Eksim tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga pada dinamika keluarga secara keseluruhan. Anak yang sering merasa gatal atau tidak nyaman cenderung lebih sensitif secara emosional.
Menurut WHO, penyakit kulit kronis pada anak dapat memengaruhi kualitas hidup, termasuk hubungan sosial dan kepercayaan diri. Hal ini disebabkan akibat rasa gatal yang mengganggu aktivitas.
Sementara Cleveland Clinic menekankan bahwa dukungan orang tua berperan besar dalam membantu anak menghadapi ketidaknyamanan fisik dan emosional akibat eksim.
Bagi Mama, ini menjadi pengingat bahwa perhatian dan empati sama pentingnya dengan perawatan medis. Eksim memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikontrol dengan perawatan yang tepat dan konsisten.
Menurut American Academy of Dermatology, menjaga kelembaban kulit dengan pelembab adalah fondasi utama perawatan eksim, bahkan saat kulit tampak membaik.
Hal ini diperkuat oleh CDC, yang menyebutkan bahwa perawatan kulit rutin dapat mengurangi frekuensi kambuh dan membantu anak menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Tidak semua eksim bisa ditangani sendiri di rumah. Mama perlu waspada jika kondisi kulit semakin parah atau tidak kunjung membaik. Menurut Mayo Clinic, eksim yang menyebabkan luka terbuka atau tanda infeksi memerlukan penanganan medis.
Sementara NHS Inggris menyarankan konsultasi ke dokter jika eksim mengganggu tidur, aktivitas, atau kualitas hidup anak secara keseluruhan. Penanganan tepat waktu dapat mencegah komplikasi dan membantu anak merasa lebih nyaman.
Sekarang Mama sudah tahu nih apa itu eksim serta bagaimana pemicunya. Mulai sekarang, yuk lebih peduli akan kebersihan tubuh serta penting untuk mengatui faktor pemicu datangnya eksim yang membuat tidak nyaman.