7 Ciri Autoimun pada Perempuan yang Jangan Dianggap Sepele

- Hampir 80 persen penyandang autoimun adalah perempuan; estrogen dapat meningkatkan aktivitas imun, sehingga perubahan hormon pada pubertas, kehamilan, dan menopause berpotensi memicu atau memperparah gejala.
- Tanda yang perlu diwaspadai mencakup kelelahan ekstrem, nyeri serta kaku sendi, sulit konsentrasi, dan demam ringan berulang tanpa penyebab jelas.
- Keluhan lain meliputi gangguan pencernaan berulang, ruam atau sensitif terhadap matahari, serta rambut rontok, kuku rapuh, dan mata kering; pemeriksaan dokter dianjurkan bila menetap atau bersamaan.
Banyak perempuan sering menganggap remeh rasa lelah berlebihan, nyeri sendi, atau sulit berkonsentrasi sebagai efek dari jadwal yang padat.
Mengutip Novartis, hampir 80 persen orang yang hidup dengan autoimun adalah perempuan, bahkan untuk kondisi seperti sindrom Sjogren, risikonya bisa sampai sembilan kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Melansir PelviCare, hormon estrogen berperan dalam meningkatkan aktivitas sistem imun, sehingga perubahan hormon saat pubertas, kehamilan, hingga menopause dapat memicu atau memperparah gejala autoimun.
Nah, biar tidak salah sangka dengan kondisi tubuh, berikut Popmama.com mengulas 7 ciri autoimun pada perempuan. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Kelelahan ekstrim

Pexels/www.kaboompics.com Mengutip PelviCare, rasa lelah yang terus muncul meskipun sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup merupakan salah satu tanda autoimun yang paling sering dialami.
Keluhan ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bekerja secara tidak normal sehingga memicu peradangan yang dapat menguras energi tubuh secara terus-menerus.
Sayangnya, kelelahan akibat autoimun sering kali dianggap sebagai dampak dari kurang tidur, aktivitas yang padat, atau beban pekerjaan sehari-hari.
Padahal, apabila rasa lelah berlangsung dalam waktu lama, tidak membaik setelah beristirahat, dan disertai keluhan lain, kondisi tersebut patut diwaspadai sebagai sinyal bahwa sistem imun sedang mengalami gangguan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
2. Nyeri sendi

Pexels/Towfiqu barbhuiya Mengutip Liv Hospital, nyeri dan kekakuan pada sendi, terutama saat bangun tidur, merupakan salah satu tanda khas rheumatoid arthritis, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi.
Keluhan ini juga dapat berlangsung selama beberapa jam pada pagi hari dan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari yang mengakibatkan menurunnya produktivitas harian.
Rheumatoid arthritis diketahui 3 kali lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Sendi-sendi kecil, seperti jari tangan, pergelangan tangan, dan kaki, umumnya menjadi bagian tubuh yang paling awal mengalami peradangan sehingga menimbulkan rasa nyeri, kaku, hingga berkurangnya kemampuan untuk bergerak secara normal.
3. Brain fog

Pexels/www.kaboompics.com Menurut PelviCare, brain fog atau gangguan kognitif berupa sulit berkonsentrasi menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami perempuan dengan penyakit autoimun. Kondisi ini dapat membuat penderitanya lebih sulit berpikir jernih, fokus saat bekerja atau belajar, serta menyelesaikan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
Sementara itu, Liv Hospital menjelaskan bahwa pada beberapa jenis autoimun, seperti multiple sclerosis, gangguan kognitif tidak hanya berupa kesulitan berkonsentrasi, tetapi juga dapat disertai penurunan daya ingat dan gangguan keseimbangan.
Gejala-gejala tersebut muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang sistem saraf sehingga memengaruhi fungsi otak dan kemampuan tubuh dalam berkoordinasi.
4. Demam ringan

Pexels/Hải Nguyễn Mengutip PelviCare, demam ringan yang muncul berulang atau tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi salah satu tanda penyakit autoimun.
Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang bekerja secara tidak normal memicu respons peradangan, sehingga suhu tubuh meningkat meskipun tidak sedang mengalami infeksi.
Mengutip Liv Hospital, demam atau peradangan yang berlangsung tanpa penyebab pasti tidak boleh dianggap sepele. Apabila keluhan tersebut terjadi berulang atau disertai gejala lain, seperti nyeri sendi, mudah lelah, atau ruam pada kulit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
5. Masalah pencernaan

Pexels/Sora Shimazaki Mengutip Max Hospital, gangguan pencernaan yang muncul tanpa penyebab yang jelas dan terjadi secara berulang dapat menjadi salah satu tanda awal penyakit autoimun. Keluhan ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat memengaruhi pola makan dan aktivitas sehari-hari apabila tidak segera ditangani.
Dilansir dari PelviCare, gangguan pencernaan akibat autoimun dapat berupa perut kembung, nyeri atau rasa tidak nyaman di perut, hingga meningkatnya sensitivitas terhadap makanan tertentu yang sebelumnya dapat dikonsumsi tanpa masalah.
Jika gejala tersebut terus berulang atau disertai keluhan lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
6. Ruam kulit

Wikimedia Commons/Doktorinternet Menurut PelviCare, munculnya ruam pada kulit atau meningkatnya sensitivitas terhadap paparan sinar matahari dapat menjadi salah satu tanda penyakit autoimun yang tidak boleh diabaikan. Gejala ini terjadi akibat respons sistem kekebalan tubuh yang tidak normal sehingga memicu peradangan pada kulit, terutama setelah terpapar sinar matahari.
Menurut Liv Hospital, salah satu ciri khas lupus, yaitu penyakit autoimun yang lebih sering menyerang perempuan, adalah ruam berbentuk kupu-kupu di area pipi dan pangkal hidung.
Apabila ruam tersebut muncul bersamaan dengan keluhan lain, seperti nyeri sendi, mudah lelah, atau demam yang berulang, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani sedini mungkin.
7. Rambut rontok

Pexels/Towfiqu barbhuiya Mengutip PelviCare, rambut rontok yang terjadi secara berlebihan, kuku yang mudah rapuh, serta mata yang terasa kering dapat menjadi salah satu tanda penyakit autoimun yang sering tidak disadari.
Keluhan tersebut muncul karena gangguan pada sistem kekebalan tubuh dapat memengaruhi kesehatan kulit, rambut, kelenjar air mata, dan jaringan tubuh lainnya.
Dikutip dari Liv Hospital, kondisi autoimun seperti Hashimoto's thyroiditis kerap ditandai dengan kerontokan rambut yang disertai gejala lain, seperti tubuh mudah lelah dan kenaikan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
Apabila keluhan-keluhan tersebut muncul secara bersamaan dan berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta memperoleh penanganan yang sesuai.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 ciri autoimun pada perempuan. Semoga informatif dan bermanfaat!





















