Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Cara Mengatasi Hipertensi Melalui Pola Hidup Sehat

5 Cara Mengatasi Hipertensi Melalui Pola Hidup Sehat
Pexels/Marta Branco
  • Mengontrol hipertensi tidak hanya dengan obat, tetapi juga melalui penerapan pola hidup sehat agar tekanan darah tetap stabil.

  • Dianjurkan membatasi garam, menerapkan pola makan DASH, menjaga berat badan ideal, serta rutin berolahraga untuk membantu menurunkan dan menstabilkan tekanan darah.

  • Menghindari rokok dan alkohol menjadi langkah penting karena keduanya dapat memperburuk kondisi pembuluh darah dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hipertensi atau tekanan darah tinggi perlu dikontrol agar tidak meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Selain mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, menerapkan pola hidup sehat juga bisa menjadi bagian penting dalam membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Lantas, apa saja cara mengatasi hipertensi melalui pola hidup sehat? Yuk, simak artikel Popmama.com mengenai 5 cara mengatasi hipertensi melalui pola hidup sehat berikut ini.

  1. 1. Batasi konsumsi garam

    Batasi konsumsi garam
    Pexels/Tim Samuel

    Dilansir dari laman WHO, salah satu penyebab tekanan darah meningkat adalah konsumsi natrium (garam) yang berlebihan.

    Natrium yang terkandung dalam garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, volume darah meningkat sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

    Sebagai ganti garam, cobalah menggunakan rempah-rempah alami untuk menambah rasa pada masakan.

    Jangan lupa turut perhatikan label kemasan makanan untuk mengetahui kandungan natriumnya.

  2. 2. Terapkan pola makan DASH

    Terapkan pola makan DASH
    Pexels/Heber Vazquez

    Penderita hipertensi bisa menerapkan pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) untuk membantu mengontrol tekanan darah.

    Pola makan ini mengutamakan sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, dan sumber protein rendah lemak.

    Selain itu, pola makan DASH juga membatasi konsumsi garam, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan manis.

  3. 3. Jaga berat badan tetap ideal

    Jaga berat badan tetap ideal
    Magnific/magnific

    Menjaga berat badan tetap ideal juga dapat membantu mengontrol tekanan darah.

    Dilansir dari Harvard Health Publishing, menurunkan berat badan dan menjaganya tetap ideal adalah salah satu cara untuk mengontrol tekanan darah.

    Berat badan berlebih dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipertensi.

    Untuk mempertahankan berat badan yang ideal, cobalah mengatur pola makan dan rutin melakukan aktivitas fisik.

  4. 4. Rutin berolahraga

    Rutin berolahraga
    Pexels/Ketut Subiyanto

    Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah sekaligus mendukung pengelolaan tekanan darah.

    Penderita hipertensi bisa memilih olahraga yang sesuai dengan kemampuan. Untuk lansia bisa melakukan jalan kaki, sedangkan untuk usia lebih muda dapat ditambah dengan bersepeda, berenang, atau olahraga aerobik lainnya.

    Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Mulailah dari olahraga ringan dan lakukan secara rutin.

  5. 5. Berhenti merokok dan minum alkohol

    Berhenti merokok dan minum alkohol
    Pexels/David Henry

    Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.

    Dilansir dari Healthline, kandungan zat kimia dalam rokok bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit dan memicu terjadinya penumpukan plak.

    Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah. Penderita hipertensi sebaiknya membatasi atau berhenti total mengonsumsi alkohol untuk membantu menjaga tekanan darah tetap terkontrol.

    Nah, itu dia 5 cara mengatasi hipertensi melalui pola hidup sehat. Jangan lupa tetap rutin mengecek tekanan darah dan berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More