Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apakah Konsumsi Cuka Apel Aman untuk Penderita GERD dan Maag?
Pexels/Matvei
  • Cuka apel tidak direkomendasikan untuk penderita GERD atau maag karena sifatnya yang asam dapat memperparah iritasi lambung dan kerongkongan.
  • Meskipun ada teori bahwa cuka apel bisa membantu refluks asam akibat kadar asam lambung rendah, bukti klinisnya masih belum kuat dan berisiko menimbulkan efek samping.
  • Ahli kesehatan menyarankan langkah aman seperti makan porsi kecil tapi sering, tidak langsung rebahan setelah makan, serta mengenali makanan pemicu pribadi untuk mengontrol gejala lambung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, cuka apel (apple cider vinegar) makin sering dibahas di media sosial dan komunitas gaya hidup sehat. Ada yang bilang bisa bantu menurunkan berat badan, memperbaiki pencernaan, bahkan dianggap ampuh untuk mengatasi masalah asam lambung.

Tapi bagi penderita GERD atau maag, konsumsinya juga memunculkan pertanyaan, apakah cuka apel tetap aman untuk dikonsumsi? ini karena cuka apel punya rasa dan sifat yang cukup asam.

Banyak orang khawatir kalau cairan ini malah bikin lambung makin perih atau sensasi panas di dada jadi lebih sering kambuh.

Lalu sebenarnya bagaimana penjelasan medisnya? yuk, simak pembahasan lengkap seputar apakah konsumsi cuka apel aman untuk penderita GERD dan maag yang telah Popmama.com rangkum berikut ini! 

Apakah Cuka Apel Aman untuk Penderita GERD dan Maag?

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Ternyata cuka apel tidak direkomendasikan untuk penderita GERD maupun maag, terutama saat gejala sedang aktif.

Mengutip dari Medical News Today, sampai saat ini belum ada bukti medis kuat yang menunjukkan bahwa cuka apel bisa menjadi pengobatan untuk GERD atau gastritis.

Sebaliknya, karena sifatnya asam, cairan ini justru berisiko memperparah iritasi pada lambung atau kerongkongan yang sedang sensitif.

Pada penderita GERD, asam lambung yang naik saja sudah bisa memicu rasa panas di dada (heartburn). Kalau ditambah konsumsi bahan yang sama-sama asam seperti cuka apel, beberapa orang justru melaporkan keluhan makin terasa.

Memang ada sebagian kecil orang yang merasa tidak mengalami masalah saat mengonsumsinya dalam jumlah sangat sedikit dan sudah diencerkan, tetapi secara umum risikonya dinilai lebih besar dibanding manfaatnya.

Kenapa Banyak Orang Bilang Cuka Apel Bisa Bantu Asam Lambung?

Magnific/benzoix

Meski sering dianggap berisiko, klaim manfaat cuka apel untuk asam lambung ternyata punya alasan tersendiri.

Menurut Healthline, ada teori yang menyebut bahwa sebagian kasus refluks asam bukan terjadi karena asam lambung terlalu banyak, melainkan justru terlalu sedikit atau dikenal sebagai hypochlorhydria.

Dalam teori ini, kadar asam lambung yang terlalu rendah dianggap membuat katup antara lambung dan kerongkongan (Lower Esophageal Sphincter atau LES) tidak menutup rapat. Akibatnya, isi lambung jadi lebih mudah naik ke atas.

Karena itu, beberapa orang percaya bahwa menambahkan sedikit asam lewat cuka apel bisa membantu kerja katup tersebut.

Namun penting dipahami, teori ini masih belum punya bukti klinis yang cukup kuat. Jadi, sampai sekarang cuka apel belum bisa dianggap sebagai solusi medis untuk GERD atau maag.

Risiko yang Sering Diabaikan

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Kalau lambung atau kerongkongan sedang meradang, memasukkan cairan asam ke dalam tubuh bisa jadi bukan ide terbaik.

Harvard Health Publishing menegaskan bahwa belum ada penelitian besar yang membuktikan efektivitas cuka apel untuk meredakan refluks asam. Justru pada penderita GERD, cuka apel berpotensi membuat lapisan kerongkongan yang sudah iritasi menjadi makin sensitif.

Efeknya bisa berupa rasa perih, panas di dada, tenggorokan terasa tidak nyaman, atau keluhan lambung yang makin kambuh.

Bahkan, Houston Methodist juga mengingatkan bahwa konsumsi cuka apel tanpa pengenceran yang tepat bisa mengikis lapisan email gigi (enamel) secara perlahan.

Bisa Membuat Lambung Bekerja Lebih Lambat

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Ada satu hal lain yang jarang dibahas soal cuka apel, yaitu pengaruhnya terhadap proses pengosongan lambung.

Melansir dari Canadian Digestive Health Foundation, cuka apel dapat memperlambat proses makanan keluar dari lambung menuju usus. Pada beberapa kondisi mungkin ini tidak terlalu bermasalah, tapi bagi penderita GERD efeknya bisa kurang menguntungkan.

Ketika makanan tertahan lebih lama di lambung, tekanan di dalam perut bisa meningkat. Nah, kondisi inilah yang berpotensi mendorong isi lambung naik kembali ke kerongkongan. 

Akibatnya, gejala seperti dada panas, rasa asam di mulut, atau sensasi mengganjal di tenggorokan bisa lebih sering muncul.

Apa yang Lebih Aman untuk Mengontrol GERD dan Maag?

Pexels/cottonbro studio

Daripada coba-coba bahan yang belum jelas efeknya, ahli kesehatan lebih menyarankan langkah yang memang sudah terbukti membantu mengontrol gejala lambung.

Berdasarkan panduan dari Gastrointestinal Consultants, beberapa kebiasaan sederhana berikut justru lebih aman dan efektif dilakukan di rumah:

Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering

Lambung yang terlalu penuh bisa memicu tekanan berlebih dan membuat asam lebih mudah naik. Karena itu, lebih baik makan sedikit tapi teratur dibanding langsung dalam porsi besar.

Jangan langsung rebahan setelah makan

Usahakan beri jeda sekitar dua sampai tiga jam sebelum tidur atau berbaring. Posisi tubuh yang tegak membantu gravitasi menjaga asam tetap berada di lambung.

Kenali makanan pemicu pribadi

Beberapa makanan seperti gorengan, makanan tinggi lemak, kopi, cokelat, makanan pedas, atau buah terlalu asam sering jadi pemicu pada sebagian orang. Tapi pemicunya bisa berbeda-beda, jadi penting mengenali respons tubuh masing-masing.

Jaga pola makan tetap teratur

Terlambat makan atau membiarkan perut kosong terlalu lama juga bisa memicu keluhan maag pada sebagian orang. Karena itu, penting untuk makan secara teratur tanpa menunggu perut terasa perih.

Itulah pembahasan tentang apakah konsumsi cuka apel aman untuk penderita GERD dan maag. Semoga menjawab kekhawatiran kamu ya!

Editorial Team

Related Article