Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Investasi Jangka Panjang, Isu Kesehatan Perempuan Tak Bisa Diabaikan

Investasi Jangka Panjang, Isu Kesehatan Perempuan Tak Bisa Diabaikan
Pexels/cottonbro
Intinya Sih
5W1H
  • Kesehatan perempuan di Indonesia masih jadi perhatian utama, terutama karena angka kematian ibu yang tinggi dan pentingnya persiapan kehamilan serta pemeriksaan prakonsepsi untuk mencegah risiko komplikasi.
  • Penyakit seksual menular maupun tidak menular seperti IMS, kista ovarium, dan endometriosis perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesuburan serta kesehatan reproduksi perempuan jika tidak ditangani dengan tepat.
  • Gaya hidup sehat, termasuk olahraga rutin, pola makan bergizi, dan deteksi dini gangguan menstruasi, menjadi fondasi penting menjaga kesehatan reproduksi sekaligus investasi bagi generasi masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kesehatan perempuan masih menjadi isu penting di Indonesia, terutama karena berkaitan erat dengan kehamilan hingga kesehatan reproduksi. Misalnya, angka kematian ibu (AKI) yang masih tergolong tinggi menunjukkan bahwa persiapan dan edukasi kesehatan perempuan belum boleh dianggap sepele.

dr. Elisia Atnil, Sp. O.G, FICS., Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Pondok Indah - Puri Indah, menegaskan bahwa kesehatan perempuan perlu dijaga sejak sebelum hamil. Berikut poin penting yang perlu dipahami.

Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai hal ini. Yuk, disimak!

1. Angka kematian ibu masih tinggi, persiapan kehamilan jadi kunci

Popmama Talk Maret 2026
Popmama.com/Hari Firmanto

Menurut dr. Elisia, isu kesehatan perempuan sangat erat kaitannya dengan kehamilan. Ia menekankan bahwa tingginya angka kematian ibu di Indonesia menjadi alarm penting.

“Karena perempuan erat dengan kehamilan, untuk angka kematian ibu masih tinggi di Indonesia. Makanya harus dipersiapkan kehamilannya sebaik mungkin untuk mengurangi angka kematian itu,” jelas dr. Elisia.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sebagian besar kematian ibu sebenarnya dapat dicegah dengan perawatan antenatal yang baik, deteksi dini komplikasi, serta akses layanan kesehatan yang memadai. Persiapan kehamilan, termasuk pemeriksaan prakonsepsi, berperan besar dalam menekan risiko tersebut.

2. Waspadai penyakit seksual, baik menular maupun tidak menular

ilustrasi organ reproduksi perempuan
Freepik

Selain kehamilan, dr. Elisia juga menyoroti pentingnya kesadaran terhadap penyakit seksual pada perempuan.

“Kalau dari non kehamilan ada penyakit seksual baik menular atau tidak menular,” ungkapnya.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia, gonore, dan sifilis dapat berdampak pada kesuburan dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Sementara itu, gangguan non-menular seperti kista ovarium atau endometriosis juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi jika tidak ditangani dengan tepat.

3. Gangguan haid bisa dipicu stres, tapi tetap perlu waspada

ilustrasi organ reproduksi perempuan
Freepik

Perubahan siklus menstruasi sering kali membuat perempuan cemas. Namun, tidak semua keterlambatan haid langsung menandakan penyakit serius. Ada beberapa indikator yang perlu dilihat, tetapi jika dirasa tidak normal maka perlu diperiksa langsung ke dokter.

“Begitu ada masalah haid 1-2 bulan banyak faktor dari stres dan makan. Tapi kalau ada indikasi penyakit bisa sampai 3 bulan. Kalau sudah selama itu harus segera diperiksa,” jelas dr. Elisia.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), stres, perubahan berat badan drastis, pola makan ekstrem, hingga olahraga berlebihan memang dapat memengaruhi siklus haid. 

Namun, jika tidak menstruasi selama tiga bulan berturut-turut (amenore), evaluasi medis sangat disarankan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan hormonal atau kondisi medis lainnya.

4. Kesehatan perempuan menentukan masa depan generasi

Popmama Talk Maret 2026
Popmama.com/Hari Firmanto

dr. Elisia menegaskan bahwa kesehatan perempuan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan anak di masa depan.

“Perempuan yang akan hamil dan segala hal yang terjadi selama kehamilan akan menentukan sebuah kehidupan di masa depan. Makanya harus sangat menjaga kesehatan perempuan," pungkas dr. Elisia.

Sejalan dengan itu, UNICEF menyebutkan bahwa kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan sangat memengaruhi tumbuh kembang janin, termasuk risiko stunting, prematuritas, dan gangguan kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, menjaga kesehatan reproduksi sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi generasi berikutnya.

5. Gaya hidup sehat jadi fondasi utama

ilustrasi sistem reproduksi perempuan
Pexels/Nadezhda Moryak

Menutup pesannya, dr. Elisia mengingatkan pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah dasar menjaga kesehatan reproduksi.

“Tetap harus olahraga, menjaga kesehatan tubuh dan gaya hidup. Makanan juga harus bergizi dan menjaga kesehatan reproduksi secara baik,” jelasnya.

Rekomendasi ini juga didukung oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyarankan perempuan usia reproduktif untuk rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan menurunkan risiko komplikasi di masa depan.

Menjaga kesehatan perempuan bukan hanya soal mengatasi penyakit, tetapi juga tentang persiapan menuju masa depan yang lebih sehat. Edukasi, deteksi dini, dan gaya hidup sehat menjadi tiga pilar penting yang tidak boleh diabaikan.

POPMAMA TALK Maret 2026 - dr. Elisia Atnil, Sp. O.G, FICS
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RS Pondok Indah - Puri Indah

Senior Editor - Novy Agrina    
Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias   
Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana    
Script - Sania Chandra Nurfitriana    
Social Media - Irma Erdiyanti  
Photographer - Hari Firmanto  
Videographer - Hari Firmanto  
Video Editor - Hari Firmanto
Design - Aristika Medinasari

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More