Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Fenomena El Nino 2026 Diprediksi Menguat, Ini Penjelasan Pakar BRIN

Fenomena El Nino 2026 Diprediksi Menguat, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Southcarolinapublicradio.org
Intinya Sih
  • Pakar BRIN menjelaskan bahwa El Nino 2026 memang diprediksi terjadi, namun peluangnya menjadi super kuat atau 'Godzilla El Nino' sangat kecil berdasarkan hasil model iklim global.
  • Fenomena ini diperkirakan hanya mencapai level moderat dengan anomali suhu laut sekitar 1–1,5 derajat Celsius, sehingga dampaknya berupa kemarau lebih kering di beberapa wilayah Indonesia.
  • Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kekeringan dengan langkah sederhana seperti hemat air dan memantau informasi cuaca resmi, tanpa perlu panik berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Belakangan ini, banyak berita yang bilang kalau tahun 2026 bakal ada fenomena El Nino super kuat yang dijuluki Godzilla El Nino.

Namanya saja sudah bikin deg-degan, apalagi kalau ingat dampak kekeringan panjang yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1997-1998 dan 2015-2016 silam ya, Ma.

Tapi tenang, Ma, para peneliti dari BRIN justru minta kita tidak perlu panik. Menurut mereka, meskipun El Nino 2026 diprediksi akan terjadi, peluangnya menjadi se-ekstrem "Godzilla" ternyata relatif kecil.

Lalu, bagaimana sebenarnya fenomena ini bekerja dan apa dampaknya untuk masyarakat?

Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan ilmiahnya yang bisa jadi pengetahuan anak di rumah.

1. Mengenal apa itu fenomena El Nino

el nino.jpg
Science.nasa.gov

El Nino adalah fenomena alam di mana suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya.

Bayangkan seperti air kolam yang tiba-tiba menghangat di satu sisi, lalu itu memengaruhi cuaca di banyak tempat, termasuk Indonesia.

Untuk anak-anak, Mama bisa memberi ibarat seperti angin membawa awan hujan ke Indonesia. Tapi saat El Nino terjadi, awan-awan itu "tertarik" pergi ke tempat lain yang lebih hangat, sehingga Indonesia jadi lebih kering dan panas dari biasanya.

Nah, inilah yang membedakan fenomena El Nino dengan musim kemarau biasa. Para ilmuwan mengukur kekuatan El Nino dari seberapa tinggi kenaikan suhu lautnya.

Semakin tinggi angkanya, semakin kuat dampaknya ke cuaca dan kehidupan kita sehari-hari, termasuk ketersediaan air dan makanan.

2. Alasan Godzilla El Nino menakutkan

godzilla el nino
Rri.co.id

Istilah Godzilla El Nino muncul untuk menggambarkan El Nino super kuat, seperti yang terjadi tahun 1997-1998 dan 2015-2016.

Saat itu, suhu laut di Pasifik naik lebih dari 2 derajat Celsius, bahkan mendekati angka 3. Dampaknya luar biasa: kekeringan panjang, gagal panen, hingga kebakaran hutan terjadi di berbagai wilayah.

Mengutip dari wawancara Kompas bersama Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan, disebutkan bahwa anomali suhu laut di atas 2 derajat itulah yang disebut kategori super kuat atau "Godzilla".

Eddy menjelaskan bahwa kejadian seperti ini sangat langka karena alam butuh waktu lama untuk mengumpulkan energi tersebut.

Untungnya, di tahun 2026 ini sebagian besar model prediksi cuaca dari berbagai lembaga dunia masih menunjukkan angka yang jauh di bawah angka 2 derajat, Ma.

Hanya satu model dari Australia yang memerkirakan lonjakan tinggi, sisanya menyebut El Nino akan berada di level moderat atau sedang.

3. Alasan ilmiah Godzilla El Nino tak terjadi tahun ini

el nino
Scientificamerican.com

Lebih lanjut, pakar BRIN juga menambahkan dengan optimis bahwa Godzilla El Nino tidak akan terjadi tahun ini.

Alasannya adalah karena tak ada tanda 'mencuri start' seperti yang terjadi pada 1997 dan 2015 silam.

Jika mengingat kilas balik, dulu itu terjadi pemanasan laut yang sudah terlihat sejak April, yang mana membuat El Nino bertahan sampai 13-14 bulan.

Sementara saat ini, anomali suhu laut di bulan Mei 2026 masih sekitar 0,5 derajat saja, Ma. Itulah mengapa para pakar menyebutkan kecil kemungkinannya Godzilla El Nino di tahun 2026 ini.

Alasan lainnya adalah karena siklus El Nino besar biasanya membutuhkan jeda waktu yang panjang. El Nino besar terakhir terjadi pada 2023-2024.

Alam butuh waktu lebih dari tiga tahun untuk mengumpulkan energi lagi. Jadi, kemungkinan munculnya El Nino super ekstrem hanya dalam selang tiga tahun dinilai sangat kecil.

Selanjutnya, faktor Samudra Hindia juga tidak mendukung karena fenomena IOD (Indian Ocean Dipole) yang bisa memperparah kekeringan di Indonesia saat ini cenderung netral. Artinya, tidak ada "bantuan" dari IOD untuk membuat El Nino menjadi lebih kuat.

4. Kemungkinan El Nino 2026 di Indonesia

dampak el nino
ANTARA PHOTO/Dedhez Budget

Menurut pakar BRIN, El Nino 2026 kemungkinan besar berada di level moderat, dengan anomali suhu laut berkisar antara 1 hingga 1,5 derajat Celsius.

Ini artinya, tidak akan separah tahun 1997 atau 2015, tapi tetap akan terasa dampaknya, Ma, yaitu kemungkinan musim kemarau yang lebih kering dari biasanya, terutama di wilayah dengan tipe hujan monsunal.

Wilayah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi yang pertama terdampak, lalu menyebar ke NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan bagian selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi bagian selatan.

Sementara itu, daerah seperti Papua dan Sumatera bagian utara diprediksi tidak akan terlalu tersentuh dampak El Nino ini.

Puncak pengaruhnya di Pulau Jawa diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober 2026 mendatang, lalu mulai mereda di bulan November saat datangnya musim hujan dari Monsun Asia.

5. Hal yang bisa dilakukan untuk tetap waspada

mengajarkan anak
Pexels/Artem Podrez

Meskipun tidak separah Godzilla El Nino, Mama tetap perlu mengajak keluarga waspada terhadap potensi kekeringan dan penurunan curah hujan.

Eddy menegaskan bahwa kemarau 2026 tidak akan sepanjang tahun 1997 atau 2015, sehingga masyarkat diimbau tidak perlu panik, tapi tetap harus siaga, ya.

Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan adalah mengajari anak hemat air sejak sekarang, seperti mematikan keran saat tidak digunakan.

Mama juga bisa mulai memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG, serta menyiapkan stok air bersih di rumah jika diperlukan.

Yang paling penting, jelaskan pada anak bahwa ini adalah fenomena alam biasa yang terjadi secara siklus. Dengan pemahaman yang tepat, anak tidak akan takut berlebihan, malah bisa jadi lebih peduli lingkungan.

Itu dia fenomena El Nino yang bisa Mama jelaskan pada anak ketika mereka mulai terpapar isu Godzilla El Nino di tahun 2026.

Dari penjelasan ilmiah para pakar ini, diharapkan orangtua bisa mengajak anaknya untuk tetap waspada erhadap kemarau lebih kering dari biasanya, terutama di wilayah rentan.

Ini juga bisa jadi momen anak belajar tentang alam sambil tetap tenang dan siap siaga, Ma.

Share Article
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More