sih, Ma, Pa, bangun cuma sisa 10 menit sebelum imsak? Dalam kondisi darurat seperti ini, Mama atau Papa diperbolehkan untuk mendahulukan sahur terlebih dahulu daripada mandi wajib.

Tujuannya agar Mama dan Papa tetap punya energi untuk beraktivitas dan mengurus si Kecil seharian. Setelah urusan makan sahur selesai dan azan Subuh berkumandang, barulah segera melakukan mandi wajib untuk membersihkan diri.

Jangan Menunda Mandi hingga Melewatkan Salat

Freepik/nikitabuida

Meskipun puasanya sah, Mama dan Papa tetap punya kewajiban untuk menjalankan salat lima waktu. Artinya, Mama dan Papa tidak boleh menunda-nunda mandi wajib sampai waktu salat Subuh habis.

Menunda mandi wajib hingga matahari terbit tanpa uzur yang jelas hukumnya berdosa karena Mama dan Papa meninggalkan kewajiban salat. Jadi, segera guyur air dan bersihkan diri sesegera mungkin setelah sahur agar ibadah Mama di bulan suci ini makin sempurna.

Ternyata, ada rahasia di balik hukum fikih yang sering bikin Mama salah paham soal syarat sah puasa dan urusan hadas besar ini. Banyak yang mengira harus mandi sebelum imsak, padahal ada kelonggaran khusus yang diberikan Rasulullah SAW.

Nah, itulah penjelasan mengenai hukum tidak mandi wajib saat puasa yang perlu Mama dan Papa pahami.

FAQ Seputar Apa Hukumnya Tidak Mandi Wajib saat Puasa?

Apakah berdosa jika sengaja menunda mandi wajib saat puasa?

Menunda mandi wajib hingga melewatkan waktu salat tanpa alasan yang jelas bisa menyebabkan seseorang berdosa karena meninggalkan kewajiban salat.

Apakah boleh tidur lagi setelah sahur meski belum mandi wajib?

Boleh saja tidur kembali setelah sahur meskipun belum mandi wajib. Namun, sebaiknya tetap memasang alarm atau memastikan bisa bangun untuk mandi dan melaksanakan salat Subuh tepat waktu.

Apakah orang yang belum mandi wajib boleh membaca Al-Qur’an saat puasa?

Sebagian ulama berpendapat orang yang sedang junub sebaiknya tidak membaca Al-Qur’an hingga ia mandi wajib terlebih dahulu. Karena itu, dianjurkan untuk segera mandi agar dapat beribadah dengan lebih sempurna.

Editorial Team