Pernah merasa tidak nyaman di ulu hati tiba-tiba setelah makan? Apalagi kalau sudah mengonsumsi makanan tertentu atau makan dalam porsi besar.
8 Cara Mengatasi Sakit Ulu Hati tanpa Obat yang Bisa Dicoba

- Artikel menjelaskan bahwa sakit ulu hati sering disebabkan naiknya asam lambung dan bisa diatasi tanpa obat melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
- Dianjurkan untuk menghindari makanan pemicu, tidak langsung berbaring setelah makan, serta menjaga porsi makan kecil agar gejala lebih terkendali.
- Langkah tambahan seperti tidur dengan kepala lebih tinggi, memakai pakaian longgar, mengelola stres, dan memanfaatkan bahan alami dapat membantu meredakan keluhan ulu hati.
Sebagian orang menggambarkannya sebagai sensasi panas, perih, atau seperti terbakar di area dada bagian bawah hingga perut bagian atas. Kondisi ini umumnya terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi lapisannya.
Meski cukup mengganggu, keluhan ulu hati tidak selalu harus ditangani dengan obat. Dalam banyak kasus, perubahan kebiasaan sehari-hari justru menjadi langkah pertama yang dianjurkan untuk membantu meredakan gejala.
Lantas, kebiasaan seperti apa yang harus dilakukan? Berikut Popmama.com telah merangkum 8 cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat yang bisa kamu terapkan.
Table of Content
1. Hindari makanan dan minuman yang memicu gejala

Salah satu cara paling sederhana untuk mengatasi sakit ulu hati adalah mengenali makanan atau minuman yang sering memicu keluhan.
Setiap orang bisa memiliki pemicu yang berbeda, tetapi makanan pedas, makanan berlemak, cokelat, kopi, minuman berkafein, hingga alkohol termasuk yang paling sering menjadi penyebab munculnya sensasi panas di dada dan ulu hati.
Menurut Houston Methodist, jenis makanan dan minuman tersebut dapat memicu naiknya asam lambung sehingga gejala heartburn menjadi lebih mudah muncul.
Karena itu, memperhatikan pola makan dan mencatat makanan yang dikonsumsi sebelum gejala kambuh dapat membantu menemukan pemicu yang perlu dibatasi atau dihindari di kemudian hari.
2. Jangan langsung berbaring setelah makan

Kadang rasanya memang lebih nyaman kalau langsung rebahan setelah makan karena rasa kenyang atau mengantuk yang datang. Tapi, kebiasaan ini justru dapat mempermudah isi lambung bergerak naik ke arah kerongkongan.
Ketika tubuh berada dalam posisi berbaring, bantuan gravitasi yang biasanya menjaga makanan tetap berada di lambung menjadi berkurang.
Itu sebabnya, memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan dan waktu tidur dapat membantu mengurangi risiko refluks asam.
Gastroenterology Consultants of San Antonio juga menyebutkan bahwa lambung membutuhkan waktu untuk mencerna makanan, sehingga berbaring terlalu cepat setelah makan dapat membuat gejala ulu hati terasa lebih sering dan lebih mengganggu.
3. Makan dengan porsi yang lebih kecil

Porsi makan yang terlalu besar dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan menimbulkan tekanan yang lebih tinggi di dalam perut.
Nah, kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan asam lambung terdorong naik ke kerongkongan, terutama pada orang yang memang rentan mengalami refluks.
Untuk mengatasi hal tersebut, makan dalam jumlah lebih sedikit tetapi lebih sering sangat disarankan guna membantu mengurangi tekanan pada lambung.
Dibandingkan langsung menghabiskan porsi besar dalam satu waktu, membagi makanan ke dalam porsi yang lebih kecil biasanya membuat proses pencernaan berlangsung lebih nyaman dan membantu menekan munculnya gejala ulu hati.
4. Pertahankan posisi tubuh tetap tegak setelah makan

Selain menghindari rebahan, menjaga posisi tubuh tetap tegak setelah makan juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman di ulu hati.
Itu karena postur tubuh yang terlalu membungkuk bisa memberikan tekanan tambahan pada perut, sehingga gejala refluks berpotensi menjadi lebih buruk.
Hal ini bisa diatasi dengan duduk posisi tegak atau melakukan aktivitas ringan. Posisi ini memungkinkan makanan akan bergerak lebih alami melalui saluran pencernaan.
Kebiasaan ini juga sejalan dengan penjelasan dari RefluxUK, yang menyebut tetap berada dalam posisi tegak setidaknya selama 30 menit setelah makan dapat membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
5. Tinggikan posisi kepala saat tidur

Bagi sebagian orang, gejala ulu hati justru lebih sering muncul pada malam hari. Saat tidur dalam posisi datar, asam lambung lebih mudah bergerak ke atas dan memicu sensasi panas atau perih yang mengganggu istirahat.
Solusinya, meninggikan posisi kepala dan dada saat tidur dapat membantu memanfaatkan gravitasi untuk menjaga asam lambung tetap berada di dalam lambung.
Cara ini biasanya dilakukan dengan meninggikan bagian kepala tempat tidur atau menggunakan bantal khusus yang menopang tubuh bagian atas, bukan hanya kepala saja.
6. Gunakan pakaian yang tidak terlalu ketat

Meski terlihat sepele, pakaian yang terlalu ketat di area pinggang dan perut sering bisa menekan lambung dan memperbesar peluang asam lambung naik ke atas.
Makanya, kalau kamu mulai merasa tidak nyaman pada ulu hati, menggunakan pakaian yang lebih longgar bisa menjadi langkah sederhana yang patut dicoba.
7. Kelola stres dengan baik

Stres memang tidak secara langsung menyebabkan asam lambung naik, tetapi kondisi ini dapat memengaruhi cara kerja sistem pencernaan.
Tubuh bisa merespons dengan berbagai perubahan yang membuat keluhan pencernaan terasa lebih mudah muncul, seperti proses pencernaan yang melambat sehingga makanan berada lebih lama di dalam lambung.
Kondisi ini kemudian mengakibatkan risiko refluks asam yang meningkat. Makanya, cobalah untuk meluangkan waktu beristirahat, melakukan relaksasi, atau menjalani aktivitas yang membantu menenangkan pikiran agar gejala sakit ulu hati dapat berkurang.
8. Manfaatkan beberapa bahan alami yang dapat meredakan asam lambung

Selain mengubah kebiasaan sehari-hari, beberapa bahan alami juga kerap digunakan untuk membantu meredakan keluhan akibat asam lambung.
Bahan alami seperti jahe, pisang, apel, permen karet bebas gula, hingga lidah buaya yang telah diolah secara khusus merupakan beberapa pilihan yang sering digunakan untuk membantu mengurangi gejala refluks.
Tapi perlu diperhatikan ya, bahan-bahan ini bukan pengganti pengobatan medis dan efeknya bisa berbeda pada setiap orang. Kalau justru menimbulkan keluhan baru atau memperburuk gejala yang sudah ada, sebaiknya hentikan konsumsinya.
Itu tadi 8 cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat yang bisa dicoba. Semoga bermanfaat ya!


















