Bangun tidur seharusnya membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, tidak sedikit orang yang justru mendapati matanya tampak merah saat bercermin di pagi hari dan khawatir akan tanda penyakit mata yang serius.
Kenapa Mata Merah saat Bangun Tidur? Ini Alasannya!

- Mata merah saat bangun tidur umumnya disebabkan oleh iritasi ringan akibat berkurangnya produksi air mata dan oksigen selama tidur, terutama jika udara kamar kering atau ada debu.
- Kebiasaan seperti kurang tidur, menatap layar terlalu lama, konsumsi alkohol atau kafein berlebih, serta tidur dengan lensa kontak dapat memperparah kondisi mata merah di pagi hari.
- Segera periksa ke dokter bila mata merah disertai nyeri, penglihatan kabur, sensitif terhadap cahaya, keluar cairan tidak normal, atau tidak membaik setelah beberapa hari.
Tidak perlu panik, karena mata merah saat bangun tidur bisa muncul karena hal-hal yang cukup umum.
Meski begitu, kondisi ini tetap tidak boleh diabaikan, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain seperti nyeri, penglihatan kabur, atau sensitif terhadap cahaya.
Lantas, kenapa bisa terjadi ya? nah, untuk menjawab pertanyaan ini, Popmama.com telah merangkum pembahasan mengenai kenapa mata merah saat bangun tidur selengkapnya. Simak sampai habis, ya!
Table of Content
Kenapa Mata Bisa Merah saat Bangun Tidur?

Secara umum, mata merah saat bangun tidur terjadi karena permukaan mata mengalami iritasi selama malam hari.
Mengutip dari American Academy of Ophthalmology, saat tidur, produksi air mata memang menurun secara alami. Akibatnya, mata menjadi lebih rentan mengalami kekeringan dan iritasi ketika bangun di pagi hari.
Selain itu, kornea juga menerima lebih sedikit oksigen ketika mata tertutup dalam waktu lama.
Untuk mengimbanginya, tubuh akan melebarkan pembuluh darah di sekitar mata agar pasokan oksigen tetap terpenuhi. Inilah yang membuat mata terlihat lebih merah ketika pertama kali membuka kelopak mata setelah tidur.
Jika kondisi tersebut ditambah dengan faktor lain seperti udara kamar yang terlalu kering, debu, kurang tidur, atau penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, warna merah pada mata biasanya akan terlihat lebih jelas.
Kurang Tidur dan Mata yang Terlalu Lelah

Waktu tidur yang berantakan bisa menjadi salah satu penyebab utama mata merah saat bangun tidur.
Kurang tidur membuat proses pemulihan alami pada mata tidak berjalan optimal. Padahal saat tidur, tubuh sebenarnya sedang memperbaiki berbagai jaringan, termasuk jaringan di area mata.
Kurang istirahat juga membuat otot dan pembuluh darah di sekitar mata tetap bekerja lebih keras. Kondisi ini mengakibatkan pembuluh darah menjadi lebih menonjol dan mata terlihat merah keesokan harinya.
Masalah ini sering semakin parah jika sebelum tidur seseorang terlalu lama menatap layar ponsel, laptop, atau televisi.
Kentucky Eye Care menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut dapat mengurangi frekuensi berkedip sehingga lapisan air mata lebih cepat menguap dan mata menjadi lebih kering.
Mata Kering Saat Tidur

Tidak semua orang menyadari bahwa mata bisa mengalami kekeringan selama tidur.
Menurut Your Health Magazine, sebagian orang memiliki kondisi yang disebut lagophthalmos, yaitu kelopak mata yang tidak menutup sempurna saat tidur.
Celah kecil yang terbuka tersebut membuat permukaan mata terus terkena udara sehingga kelembapannya berkurang.
Bukan cuma itu, penggunaan kipas angin atau AC yang mengarah langsung ke wajah juga dapat mempercepat penguapan air mata sepanjang malam.
Mata yang terlalu kering akan lebih mudah mengalami gesekan dan iritasi ketika seseorang bangun dan mulai berkedip. Akibatnya, bagian putih mata tampak merah, terasa perih, atau seperti ada pasir yang mengganjal.
Alergi Akibat Debu, Tungau, atau Bulu Hewan

Jika mata merah disertai rasa gatal yang kuat, penyebabnya bisa jadi bukan kelelahan, melainkan alergi.
Debu, tungau kasur, bulu hewan peliharaan, hingga partikel-partikel kecil yang menumpuk di kamar tidur dapat memicu reaksi alergi pada mata selama seseorang tidur.
Ketika tubuh bereaksi terhadap alergen, tubuh akan melepaskan histamin. Zat ini menyebabkan pembuluh darah di mata melebar sehingga mata tampak merah dan bengkak.
Tidak hanya memerah, alergi pada mata sering disertai gejala lain seperti gatal, berair, muncul kotoran mata lebih banyak dari biasanya, atau sensasi mengganjal setelah bangun tidur.
Minum Alkohol atau Terlalu Banyak Kafein Sebelum Tidur

Apa yang dikonsumsi sebelum tidur ternyata juga bisa memengaruhi kondisi mata keesokan harinya.
Dilansir dari Retina Vitreous Associates Of Florida, alkohol memiliki efek diuretik yang membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Saat tubuh mengalami dehidrasi, lapisan pelindung mata juga akan ikut kehilangan kelembapannya.
Konsumsi alkohol maupun kafein dalam jumlah berlebihan juga dapat memengaruhi pembuluh darah sehingga terlihat lebih melebar. Kombinasi antara dehidrasi dan pelebaran pembuluh darah inilah yang membuat mata tampak lebih merah saat bangun tidur.
Karena itu, jika sering mengalami mata merah di pagi hari, ada baiknya memperhatikan kembali kebiasaan mengonsumsi kopi, minuman berenergi, atau alkohol beberapa jam sebelum tidur.
Tidur dengan Lensa Kontak Masih Terpasang

Bagi pengguna lensa kontak, penyebab mata merah terkadang berasal dari kebiasaan yang terlihat sepele, yaitu lupa melepas lensa sebelum tidur.
Perlu diketahui bahwa tidur dengan lensa kontak tidak dianjurkan karena dapat menghambat suplai oksigen ke kornea. Padahal, kornea membutuhkan oksigen yang cukup untuk tetap sehat.
Vision Care Centre menjelaskan lensa kontak yang digunakan terlalu lama juga dapat menyerap kelembapan alami mata sehingga mata menjadi lebih kering dan mudah teriritasi.
Mata merah akibat lensa kontak pun tidak selalu ringan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa berkembang menjadi infeksi kornea atau keratitis yang membutuhkan penanganan medis segera.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Mata merah saat bangun tidur umumnya akan membaik dengan sendirinya setelah beberapa jam. Namun, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter mata jika kondisi ini disertai:
Nyeri mata yang cukup berat.
Penglihatan kabur atau menurun.
Mata sangat sensitif terhadap cahaya.
Keluar cairan berwarna kuning atau hijau.
Tidak membaik selama beberapa hari.
Riwayat penggunaan lensa kontak dengan keluhan yang semakin memburuk.
Itu tadi penjelasan lengkap mengenai kenapa mata merah saat bangun tidur. Dengan mengetahui penyebabnya, mata merah saat bangun tidur tidak perlu langsung dianggap sebagai tanda penyakit serius.
Kamu hanya perlu tidur yang cukup, menjaga kebersihan kamar, membatasi penggunaan gadget sebelum tidur, serta menjaga kelembapan mata dengan baik.


















