Selain Penyakit Tertentu, Inilah 5 Penyebab Xerostomia pada Mulut

Ternyata ada banyak obat yang mempengaruhi produksi air liur di dalam mulut, lho!

23 Maret 2021

Selain Penyakit Tertentu, Inilah 5 Penyebab Xerostomia Mulut
Freepik/cookie_studio

Apakah kamu sedang merasakan sensasi mulut yang terasa kering? Mungkin saja kamu mengalami xerostomia.

Xerostomia merupakan kondisi mulut terasa kering dikarenakan kurangnya produksi air liur. Sebenarnya mulut kering adalah kondisi yang umum, kompleks dan biasanya terkait dengan hipofungsi kelenjar ludah.

Ada banyak penyebab mulut kering. Namun dehidrasi sering kali menjadi penyebab utama seseorang mengalami xerostomia.

Selain itu, inilah 5 penyebab xerostomia pada mulut. Berikut ulasan selengkapnya dari Popmama.com:

1. Merokok bisa memperlambat produksi air liur

1. Merokok bisa memperlambat produksi air liur
Freepik/Racool_studio

Faktanya, rokok sangat berbahaya untuk paru-paru dan jantung.

Selain itu, merokok juga dapat seseorang mengalami xerostomia yang memengaruhi produksi air liur dan memperparah mulut kering. 

Sebab kandungan bahan kimia dalam rokok dapat memperlambat produksi air liur. Air liur yang sedikit inilah menyebabkan xerostomia dan mulut bau.

Bahkan tembakau mengandung lebih dari 25 bahan kimia yang berisiko menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Mengerikan bukan?

Editors' Picks

2. Konsumsi obat tertentu akan memberikan efek samping

2. Konsumsi obat tertentu akan memberikan efek samping
Freepik/yanalya

Mulut kering atau xerostomia bisa mengacu pada kondisi di mana kelenjar ludah di mulut tidak menghasilkan cukup air liur.

Nah, salah satu penyebabnya adalah efek samping obat-obatan tertentu.

Dilansir dariWebMD, efek samping obat tertentu akan menyebabkan mulut kering. Ini termasuk obat yang digunakan untuk mengobati depresi, kecemasan, nyeri, alergi, hipertensi dan lain sebagainya.

Jika kamu merasa mulut kering disebabkan oleh obat yang diminum, konsultasikan dengan dokter ya.

3. Kerusakan saraf tidak mampu mengirim sinyal ke kelenjar ludah

3. Kerusakan saraf tidak mampu mengirim sinyal ke kelenjar ludah
Freepik/wayhomestudio

Apabila mengalami xeristomia, biasanya mulut tidak menghasilkan cukup air liur.

Selain itu, kelenjar di dalam mulut tidak berfungsi dengan baik. Ini mungkin karena terjadi kerusakan saraf.

Cedera atau pembedahan yang menyebabkan kerusakan saraf di area kepala dan leher, maka berpotensi menyebabkan xerostomia.

Sebab, saraf yang ada di kepala dan leher memiliki peran untuk mengirimkan sinyal ke kelenjar ludah agar mampu menghasilkan air liur.

4. Memiliki penyakit tertentu membuat mulut kering

4. Memiliki penyakit tertentu membuat mulut kering
Freepik/wavebreakmedia_micro

Ketika tidak menghasilkan cukup air liur, mulut menjadi kering dan tidak nyaman bukan?

Sementara penyebab xerostomia sendiri mungkin saja karena ada beberapa penyakit yang kamu miliki. 

Efek samping seperti penyakit HIV atau AIDS, Alzheimer, diabetes, fibrosis kistik hingga hipertensi bisa jadi pertanda dari xerostomia.

Di samping itu, mulut kering juga bisa menjadi tanda adanya infeksi jamur dan candidiasis. Bahkan xerostomia bisa saja menandai adanya penyakit kronis lainnya.

5. Menjalani terapi kanker mengubah sifat air liur

5. Menjalani terapi kanker mengubah sifat air liur
Freepik

Ternyata, salah satu efek samping kemoterapi dan terapi radiasi yang paling umum adalah mengalami xerostomia.

Selama menjalani terapi kanker, ini bisa membuat kamu mengalami mulut yang kering. 

Dilansir dari MayoClinic, obat kemoterapi dapat mengubah sifat air liur dan jumlah yang diproduksi. Perawatan radiasi ke kepala dan leher juga berpotensi merusak kelenjar ludah dan terjadi penurunan produksi air liur.

Namun hal tersebut mungkin sementara atau permanen, tergantung pada dosis radiasi dan area yang dirawat.

Demikianlah kelima penyebab xerostomia. Apabila kamu merasa mengalami xerostomia yang parah dan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.