5 Penyebab Muncul Rasa Logam Muncul di dalam Mulut

Waspada, masalah sinusitis menjadi penyebab umum rasa logam di mulut!

6 Mei 2021

5 Penyebab Muncul Rasa Logam Muncul dalam Mulut
Freepik/diana.grytsku

Beberapa hari belakangan ini kamu mengalami kondisi rasa logam di dalam mulut?

Secara medis, adanya rasa logam atau parageusia memang akan menimbulkan ketidaknyaman dan dapat berkembang secara tiba-tiba.

Sebenarnya banyak faktor yang bisa mempengaruhi sistem kompleks ini. Di mana pada gilirannya berpotensi menyebabkan rasa logam di mulut.

Mengenai hal tersebut, berikut Popmama.com informasikan 5 penyebab rasa logam di dalam mulut:

1. Tidak membersihkan mulut secara teratur

1. Tidak membersihkan mulut secara teratur
Freepik/yanalya

Sebenarnya, muncul rasa logam di mulut akan hilang setelah penyebab utamanya diobati.

Terutama jika penyebabnya hanya sementara seperti kondisi mulut yang tidak dijaga kebersihannya.

Dikutip dari Health.Clevelandclinic, tidak membersihkan gigi secara teratur bisa mengakibatkan masalah gigi serta gusi. Hal ini berkaitan dengan radang gusi, periodontitis dan infeksi gigi yang menyebabkan rasa logam di mulut.

Sedangkan infeksi pada mulut dapat diatasi dengan resep dari dokter gigi. Lalu rasa logam pun hilang setelah infeksinya sembuh.

Jadi jangan malas untuk selalu menjaga kebersihan mulut, ya!

Editors' Picks

2. Sedang meminum obat-obatan tertentu

2. Sedang meminum obat-obatan tertentu
Freepik/lifeforstock

Apakah mulut kamu terasa seperti uang logam?

Secara umum, kondisi ini bisa terjadi karena kamu sedang meminum obat resep dari dokter.

Meminum obat-obatan tertentu seperti antibiotik atau beberapa obat jantung dapat membuat tubuh menyerap obat dan keluar melalui air liur. 

Substansi obat pun akan dilepaskan serta dikeluarkan di air liur, sehingga menyebabkan munculnya rasa tertentu yang tidak biasa.  

3. Mengalami tahap awal kehamilan

3. Mengalami tahap awal kehamilan
Freepik/bristekjegor

Secara umum, selama tahap awal kehamilan bisa merasakan bahwa indera perasa terasa berubah. Salah satu perubahan itu mungkin adanya rasa logam di dalam mulut.

Sebenarnya, ibu hamil sangat mungkin mengalami kondisi tersebut. Hal ini terjadi karena berkaitan dengan jumlah konsumsi zat besi yang tinggi selama kehamilan. 

Dihimpun dari CarepointHealth, rasa logam di mulut biasanya bertahan selama trimester pertama dan hilang menjelang awal trimester kedua bersamaan dengan serangan mual di pagi hari. 

Sementara sebagian ibu hamil, rasa logam disebabkan oleh perubahan kadar estrogen tubuhnya dan memicu kepekaan terhadap bau tertentu.

4. Terkait erat dengan masalah sinusitis

4. Terkait erat masalah sinusitis
Freepik/drobotdean

Sebenarnya ketika seseorang memiliki rasa logam di mulutnya, itu bisa disebabkan oleh perubahan kesehatan seperti gejala sinusitis.

Diwartakan dari Medicalnewstoday, bau dan rasa sangat terkait erat dengan masalah sinusitis dan dapat merusak indera perasa hingga menyebabkan rasa logam di mulut. 

Masalah sinusitis yang meliputi flu, polip hidung dan infeksi saluran pernapasan atas lainnya berpotensi menyebabkan rasa busuk atau logam di mulut.

Saat mengalami infeksi sinusitis, dokter akan merujuk kamu ke ahli THT.

5. Efek samping dari kemoterapi

5. Efek samping dari kemoterapi
Freepik/pressfoto

Salah satu penyebab rasa logam di mulut selanjutnya sering terjadi pada pasien dengan kanker.

Sama halnya dengan obat lain, obat yang disuntikkan ke aliran darah juga bisa masuk ke dalam air liur hingga menyebabkan rasa logam di mulut.

Dilansir dari Healthline, jenis kemoterapi dan radiasi tertentu dapat menyebabkan rasa logam di mulut.  Efek samping ini kadang disebut kemo mulut. 

Suplemen vitamin tertentu seperti vitamin D dapat membantu mencegah distorsi rasa pada orang yang menjalani terapi radiasi atau kemoterapi.

Demikianlah kelima penyebab rasa logam di dalam mulut. Jika rasa berkembang setelah memulai pengobatan tertentu, dokter mungkin mengubah jenis atau dosis obat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.