Wikimedia Commons/NASA Earth Observatory images by Lauren Dauphin, using MODIS data from NASA EOSDIS LANCE and GIBS/Worldview and Landsat data from the U.S. Geological Survey.
Mengutip laman UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Indonesia sempat mengalami gelombang panas signifikan akibat El Nino, dengan suhu rata-rata naik dari biasanya 26,6 derajat Celsius menjadi sekitar 27 derajat Celsius, bahkan sempat menyentuh 38,7 derajat Celsius di Stasiun Meteorologi Kertajati, Jawa Barat.
Kenaikan suhu muka laut di Pasifik ini memicu tekanan udara tinggi di perairan sekitar Indonesia, sehingga pembentukan awan hujan pun ikut terganggu.
Dampaknya, sejumlah wilayah mengalami kekeringan panjang yang mengancam ketersediaan air bersih, hasil panen, hingga produktivitas pertanian.
Dosen Geografi UMS, Yuli Priyana, menjelaskan bahwa musim kemarau yang diperpanjang oleh El Nino juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah.
Dari sisi kesehatan, dr. Budi Hernawan dari UMS mengingatkan bahwa cuaca panas berkepanjangan dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga heat stroke, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit kronis.
Karena itu, menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas berat di luar ruangan menjadi langkah penting yang perlu kamu lakukan saat suhu udara sedang tinggi-tingginya.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa penyebab el nino? Yang memengaruhi siklus cuaca. Semoga informatif dan bermanfaat!