Perbedaan El Nino dan La Nina yang paling mencolok dapat dilihat dari suhu permukaan laut dan dampaknya terhadap cuaca di Indonesia.
Dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino dan La Nina memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain.
El Nino merupakan fenomena yang ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di wilayah tropis bagian tengah dan timur Samudra Pasifik.
Fenomena El Nino umumnya membuat curah hujan di Indonesia berkurang, terutama pada periode Juni–November. Akibatnya, beberapa wilayah bisa mengalami musim kemarau yang lebih kering dan risiko kekeringan pun meningkat.
Sementara itu, La Nina merupakan kondisi ketika suhu permukaan laut di wilayah yang sama justru lebih dingin dari biasanya.
Fenomena La Nina umumnya membuat curah hujan di Indonesia meningkat, tetapi pengaruhnya bisa berbeda-beda tergantung wilayah dan musim. Pada beberapa periode, peningkatan curah hujan bahkan dapat mencapai lebih dari 40% dibandingkan tahun normal.
Secara sederhananya, El Nino cenderung membawa kondisi lebih kering, sedangkan La Nina membuat Indonesia lebih basah.