Sampai di bagian ini, kamu mungkin bertanya-tanya, kalau sudah telanjur kena fatty liver, apa yang bisa dilakukan? Tenang, kabar baiknya, kondisi ini sering kali bisa membaik dengan penanganan yang tepat.
Mengutip dari Mayo Clinic, penurunan berat badan menjadi langkah utama dalam mengobati fatty liver, di mana menurunkan berat badan sekitar 3 hingga 5 persen saja sudah bisa memberikan manfaat, meski hasil optimal biasanya didapat dari penurunan 10 persen atau lebih.
Selain perubahan berat badan, sejumlah langkah perawatan mandiri yang disarankan meliputi:
Menjaga pola makan sehat dengan memperbanyak buah, sayur, dan biji-bijian utuh.
Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu.
Mengelola kondisi diabetes dengan baik.
Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal.
Melindungi hati dengan menghindari alkohol dan berhati-hati dalam mengonsumsi obat atau suplemen herbal.
Dilansir dari Healthdirect Australia, untuk kasus fatty liver akibat gangguan metabolik, dokter biasanya akan merujuk pasien ke ahli gizi atau fisiolog olahraga, sementara untuk kasus akibat alkohol, langkah paling penting adalah menghentikan konsumsi alkohol sepenuhnya.
Dikutip dari Mayo Clinic, pada kasus peradangan hati yang sudah cukup berat, dokter dapat meresepkan obat-obatan tertentu, meski pilihan ini umumnya diperuntukkan bagi kondisi yang lebih serius dan tetap memerlukan pengawasan medis ketat.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu fatty liver? Semoga informatif dan bermanfaat!