- Perubahan kepribadian atau perilaku seperti bertindak dengan cara yang tidak sesuai dengan karakter.
- Mengurangi kemampuan untuk memahami atau menanggapi perasaan orang lain.
- Kesulitan merencanakan, mengatur, atau membuat keputusan.
- Mengulangi kata-kata atau tindakan.
- Perubahan dalam ucapan atau bahasa, misalnya kesulitan menemukan kata yang tepat.
- Kurangnya minat terhadap berbagai hal (apatis).
Apa Itu Penyakit Frontotemporal Dementia yang Diidap Bruce Willis?

- Bruce Willis pensiun akting setelah afasia pada Maret 2022 dan didiagnosis frontotemporal dementia pada Februari 2023; keluarganya menyetujui donasi otak untuk penelitian FTD.
- FTD adalah kelompok penyakit yang menyerang lobus frontal dan temporal, sehingga memengaruhi kepribadian, perilaku, serta kemampuan menggunakan dan memahami bahasa.
- Berbeda dari Alzheimer yang awalnya dominan mengganggu memori, FTD dapat memicu perubahan perilaku, apatis, kesulitan mengambil keputusan, pengulangan, dan gangguan bicara yang memburuk seiring waktu.
Aktor berkebangsaan Amerika Serikat, Bruce Willis diagnosis mengidap frontotemporal dementia (FTD) sejak tahun 2023. Kondisi ini membuat aktor yang berperan dalam film Die Hard (1988) dan Pulp Fiction (1994) tersebut mengalami perubahan pola bicara, yakni gagap.
Berbeda dengan demensia yang gejalanya kerap ditandai dengan lupa ingatan atau pikun, FTD dapat membuat penderitanya mengalami kesulitan berbahasa, perubahan kepribadian, bahkan bersikap apatis.
Kondisi tersebut rupanya dapat terjadi sebab penyakit tersebut menyerang area frontal dan temporal otak. Lantas, bagaimana gejala hingga pengobatannya?
Simak informasi selengkapnya seputar apa itu penyakit frontotemporal dementia yang diidap Bruce Willis dari rangkuman Popmama.com berikut ini!
Table of Content
Bruce Willis Bakal Donasikan Otak untuk Penelitian FTD

anak-anak Bruce Willis (instagram.com/demimoore) Bruce Willis harus pensiun dari dunia akting sejak didiagnosis mengalami afasia pada Maret 2022. Seiring waktu, penyakit ini ternyata berkembang hingga akhirnya Bruce didiagnosis menderita frontotemporal dementia (FTD) pada Februari 2023.
Mengutip dari The Economic Times, Bruce Willis akan mendonasikan otaknya setelah meninggal dunia untuk penelitian mengenai penyakit FTD. Hal ini juga telah disetujui oleh keluarga dan dikonfirmasi oleh sang istri, Emma Heming Willis.
Dalam buku The Unexpected Journey, Emma juga mengungkapkan kesepakatan ini telah disetujui keluarga untuk memahami FTD lebih dalam. Donasi ini dapat digunakan untuk membuka wawasan mengenai perubahan biologis otak, termasuk penumpukan protein abnormal, mutasi genetik, hingga kerusakan strukturnya.
Diketahui penelitian ini masih cukup krusial karena banyak bagian FTD yang masih belum dapat terdeteksi lewat metode medis non invasif.
Apa Itu Frontotemporal Dementia (FTD)?

Mengenal Alzheimer: Penyakit Ingatan yang Mengubah Hidup Frontotemporal Dementia (FTD) banyak diidap saat berusia 40 - 60 tahun. Penyakit ini kerap didiagnosis sebagai masalah kesehatan mental atau alzheimer, padahal berbeda.
Mengutip dari Mayo Clinic, FTD merupakan istilah untuk sekelompok penyakit otak yang memengaruhi lobus frontal dan temporal otak yang berhubungan langsung dengan kepribadian, perilaku, dan bahasa.
Kondisi ini yang membuat penderita FTD, mengalami perubahan dalam kepribadian mereka karena bertindak tidak pantas di lingkungan sosial maupun keluarga.
FTD juga dapat memicu kehilangan kemampuan untuk menggunakan dan memahami bahasa, seperti Bruce Willis yang mengalami gangguan bicara.
Penyakit FTD Berbeda dengan Alzheimer

ilustrasi seorang kakek dan barang-barang antiknya (unsplash.com/Erik Mclean) Meski sama-sama menyerang bagian otak, FTD berbeda dengan alzheimer. Ada beberapa hal yang membedakan FTD dengan demensia.
Melansir dari Alzheimer’s Research Association, perbedaan mendasar dari keduanya adalah daerah yang terkena dampaknya. FTD memengaruhi lobus frontal dan temporal otak yang berdampak pada kepribadian, bahasa, dan perilaku seseorang.
Sementara itu, alzheimer biasanya mengganggu beberapa daerah otak, yang pada tahap awal memengaruhi korteks erthohinal dan hippocampus yang penting untuk ingatan dan pembelajaran.
Perkembangan penyakit ini nantinya akan memperburuk korteks serebral, yang meliputi lobus frontal, parietal, temporal, dan oksipital dan terlibat dalam memori, kepribadian, perilaku, bahasa, ucapan, perencanaan sensorimotor, pengenalan spasial, dan persepsi dan pemrosesan visual, antara lain.
Gejala Frontotemporal Dementia

ilustrasi kesehatan otak, demensia, pikun, fungsi kognitif otak (magnific.com/atlascompany) Penyakit ini memiliki gejala yang berbeda-beda pada tiap orang dan cenderung memburuk seiring waktu. Gejala yang terjadi pada penderita FTD juga bisa terjadi secara bersamaan.
Berikut ini gejala awal frontotemporal dementia yang dapat diketahui:
Seiring berjalannya waktu, gejala ini bisa berkembang dan bertambah. Perubahan perilaku ekstrem juga dapat memengaruhi perilaku sosial, kemampuan bicara, dan gerakan tubuh seseorang ikut berubah akibat koordinasi yang buruk.
Itu dia penjelasan mengenai apa itu penyakit frontotemporal dementia yang diidap Bruce Willis.
Penyakit ini dapat terjadi karena lobus frontal dan temporal otak menyusut dan zat-zat tertentu menumpuk. Namun, apa yang menyebabkan perubahan ini biasanya tidak diketahui, Ma.





















