Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Vertigo Bisa Menyebabkan Kematian? Kenali Risikonya

Apakah Vertigo Bisa Menyebabkan Kematian? Kenali Risikonya
Pexels/Towfiqu Barbhuiya
Intinya Sih
  • Vertigo bukan penyakit, melainkan gejala dari gangguan di telinga bagian dalam yang menyebabkan sensasi berputar tanpa mengancam nyawa secara langsung.
  • Meskipun tidak mematikan, vertigo bisa menimbulkan risiko cedera serius akibat kehilangan keseimbangan mendadak seperti jatuh atau kecelakaan.
  • Vertigo dapat menjadi tanda penyakit otak serius seperti stroke atau tumor, serta berdampak pada kesehatan mental jika terjadi berulang dan tidak ditangani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Vertigo sering digambarkan sebagai sensasi pusing yang membuat seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar sedang berputar, miring, atau bergoyang. 

Kondisi ini bisa datang tiba-tiba dan terasa sangat mengganggu, bahkan membuat penderitanya panik. Tidak sedikit orang yang kemudian bertanya, apakah vertigo berbahaya atau bahkan bisa menyebabkan kematian?

Secara medis, vertigo tidak menyebabkan kematian secara langsung. Kondisi ini hanyalah sensasi pusing berputar yang muncul akibat gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, terutama di telinga bagian dalam atau otak.

Hal yang juga perlu dipahami adalah vertigo sebenarnya bukan penyakit utama melainkan gejala dari kondisi tertentu di dalam tubuh. Dilansir dari Cleveland Clinic, vertigo merupakan sensasi seolah-olah ada gerakan, padahal tubuh sebenarnya diam.

Untuk menjawabnya, penting untuk memahami vertigo dari sudut pandang medis. Berikut Popmama.com telah menyiapkan penjelasan lengkap mengenai apakah vertigo bisa menyebabkan kematian. Simak berikut ini. 

Table of Content

Bahaya Vertigo Bisa Sebabkan Jatuh dan Cedera

Bahaya Vertigo Bisa Sebabkan Jatuh dan Cedera

Apakah Vertigo Bisa Menyebabkan Kematian 3.jpg
Pexels/Nicola Barts

Meski tidak mematikan secara langsung, vertigo tetap bisa berbahaya. Risiko terbesarnya justru datang dari efek yang ditimbulkan saat serangan terjadi.

Dikutip dari Lawrence Otolaryngology,  penderita vertigo sangat rentan kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa menyebabkan jatuh, terpeleset di kamar mandi, atau bahkan kecelakaan saat berkendara. 

Cedera yang terjadi, seperti benturan di kepala, patah tulang, atau perdarahan dalam, bisa menjadi kondisi serius jika tidak segera ditangani.

Bisa Menjadi Tanda Penyakit yang Lebih Serius

Apakah Vertigo Bisa Menyebabkan Kematian 4.jpg
Pexels/Kindel Media

Dalam beberapa kasus, vertigo bukan sekadar gangguan ringan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada otak.

Merujuk pada penjelasan MediSearch, vertigo dapat muncul sebagai gejala awal stroke, perdarahan otak, atau bahkan tumor di area otak tertentu. 

Jika penyebabnya adalah kondisi tersebut, maka yang berbahaya bukan vertigonya, melainkan penyakit yang mendasarinya. Di sinilah vertigo berperan sebagai alarm penting dari tubuh.

Kenali Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan

Apakah Vertigo Bisa Menyebabkan Kematian 5.jpg
Pexels/cottonbro studio

Tidak semua vertigo memiliki tingkat risiko yang sama. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda yang menunjukkan kondisi darurat.

Dilansir dari American Medical Association, seseorang yang mengalami vertigo perlu segera mencari bantuan medis jika vertigo disertai dengan gejala seperti penglihatan ganda, bicara pelo atau sulit berbicara, tubuh terasa lemah di salah satu sisi, atau mati rasa. 

Gejala-gejala ini bisa menandakan adanya gangguan serius pada otak yang membutuhkan penanganan cepat.

Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan Mental

Apakah Vertigo Bisa Menyebabkan Kematian 6.jpg
Pexels/Yaroslav Shuraev

Selain fisik, vertigo juga bisa berdampak pada kondisi mental. Terutama jika terjadi berulang atau berlangsung dalam jangka panjang.

Dikutip dari MediSearch, rasa takut akan serangan vertigo yang datang tiba-tiba dapat memicu kecemasan berlebih. Beberapa orang bahkan memilih membatasi aktivitas atau menarik diri dari lingkungan sosial karena khawatir kambuh. 

Jika dibiarkan, stres yang berkepanjangan ini bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Itulah penjelasan mengenai apakah vertigo bisa menyebabkan kematian. Meski hanya merupakan gejala dari kondisi tertentu, vertigo tetap tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya bisa cukup serius bagi keselamatan dan kualitas hidup.

FAQ Tentang Vertigo

1. Vertigo parah seperti apa?

Vertigo parah ditandai dengan sensasi dunia berputar drastis (ruangan terasa berputar) yang muncul tiba-tiba, menyebabkan kehilangan keseimbangan total, mual/muntah hebat, dan ketidakmampuan untuk berdiri atau berjalan. Gejala sering disertai keringat dingin, nistagmus (mata bergerak cepat), dan berpotensi memicu cedera akibat jatuh.

2. Apakah migrain dan vertigo sama?

Migrain dan vertigo adalah dua kondisi berbeda, namun sering berkaitan. Migrain adalah sakit kepala berdenyut (sering satu sisi) dengan sensitivitas cahaya/suara, sementara vertigo adalah sensasi pusing berputar akibat gangguan keseimbangan.

3. Kapan vertigo harus dirawat?

Banyak kasus vertigo dapat diobati secara rawat jalan dengan terapi fisik, obat-obatan, atau penanganan penyebab utama. Rawat inap hanya diperlukan jika vertigo disertai komplikasi serius seperti kehilangan keseimbangan yang parah atau kondisi neurologis yang membutuhkan pengawasan intensif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Related Articles

See More