Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Bacaan Niat Itikaf di Masjid Beserta Artinya

Bacaan Niat Itikaf di Masjid Beserta Artinya
Unsplash/Mohammad Nasim
Intinya Sih
  • Terdapat beberapa jenis niat itikaf, yaitu itikaf mutlak, terikat waktu tanpa terus-menerus, terikat waktu terus-menerus, serta itikaf karena nazar sesuai durasi dan tujuan ibadahnya.

  • Setiap jenis itikaf memiliki bacaan niat berbeda tergantung lamanya pelaksanaan dan statusnya sebagai ibadah sunnah atau nazar yang wajib dipenuhi jika telah dijanjikan.

  • Niat perlu diulang jika keluar dari masjid tanpa rencana kembali, namun tidak wajib diulang bila sudah berniat untuk melanjutkan itikaf setelah kembali lagi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Itikaf dilakukan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serupa dengan ibadah pada umumnya, sebelum itikaf juga perlu melafalkan niat.

Niat harus dibaca dengan yakin dan lantang untuk memantapkan keinginan beribadah.

Mengutip dari laman NU Online, niat itikaf sendiri dibagi menjadi tiga, ada niat itikaf mutlak, itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus, dan itikaf terikat waktu dan terus-menerus. Niat itikaf juga dapat dibedakan jika menjadi bagian dari nazar.

Berikut Popmama.com telah hadirkan niat itikaf di masjid beserta artinya, begini lafal sesuai macamnya.

1. Niat itikaf mutlak

Niat Itikaf di Masjid Beserta Artinya, Ini Lafal Sesuai Macamnya (11).png
Unsplash/Assad Tanoli

Niat itikaf mutlak merupakan niat yang dilafalkan tanpa bergantung pada durasi atau lama itikaf yang diniatkan. Sekalipun berakhir dalam waktu yang sebentar maupun lama, niat ini bisa dibaca dan sah hukumnya.

Berikut bacaan niat itikaf mutlak: 

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى   

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat itikaf di masjid ini karena Allah.”

Jika telah keluar masjid namun ternyata kembali lagi ke masjid tanpa direncanakan, maka niat harus dibaca kembali. 

2. Niat itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus (satu hari hingga satu bulan)

Niat Itikaf di Masjid Beserta Artinya, Ini Lafal Sesuai Macamnya (6).png
Unsplash/Taliwang Mengaji

Itikaf terikat waktu berarti seseorang berniat berdiam diri di masjid dengan batasan durasi tertentu, mulai dari satu hari, satu malam, atau selama sepuluh hari terakhir Ramadan.

Niat yang dibaca dapat berbeda karena durasi waktu yang dikerjakan juga berbeda. Berikut bacaannya:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا/لَيْلًا كَامِلًا/شَهْرًا لِلهِ تَعَالَى   

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi yauman/lailan kāmilan/syahron lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu hari/satu malam penuh/satu bulan karena Allah.”

3. Niat itikaf terikat waktu terus-menerus (satu bulan berturut-turut)

Niat Itikaf di Masjid Beserta Artinya, Ini Lafal Sesuai Macamnya (7).png
Unsplash/Indra Projects

Mirip dengan niat itikaf sebelumnya, jika berniat mengerjakan itikaf secara terus-menerus selama satu bulan penuh, maka bacaan niat yang dilafalkan juga dapat disesuaikan dengan niatnya.

Niat itikaf terikat waktu secara terus-menerus selama satu bulan dapat dibaca dengan lafal berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا 

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi syahron mutatābi‘an.

Artinya: “Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah.”

4. Niat itikaf karena nazar

Niat Itikaf di Masjid Beserta Artinya, Ini Lafal Sesuai Macamnya (6).png
Unsplash/Fiqih Alfarish

Terakhir, itikaf juga bisa dilakukan karena ada nazar yang pernah dijanjikan. Nazar merupakan janji yang hukumnya wajib dilakukan jika sudah terpenuhi syarat atau janjinya. 

Niat itikaf karena nazar juga dapat dibedakan berdasarkan niat berapa lama itikaf akan dilaksanakan. Berikut bacaan niatnya:

Niat itikaf karena nazar:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَ

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat itikaf di masjid ini fardhu karena Allah.” 

Niat itikaf karena nazar dengan waktu terus-menerus:

 نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَى   

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi syahron mutatābi‘an fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut fardhu karena Allah.”    

Itu dia niat itikaf di masjid beserta artinya, begini lafal sesuai macamnya.

Niat itikaf tidak harus dibaca kembali jika sudah memiliki niat untuk kembali lagi ke masjid.

FAQ Seputar Itikaf

Apa yang dilakukan ketika itikaf?

Saat i'tikaf, Anda melakukan kegiatan ibadah di masjid seperti salat (wajib dan sunnah), membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan merenung (tafakur).

Itikaf mulai jam berapa?

I'tikaf tidak punya waktu mulai spesifik, bisa kapan saja, tapi paling utama di 10 hari terakhir Ramadan dimulai sejak matahari terbenam di malam ke-21 (atau ke-20), berakhir sebelum salat Idulfitri.

Berapa lama minimal waktu itikaf?

Sebagian ulama lain berpendapat, waktu minimalnya adalah sehari. Pendapat ini diriwayatkan dari Abu Hanifah dan ini juga pendapat sebagian Malikiyah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More