- Ibu hamil yang khawatir puasa akan membahayakan kesehatan dirinya atau janin.
- Ibu menyusui yang takut produksi ASI atau kondisi tubuhnya terganggu saat berpuasa.
- Lansia yang secara permanen tidak mampu menjalankan puasa karena faktor kesehatan.
Cara Menghitung Fidyah Puasa bagi Ibu Hamil, Menyusui, dan Lansia

- Fidyah adalah kewajiban bagi Muslim yang tidak mampu berpuasa karena hamil, menyusui, atau lansia, sebagai bentuk tanggung jawab mengganti puasa dengan memberi makanan atau uang kepada yang membutuhkan.
- Pembayaran fidyah dilakukan per hari puasa yang ditinggalkan, dihitung berdasarkan biaya satu porsi makanan pokok untuk satu orang dikalikan jumlah hari tidak berpuasa.
- Disarankan mencatat jumlah hari puasa yang ditinggalkan, berkonsultasi dengan ahli agama bila ragu, dan menyalurkan fidyah langsung kepada mustahik agar ibadah tetap sah dan bermanfaat.
Puasa Ramadhan memang menjadi kewajiban bagi setiap Muslim, tetapi ada kondisi tertentu yang membolehkan Mama untuk tidak berpuasa, misalnya jika sedang hamil, menyusui, atau sudah lanjut usia.
Bagi Mama yang termasuk kategori ini dan tidak mampu menjalankan puasa, salah satu cara menunaikan kewajiban adalah melalui fidyah.
Fidyah merupakan kompensasi berupa makanan atau uang yang diberikan kepada orang yang membutuhkan sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.
Berikut Popmama.com merangkum bagaimana cara menghitung fidyah yang tepat. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
Apa Itu Fidyah?

Fidyah adalah bentuk tanggung jawab yang harus dibayarkan oleh seseorang yang tidak bisa berpuasa karena alasan tertentu dan tidak memungkinkan untuk menggantinya di lain waktu.
Menurut syariat, fidyah diberikan kepada orang miskin atau yang membutuhkan, dan bisa berupa makanan pokok atau setara dengan nominal uang untuk membeli makanan.
Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?

Berikut salah satu dari kelompok, yaitu:
Selain itu, kelompok ini tidak diwajibkan untuk mengganti puasa di hari lain, cukup membayar fidyah sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
Cara Menghitung Fidyah

Perhitungan fidyah biasanya didasarkan pada satu hari puasa yang tidak dijalankan, seperti:
- Satu hari puasa = satu fidyah.
- Jumlah fidyah = jumlah hari puasa yang ditinggalkan × biaya makanan pokok sehari untuk satu orang.
Sebagai contoh, jika satu porsi makanan pokok dihitung setara Rp50.000 per hari dan Mama meninggalkan puasa selama 10 hari, maka fidyah yang harus dibayarkan sebesar 10 × Rp50.000 = Rp500.000
Karena itu, Mama bisa memberikan fidyah dalam bentuk uang kepada mustahik atau menyiapkan makanan langsung sesuai kebutuhan sehari-hari mereka.
Tips Praktis Membayar Fidyah

- Catat jumlah hari puasa yang ditinggalkan agar tidak keliru dalam perhitungan.
- Konsultasikan dengan ustaz atau ahli fiqh jika Mama ragu mengenai nominal atau bentuk fidyah.
- Prioritaskan pemberian langsung kepada yang membutuhkan, misalnya tetangga miskin atau lembaga sosial terpercaya.
- Bayar segera agar tanggung jawab ibadah Mama tidak tertunda.
Inilah pembahasan mengenai membayar fidyah yang menjadi solusi syar’i bagi Mama yang tidak mampu menjalankan puasa karena kondisi tertentu.
Melalui perhitungan yang tepat dan pemberian kepada orang yang berhak, Mama tetap bisa menunaikan kewajiban puasa dengan cara yang sah dan bermanfaat bagi sesama.
Karena itu, jangan lupa untuk selalu mencatat hari yang ditinggalkan dan memilih mustahik yang tepat agar fidyah Mama memberi manfaat yang maksimal.










-DyXrk0cE8TZCCSFteJtHZpBAd3bpzFZW.png)
-qavSHSUbn7Ya5YKypkjD4dM9V2WWsnEc.png)






