5 Ciri-Ciri Bensin Motor Tercampur Air, Bisa Bikin Mesin Rusak

- Mesin bekerja tidak stabil atau gampang mati
- Akselerasi tersendat dan terasa ragu saat digas
- Mesin mati mendadak saat digunakan
Bensin motor yang tercampur air sering jadi penyebab mesin tiba-tiba bermasalah. Gejalanya kadang muncul pelan-pelan, mulai dari motor brebet sampai susah dinyalakan. Kondisi ini umumnya terjadi setelah hujan atau saat tangki mendapat bensin dari tempat yang kurang bersih.
Masuknya air ke dalam tangki bisa mengganggu proses pembakaran dan bikin performa motor turun drastis. Kalau dibiarkan terlalu lama, masalah kecil ini bisa berujung pada kerusakan mesin yang lebih serius.
Supaya kamu bisa lebih waspada, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal. Berikut Popmama.com rangkum ciri-ciri bensin motor yang sudah tercampur air.
1. Mesin bekerja tidak stabil atau gampang mati

Mesin yang tercampur air biasanya terasa tidak stabil saat dinyalakan. Putaran mesin bisa naik turun sendiri atau terdengar lebih berat dari biasanya.
Campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak ideal saat air mulai tersedot ke karburator atau injektor. Sistem pembakaran tidak mampu menghasilkan tenaga yang stabil sehingga motor bergetar dan kehilangan performanya.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak komponen lain karena mesin terus dipaksa bekerja dalam keadaan tidak optimal. Pemeriksaan awal sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih mahal di kemudian hari.
2. Akselerasi tersendat dan terasa ragu saat digas

Saat bensin tercampur air, motor biasanya terasa tersendat ketika digas. Tarikannya menjadi tidak mulus dan seperti kehabisan tenaga. Respons throttle juga terasa ragu atau terlambat.
Masalah ini muncul karena pembakaran tidak berlangsung sempurna. Mesin membutuhkan bensin murni untuk menghasilkan tenaga, sementara air justru membuat suplai bahan bakar menjadi tidak stabil. Akibatnya, akselerasi terasa lebih berat.
Gejala ini sering disangka berasal dari busi atau filter udara. Padahal, penyebabnya justru ada pada tangki. Sebelum mengganti komponen lain, ada baiknya memeriksa dulu apakah ada air yang masuk ke bahan bakar.
3. Mesin mati mendadak saat digunakan

Jika motor mati tiba-tiba setelah berjalan beberapa menit, itu bisa menjadi tanda kuat adanya air di dalam bahan bakar. Ketika jumlah air semakin banyak di dasar tangki, mesin akan menyedotnya secara langsung dan menyebabkan pembakaran gagal total.
Saat proses pembakaran berhenti mendadak, sistem pengapian langsung kehilangan suplai tenaga yang dibutuhkan. Akibatnya, motor mati begitu saja tanpa peringatan dan sulit dinyalakan kembali sebelum air di saluran bahan bakar keluar sepenuhnya.
Untuk mengatasinya, biasanya perlu dilakukan pembersihan tangki dan saluran bahan bakar. Langkah ini cukup efektif untuk mengembalikan performa motor seperti semula.
4. Muncul bau tidak sedap dari area tangki atau mesin

Bensin yang tercampur air biasanya memiliki aroma berbeda. Baunya menjadi lebih tajam, apek, atau tidak seperti bensin normal. Perubahan aroma ini muncul karena kualitas bensin menurun.
Aroma tidak sedap ini juga dapat muncul bersamaan dengan performa mesin yang terasa menurun. Air membuat proses penguapan bensin tidak stabil sehingga baunya berubah. Pengendara yang peka biasanya langsung menyadarinya.
Jika bau aneh terus muncul, ada kemungkinan air sudah bercampur cukup banyak. Segera periksa dan buang bensin kotor agar mesin tidak mengalami kerusakan lebih serius.
5. Asap knapot lebih pekat

Ciri lain bensin tercampur air bisa dilihat dari warna asap knalpot motor. Jika asapnya tebal dan berwarna putih, besar kemungkinan bensin motor telah tercampur air.
Warna putih pada asap muncul karena air ikut terbakar di dalam sistem pembakaran mesin. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain, seperti mesin tersendat atau akselerasi terasa ragu.
Melihat asap putih keluar terus-menerus, biasanya motor juga terasa kurang bertenaga. Ini bikin perjalanan jadi kurang nyaman kalau tidak diperhatikan sejak awal.
Nah, itulah beberapa tanda bensin motor tercampur air yang penting kamu ketahui. Dengan mengenali gejalanya sejak awal, kamu bisa lebih waspada dan mencegah kerusakan mesin yang lebih serius.


















