Mulai Tahun 2028, China Buka Open Trip ke Luar Angkasa

- Mulai tahun 2028, China melalui Deep Blue Aerospace akan membuka tur komersial luar angkasa bagi masyarakat umum, menandai era baru pariwisata antariksa.
- Program ini bertujuan mempercepat inovasi teknologi roket yang dapat digunakan kembali serta memperluas sektor ekonomi luar angkasa di luar misi pemerintah dan militer.
- Tiket perjalanan suborbital berdurasi 10–12 menit dibanderol sekitar Rp3,3–3,5 miliar, dengan selebriti seperti Huang Jingyu menjadi peserta awal untuk menarik perhatian publik.
Pernahkah kamu membayangkan bangun di pagi hari, bukan melihat pemandangan gunung atau laut, melainkan melihat lengkungan Bumi dari ketinggian ratusan kilometer?
Kemajuan teknologi, kini ada kabar gembira bagi siapa saja yang ingin mencicipi pengalaman terbang melampaui atmosfer.
Tahun 2028 diprediksi akan menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia pariwisata. Pasalnya, China secara resmi bersiap membuka open trip atau tur komersial bagi masyarakat umum yang ingin merasakan sensasi berada di luar angkasa.
Penasaran dengan adanya tur ini? Berikut Popmama.com rangkum mulai tahun 2028, China buka open trip ke luar angkasa. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Siapa di Balik Ambisi Besar Ini?

Mungkin kamu bertanya-tanya siapa yang cukup berani mewujudkan proyek ambisius ini? Melansir dari Space, perusahaan InterstellOr yang telah melakukan uji coba ke luar angkasa pada 22 Januari lalu dengan pesawat CYZ1.
Pesawat tersebut dirancang untuk membawa penumpang di ketinggian 100 kilometer melewati garis karman selama beberapa menit kemudian mendarat ke bumi.
Perusahaan InterstellOr sendiri menargetkan dapat menerbangkan penumpang ke luar angkasa pada tahun 2028.
Sebelumnya pada Oktober 2024, perusahaan Jiangsu Deep Blue Aerospace juga mengumumkan akan melakukan perjalanan ke luar angkasa, dengan targetnya pada tahun 2027.
Mengapa China Membuka Wisata Luar Angkasa?

Langkah China masuk ke pasar wisata luar angkasa bukan tanpa alasan kuat. Selain faktor prestise sebagai salah satu kekuatan besar dunia, ada misi teknologi dan ekonomi di baliknya.
Dilansir dari Daily Galaxy, China ingin mendiversifikasi industri luar angkasanya agar tidak hanya bergantung pada misi pemerintah atau militer.
Dengan membuka sektor komersial, mereka dapat mempercepat inovasi dalam teknologi roket yang bisa digunakan kembali (reusable rockets) dari perusahaan Jiangsu Deep Blue Aerospace.
Dengan menekan biaya produksi dan operasional, perjalanan luar angkasa yang dulunya mustahil kini bisa dipasarkan kepada publik.
Berapa Biaya Perjalanannya?

Mari masuk ke bagian yang paling membuat banyak orang menahan napas: harga tiket. Wisata ke luar angkasa memang belum bisa dikatakan murah meriah.
Satu tiket perjalanan suborbital dengan Deep Blue Aerospace dibanderol sekitar 1,5 juta yuan, atau setara dengan Rp3,8 miliar dengan melakukan pembayaran uang muka sebesar 10% untuk reservasi.
Dengan nominal tersebut, kamu akan mendapatkan paket perjalanan suborbital yang berdurasi sekitar 10 hingga 12 menit.
Untuk perusahaan InterstellOr sendiri membanderolnya 2x lipat di angka 3 juta yuan atau setara dengan Rp7,7 miliar
Meski durasinya singkat, kamu akan merasakan sensasi zero gravity atau tanpa bobot, di mana kamu bisa melayang-layang di dalam kabin sambil menatap kegelapan ruang angkasa dan keindahan Bumi melalui jendela besar.
Paket ini sudah mencakup pelatihan singkat, perlengkapan keamanan, dan tentunya sertifikat bahwa kamu telah resmi menjadi "wisatawan antariksa".
Selebriti Akan Menjadi Kloter Pertama

Seperti tren pada umumnya, figur publik biasanya menjadi pionir yang mencoba pengalaman baru ini.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa sejumlah artis dan selebriti ternama sudah menunjukkan minat besar, bahkan beberapa di antaranya dikabarkan telah menandatangani kontrak awal untuk penerbangan di masa depan.
The Straits Times menyebut ada aktor Huang Jingyu di antara lebih dari 20 orang yang sudah mendaftar untuk misi potensial ini.
DIlansir Space.com, Johnny Huang Jingyu telah diumumkan sebagai selebriti pertama yang akan ikut dalam penerbangan tersebut. Kehadiran figur publik seperti ini jelas memberi efek promosi besar, karena publik jadi makin penasaran dengan proyek wisata luar angkasa tersebut
Kehadiran wajah-wajah populer dalam penerbangan awal bertujuan untuk menunjukkan bahwa perjalanan ini cukup aman bagi orang biasa yang tidak memiliki latar belakang sebagai astronaut profesional.
Jadi, jangan kaget jika di tahun 2028 nanti, feed Instagram atau TikTok kamu akan penuh dengan konten para selebriti yang sedang melayang-layang di luar atmosfer Bumi.
Nah, itulah pembahasan mengenai mulai tahun 2028, China buka open trip ke luar angkasa. Semoga bermanfaat!








-tcaCZLMjHCGNQzAPjMK88Qg8MRPaceGf.jpg)









