Skrining - Freepik.com/pressfoto
Pada laki-laki di atas usia 40 tahun, terutama yang memiliki riwayat kanker prostat di keluar, skrining rutin penting untuk deteksi dini kanker prostat.
Konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter spesialis Urologi, yang mungkin meliputi pemeriksaan colok dubur (digital rectal examination), pencitraan ultrasonografi, dan pemeriksaan laboratorium prostate-specific antigen (PSA), bisa membantu mendeteksi risiko kanker prostat pada seorang laki-laki
Deteksi dini sangat penting karena penanganan pada stadium awal jelas memberikan hasil yang lebih baik.
Itu dia informasi tentang 7 cara mencegah kanker prostat yang dapat diterapkan sejak dini. Menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, kamu dapat menjaga kesehatan prostat dan menurunkan risiko penyakit ini di kemudian hari.
Referensi:
“Cancer prevention: 7 tips to reduce your risk”. Mayo Clinic. Diakses Januari 2026.
“About prostate cancer”. Prostate Cancer UK. Diakses Januari 2026.
“Understanding Prostate Cancer and Its Treatment”. Hermina Hospitals. Diakses Januari 2026.
“Ask Our Expert: 4 Tips for Prostate Health”. NYC Health and Hospitals. Diakses Januari 2026.
1. Apakah pemeriksaan prostat rutin diperlukan meski tidak ada gejala? | Ya. Pemeriksaan prostat secara berkala membantu mendeteksi perubahan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul. Deteksi awal memberi peluang penanganan yang jauh lebih efektif. |
2. Usia berapa laki-laki sebaiknya mulai waspada terhadap kesehatan prostat? | Risiko kanker prostat meningkat setelah usia 50 tahun. Namun, bagi yang memiliki riwayat keluarga, kewaspadaan sebaiknya dimulai sejak usia 40 tahun. |
3. Apakah faktor genetik berperan besar dalam kanker prostat? | Faktor genetik memiliki pengaruh signifikan. Jika ayah atau saudara kandung pernah mengalami kanker prostat, risikonya bisa meningkat, sehingga pencegahan dan skrining dini menjadi penting. |