Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh? Ini Penjelasan dan Penanganannya

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh? Ini Penjelasan dan Penanganannya
Wikimedia Commons/BallenaBlanca
Intinya Sih
  • Dermatitis adalah peradangan kulit yang menyebabkan gatal, kemerahan, dan kering, namun tidak menular serta bisa dikendalikan dengan perawatan yang tepat.
  • Jenis dermatitis berbeda-beda; beberapa bersifat kronis seperti dermatitis atopik yang sulit sembuh total, sementara dermatitis kontak dapat pulih jika pemicunya dihindari.
  • Pencegahan dan pengobatan meliputi menjaga kelembapan kulit, menghindari iritan, mengelola stres, serta penggunaan krim kortikosteroid, antihistamin, atau terapi cahaya sesuai anjuran dokter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah kamu tiba-tiba mendapati kulit terasa sangat gatal, memerah, hingga bersisik tanpa sebab yang jelas? Jika dibiarkan, rasa gatal tersebut sering kali semakin mengganggu rutinitas sehari-hari, bahkan menurunkan rasa percaya diri. 

Kondisi peradangan kulit seperti ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah dermatitis, sebuah masalah kulit yang umum namun kerap membuat siapa saja merasa serba salah saat mengalaminya.

Bagi kamu yang sedang berjuang mengatasi kondisi ini, satu pertanyaan terbesar yang pasti terlintas di pikiran adalah: apakah dermatitis bisa sembuh? 

Nah, supaya kamu tidak lagi menebak-nebak, berikut Popmama.com rangkum apakah dermatitis bisa sembuh? Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

Apa Itu Dermatitis?

Apa Itu Dermatitis?

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh_ 2.jpg
Wikimedia Commons/Eisfelder

Sebelum mencari tahu cara mengobatinya, ada baiknya kita memahami dulu apa yang sedang terjadi pada kulit. Mengutip dari laman Cleveland Clinic, secara bahasa, kata "dermatitis" berasal dari dua akar kata, yaitu derma yang berarti kulit dan itis yang bermakna peradangan.

Jadi, dermatitis adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi peradangan pada kulit. Peradangan ini membuat lapisan pelindung kulit menjadi bermasalah, sehingga kulit cenderung membengkak, meradang, kering, dan terasa sangat gatal. 

Dermatitis bukanlah penyakit menular, sehingga kamu tidak perlu khawatir akan menularkannya kepada orang-orang di sekitarmu. Namun, kondisinya memang bisa sangat tidak nyaman.

Bisakah Dermatitis Sembuh Total?

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh_ 3.jpg
Wikimedia Commons/James Heilman, MD

Ini dia bagian yang paling sering ditanyakan: benarkah dermatitis bisa sembuh? Jawaban atas pertanyaan ini sebenarnya sangat bergantung pada jenis dermatitis yang kamu alami. 

Melansir dari Mayo Clinic, dermatitis sering kali digolongkan sebagai kondisi medis kronis, terutama untuk jenis dermatitis atopik (eksim).

Untuk jenis yang kronis, belum ada obat yang bisa menyembuhkannya secara total atau permanen. 

Namun, kabar baiknya adalah gejalanya sangat bisa dikendalikan dan diatasi. Kondisi ini bisa dikurangi, yaitu periode di mana kulitmu benar-benar bersih dan bebas dari keluhan gatal untuk waktu yang sangat lama. 

Di sisi lain, untuk jenis dermatitis kontak (akibat iritasi), kondisinya bisa sembuh sepenuhnya asalkan kamu menjauhi zat atau bahan yang memicu reaksi tersebut. Intinya, dengan perawatan yang tepat, kamu tetap bisa hidup dengan nyaman tanpa harus selalu tersiksa oleh rasa gatal.

Penyebab Dermatitis

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh_ 4.jpg
Wikimedia Commons/Jambula

Dermatitis tidak muncul begitu saja. Menurut Mid County Derm, kondisi ini merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang sering memicu dermatitis:

  • Faktor genetik dan keturunan: Memiliki anggota keluarga dengan riwayat eksim, asma, atau alergi membuatmu lebih rentan mengalami kondisi yang sama.
  • Reaksi sistem imun: Sistem kekebalan tubuh yang terlalu reaktif dapat merespons bahan-bahan yang sebenarnya tidak berbahaya dengan menciptakan peradangan di kulit.
  • Paparan alergen atau iritan: Bersentuhan dengan bahan kimia keras, sabun cuci, deterjen, parfum, logam tertentu (seperti nikel), hingga getah tanaman beracun.
  • Kondisi lingkungan: Perubahan cuaca yang ekstrem, seperti udara dingin yang sangat kering atau udara panas yang memicu keringat berlebih.
  • Faktor emosional: Meski bukan penyebab langsung, stres yang berkepanjangan terbukti dapat memicu atau memperburuk kambuhnya peradangan kulit.

Gejala yang Sering Muncul

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh_ 5.jpg
Wikimedia Commons/BallenaBlanca

Setiap orang bisa mengalami keluhan yang berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. Mengutip dari Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa gejala umum yang patut kamu waspadai:

  • Gatal yang intens: Ini adalah tanda paling khas. Rasa gatal bahkan bisa memburuk di malam hari.
  • Ruam kemerahan: Kulit yang meradang akan berubah warna menjadi merah atau lebih gelap pada area tertentu.
  • Kulit kering dan bersisik: Hilangnya kelembapan alami membuat kulit mengelupas dan terasa kasar saat disentuh.
  • Lepuhan kecil berair: Pada kasus tertentu, bisa muncul bintik-bintik kecil yang berisi cairan dan mudah pecah hingga menjadi kerak.
  • Penebalan kulit: Jika kamu terus-menerus menggaruk area yang gatal, lambat laun kulit di area tersebut akan menebal dan mengeras.

Jenis-Jenis Dermatitis

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh_ 6.jpg
Wikimedia Commons/AfroBrazilian

Untuk bisa menanganinya dengan tepat, kamu juga perlu tahu jenisnya. Melansir dari National University Hospital System, dermatitis terbagi menjadi beberapa jenis:

  • Dermatitis atopik (Eksim): Jenis ini paling sering dimulai sejak masa kanak-kanak dan ditandai dengan kulit merah, kering, dan sangat gatal, sering kali muncul di lipatan siku atau belakang lutut.
  • Dermatitis kontak: Terjadi setelah kulit bersentuhan langsung dengan zat pemicu alergi (alergen) atau bahan yang mengiritasi kulit.
  • Dermatitis seboroik: Peradangan yang umumnya menyerang area tubuh dengan banyak kelenjar minyak, seperti kulit kepala (menyebabkan ketombe parah), wajah, atau dada.
  • Dermatitis dishidrotik: Peradangan yang memunculkan lepuhan-lepuhan kecil yang terasa gatal dan perih, biasanya muncul di telapak tangan dan telapak kaki.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh_ 7.jpg
Pexels/www.kaboompics.com

Kunci utama berdamai dengan dermatitis adalah menjaga kelembapan pelindung kulit (skin barrier). Terapkan beberapa kebiasaan berikut ini sebagai langkah pencegahan:

  • Rutin menggunakan pelembap: Oleskan losion atau krim pelembap bebas pewangi segera setelah mandi saat kulit masih dalam keadaan lembap untuk mengunci air di dalam kulit.
  • Hindari mandi air panas: Air yang terlalu panas dapat melucuti minyak alami kulit. Sebaiknya gunakan air hangat suam-suam kuku dengan durasi mandi yang singkat (5-10 menit).
  • Pilih sabun yang lembut: Hindari sabun antiseptik atau sabun yang mengandung deterjen berlebih. Gunakan pembersih tubuh berbahan lembut yang hipoalergenik.
  • Gunakan pakaian berbahan katun: Pakaian dari bahan yang menyerap keringat dan lembut akan mencegah gesekan yang memicu iritasi.
  • Kelola stres dengan baik: Mengingat stres bisa memicu kekambuhan, cobalah teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi.

Perawatan dan Pengobatan Medis

Apakah Dermatitis Bisa Sembuh_ 8.jpg
Pexels/www.kaboompics.com

Mengutip panduan pengobatan dari Mayo Clinic, dokter kulit biasanya akan meresepkan beberapa terapi berikut:

  • Krim atau salep kortikosteroid: Obat topikal ini merupakan pertolongan pertama yang sangat efektif untuk menekan peradangan dan meredakan gatal.
  • Obat antihistamin: Diberikan dalam bentuk pil untuk membantu meredakan rasa gatal, terutama jika gatalnya sampai mengganggu kualitas tidur malammu.
  • Obat topikal nonsteroid: Krim jenis inhibitor kalsineurin (seperti tacrolimus atau pimecrolimus) yang bekerja memengaruhi sistem imun di kulit untuk mengurangi peradangan.
  • Terapi cahaya (Fototerapi): Menggunakan paparan sinar ultraviolet buatan yang terkontrol untuk membantu meredakan gejala dermatitis parah yang tidak merespons obat oles.
  • Kompres basah: Perawatan intensif untuk peradangan parah dengan membalut area kulit menggunakan perban basah yang dikombinasikan dengan obat topikal.
  • Gunakan pelembap: Setelah mandi, selalu segera gunakan pelembap kulit agar kulit tidak kering.
  • Jangan digaruk: Hindari serta jangan menggaruk area kulit yang terkena dermatitis karena akan memperparahnya menjadi luka serta rentan terkena infeksi.

Nah, itulah pembahasan mengenai apakah dermatitis bisa sembuh? Semoga bermanfaat!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More