Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan, Hati-Hati dengan Tularemia

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan, Hati-Hati dengan Tularemia
Freepik
Intinya Sih
  • Penyakit paling mematikan pada kelinci ada Rabbit Hemorrhagic Disease (RHD), myxomatosis, pasteurellosis, enterotoxemia, coccidiosis, listeriosis, tularemia, dan encephalitozoonosis yang dapat menyebabkan kematian cepat bila tidak ditangani.

  • Setiap penyakit memiliki penyebab berbeda seperti virus, bakteri, atau parasit dengan gejala umum meliputi demam, kehilangan nafsu makan, gangguan pernapasan, hingga kelumpuhan.

  • Pencegahan utama meliputi vaksinasi rutin, menjaga kebersihan kandang dan pakan, serta segera membawa kelinci ke dokter hewan saat muncul tanda-tanda sakit.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Punya kelinci di rumah itu memang membuat kamu merasa gemes sendiri, ya. Melihat tingkahnya yang suka loncat-loncat ceria dan hobi mengunyah wortel selalu bisa menjadi obat stres tersendiri setelah kamu lelah seharian beraktivitas.

Tapi dibalik tingkahnya yang lucu, hewan mamalia mungil ini sebenarnya cukup rentan terserang berbagai penyakit serius, lho. Bahkan, ada beberapa jenis penyakit yang perkembangannya begitu cepat hingga bisa berujung kematian dalam hitungan hari.

Sebagai pemilik kelinci, tentunya kamu harus tahu serta paham soal ancaman kesehatan apa saja yang dapat menyerangnya agar kelinci kesayangan bisa tetap hidup sehat dan bebas dari penyakit. Jika kamu masih belum tahu, tenang saja karena Popmama.com akan membagikan informasi seputar penyakit kelinci yang paling mematikan.

Scroll sampai akhir, ya!

Deretan Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan

1. Rabbit Hemorrhagic Disease (RHD)

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan
Magnific/pvproductions

Rabbit Hemorrhagic Disease (RHD) merupakan salah satu penyakit paling mematikan pada kelinci.

Penyakit ini disebabkan oleh virus Rabbit Hemorrhagic Disease Virus (RHDV) yang menyerang organ hati dan menyebabkan gangguan pembekuan darah. Penyebarannya sangat cepat melalui kontak langsung, pakan, kandang, hingga peralatan yang terkontaminasi.

Kelinci yang terinfeksi dapat mengalami demam, lesu, kehilangan nafsu makan, sesak napas, hingga kematian mendadak tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Tingkat kematian penyakit ini sangat tinggi, sehingga penting untuk memberikan kelinci vaksinasi dan biosekuriti sebagai langkah pencegahan.

2. Myxomatosis

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan
Magnific/pvproductions

Myxomatosis adalah penyakit virus yang sering menyerang kelinci dan memiliki tingkat kematian yang tinggi, terutama pada kelinci yang belum divaksin. Virus ini umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk, kutu, lalat, maupun kontak langsung dengan kelinci yang terinfeksi.

Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pada kelopak mata, telinga, hidung, dan area kelamin.

Selain itu, kelinci juga dapat mengalami mata berair, demam, kesulitan bernapas, hingga tidak mampu makan. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

3. Pasteurellosis

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan
Magnific/pvproductions

Pasteurellosis merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Pasteurella multocida. Meski sering diawali sebagai infeksi saluran pernapasan, penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau menyebar ke aliran darah yang akhirnya dapat membahayakan nyawa kelinci.

Gejala umumnya seperti bersin, hidung berair, mata berair, sulit bernapas, hingga kehilangan nafsu makan.

Pada kasus yang parah, infeksi dapat menyebabkan abses pada berbagai organ dan meningkatkan risiko kematian apabila tidak segera diobati dengan penanganan dokter hewan.

4. Enterotoxemia

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan
Freepik

Enterotoxemia adalah gangguan pencernaan serius akibat pertumbuhan bakteri berlebihan di dalam usus yang menghasilkan racun. Kondisi ini sering dipicu oleh perubahan pakan secara tiba-tiba, pola makan yang tidak seimbang, atau penggunaan antibiotik tertentu.

Kelinci yang mengalami enterotoxemia biasanya tampak lemas, kehilangan nafsu makan, mengalami diare, perut kembung, dan dehidrasi.

Penyakit ini dapat berkembang sangat cepat dan harus mendapatkan penanganan darurat untuk meningkatkan peluang kelinci bertahan hidup.

5. Coccidiosis

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan
Magnific/pvproductions

Coccidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Eimeria yang menyerang saluran pencernaan atau hati kelinci. Penyakit ini lebih sering menyerang kelinci muda, terutama yang dipelihara dalam kandang dengan sanitasi kurang baik.

Adapun gejala yang ditimbulkan penyakit ini di antaranya ialah diare, berat badan menurun, bulu kusam, perut membesar, serta tubuh tampak lemah.

Jika infeksi menyerang hati atau tidak segera diobati, kondisi kelinci dapat memburuk dan berujung pada kematian.

6. Listeriosis

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan
Freepik

Listeriosis merupakan infeksi bakteri Listeria monocytogenes yang menyerang sistem saraf, hati, maupun organ lainnya. Penularannya sering terjadi melalui pakan atau air yang telah terkontaminasi bakteri.

Kelinci yang terinfeksi dapat mengalami kehilangan keseimbangan, kepala miring, kejang, nafsu makan menurun, hingga kelumpuhan.

Pada kasus yang berat, infeksinya dapat menyebar ke organ vital hingga risiko kematian pada kelinci meningkat.

7. Tularemia

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan
Magnific/pvproductions

Tularemia adalah penyakit bakteri yang tergolong berbahaya karena dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Penyebabnya adalah bakteri Francisella tularensis, yang dapat ditularkan melalui gigitan kutu, lalat, atau kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Pada kelinci, penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, tubuh sangat lemah, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga kematian mendadak.

Dikarenakan bersifat zoonosis, penanganan harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan alat pelindung diri dan segera konsultasikannya ke dokter hewan.

8. Encephalitozoonosis

8 Penyakit Kelinci yang Paling Mematikan
Magnific/pvproductions

Encephalitozoonosis disebabkan oleh parasit mikroskopis Encephalitozoon cuniculi yang menyerang otak, ginjal, dan mata kelinci. Banyak kelinci dapat membawa parasit ini tanpa gejala, tetapi dapat menjadi serius ketika infeksinya aktif.

Kelinci yang mengalami encephalitozoonosis akan muncul gejala seperti kepala miring, kehilangan keseimbangan, kejang, gangguan penglihatan, hingga kelumpuhan. Pada kondisi yang sudah parah, kerusakan organ dan sistem saraf dapat mengancam keselamatan kelinci sehingga memerlukan diagnosis serta terapi sedini mungkin.

Itulah informasi seputar penyakit kelinci yang paling mematikan. Kalau kelinci peliharaan sudah menunjukkan gejala-gejala di atas, jangan tunggu sampai gejalanya makin memburuk, ya.

Cegah sedini mungkin dengan membawanya segera ke dokter hewan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More