Tentu saja, gaya penurunan bertahap yang memakan waktu belasan hingga puluhan tahun ini dirancang sedemikian rupa untuk membawa dampak dan ragam manfaat yang luar biasa besar.
Manfaat atau hikmah utamanya adalah demi memantapkan dan memperteguh ketegaran hati Rasulullah SAW. Pasalnya, di setiap kesulitan, penolakan, dan peristiwa berat yang beliau alami, selalu disusul dengan kehadiran wahyu baru yang seketika menenangkan batinnya.
Selain urusan batiniah, deretan wahyu yang turun perlahan ini secara luar biasa jitu selalu bisa menjadi jawaban tegas dan pamungkas yang mampu menepis segala tantangan logika dari kaum musyrikin yang sering mempertanyakan berbagai hal batil dan di luar nalar.
Keuntungan lainnya sangat terasa bagi umat Islam sendiri. Mengingat masyarakat kala itu adalah kaum ummi, penurunannya secara bertahap tentu sangat memudahkan mereka dalam mencerna, menghafal, dan memahami makna ayatnya secara mendalam.
Dari kacamata hukum sosial, metode progresif ini relevan dan pas untuk melakukan pentahapan pembentukan hukum.
Dengan begitu, manusia yang dulunya jahiliah perlahan-lahan diajak bersikap rasional dan tunduk pada agama baru ini, hingga pada akhirnya tatanan martabat mereka yang sempat rusak sukses direkonstruksi.
Nah, itulah ulasan mengenai apa itu nuzulul quran. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan keislaman.